ini cerita buatan sendiri, walaau masih absrud yah, anggep aja refresin diri dari penatnya aktifitas di sekolah, ini cerita aku bikin waktu smp,, mohon kiritik dan sarannya ya!!!
“I MISSING YOU AGAIN”
By: Ayu Mardiani
Cast: Lee
Il Sung /Shin Young In
Lee Kyun Woo
Ji Yoon Woo
Lee Kyun Woo
Ji Yoon Woo
Lee Ae Yu
Park Hyun Joon
Park Hyun Joon
Suport Cast: Nam
Yoo Ra
Tae Hyun
Seo Jung Won
Gendre: Romance, Family, Friendship,Fantasi
Karakter:
-Lee Il Sung/Shin Young In: adalah seorang gadis yang
baik, ceria, selalu positif thinking,
penyayang keluarga, sangat sayang
pada kakaknya Lee Kyun Woo dan juga kekasihnya Ji Yoon Woo,walau dia tahu yoon
woo tak menyukai kyun woo karena menganggapnya merebut dirinya dari yoon woo
namun dia sangat sayang pada kekasihnya itu, sampai akhirnya maut memisahkan
mereka berdua
-Lee Kyun Woo: kakak dari Il
sung/young in, adalah pria yang tampan, pintar dalam pelajaran, pandai memasak,
pandai dalam memainkan alat musik, penyayang, hangat, cerdik, berpengaruh dalam
keluarga setelah ayahnya, calon pengusaha sukses di Korea, karena dia sangat
cerdas
-Ji Yoon Woo: kekasih dari Young in,
dia sangat menyayangi dan mencintai young in,dia mampu melakukan apa saja hanya
untuk young in, cintanya pada young in melebihi cintanya pada dirinya sendiri,
dia adalah anak dari seorang presdir perusahan besar dan sangat berkuasa di
Korea, namun yoon woo tak di rawat oleh orang tuanya dengna baik dan malah
dititipkan pada paman dan bibinya waktu umurnya 10 bulan, dan lagi dia tak
pernah dijenguk oleh kedua orang tuanya
dan kedua kakaknya sekalipun, seperti dia tak dianggap ada di dunia ini,
setelah dia di ababikan dia tak mau lagi mengenal kedua orang tuanya dan kedua
kakaknya, dia sudah sangat kecewa, nantinya dia akan menikah dengan young in
yang sudah pulih ingatannya dan akhirnya meninggal dalam sebuah kecelakaan dan
harus rela meninggalkan young in/il sung sendirian di dunia ini.
-Lee
Ae Yu adalah gadis yang ceria, pintar, cantik, jago masak, ramah, perhatian dan
baik. Dia adalah teman Young In/Il Sung, dia yang pertama tahu kalau young in
adalah il sung, dia memiliki seorang mantan kekasih bernama Jung Tae Hyun, dan
dia sangat sulit melupakan mantan kekasihnya itu, karena mereka sama-sama
saling mencintai, namun harus didpisahkan oleh takdir melalui kedua orang tua
Tae Hyun yang memilih untuk menjadikan Min Sung In untuk mendampingi putra
mereka dari pada ae yu. Ae yu adalah cinta kedua dan mungkin terakhir dari kyun
woo, karena dulu kyun woo pernah memiliki kekasih, dan dia cinta pertama dan
terakhir dari Tae Hyun, karena dia juga pacar pertama tae hyun. Gadis yang
selalu perhatian pada young in, rela memasak untuknya, namun sebenarnya dia
gadis yang kesepian dan kurang cinta.
Suatu hari
seorang gadis cantik sedang duduk bersama dengan kakaknya, mereka mengobrol di sebuah taman di pinggir pantai sambil
melihat pemandangan yang indah dan mereka terlihat saling menyayangi satu sama
lain.
“kakak
kau nantinya akan sekolah dimana?”
“aku
akan sekolah di Amerika, kau harus belajar dengan baik, agar bisa mengejarku
kesana ya! Aku akan menunggumu, Lee Il Sung, kau harus jadi yang terbaik”
“tentu
saja, aku akan jadi yang terbaik, untuk bisa terbang ke Amerika dan menemuimu
kak!”
“bagus!
Kau harus semangat ya! Harus menjadi yang terbaik diantara yang terbaik”
“ya,
kak Lee Kyun
Woo, sekarang usiaku sudah 15 tahun, 10 tahun lagi aku akan menikah
ya? Bolehkan kak?”
“ah
kau ini! Masih kecil sudah memikirkan menikah, memangnya kau mau menikah dengan
siapa nantinya?”
“dengan
orang yang tampan, baik, perhatian dan hangat seperti kakak”
“ah
kau ini bisa saja memujiku, oh ia aku dengar sekarang kau sedang menjalani UAS
ya? Bagaimana apa susah?”
“tentu
saja, sulit sekali kak, bahkan walau aku mencontek, aku tak akan mendapat
jawabannya, tapi kakak kan pernah bilang kalau mencontek itu berarti bohong,
iya kan? Aku percaya 100% dengan itu”
“lalu
kenapa kau mencontek? Jangan-jangan kau malu jika nilaimu kecil ya? Itu benar
jika nilai kecil itu memalukan, namun jika menang karena bohong itu namanya
menang secara tak hormat, namun jika kalah karena jujur maka kau ini kalah
dengar terhormat”
“yah
itu benar kak, kak kau perlu tahu, aku sebenarnya akan pergi ke ….”
“kemana?”
“a…….
aku……. Aku akan pergi ke tempat yang tak satu orang pun mengetahui tempat itu
tak terkecuali kau! Aku menyukaimu kakak Maaf”
Lalu il sung
pergi meninggalkan kyun woo sendiri.
“tunggu, il sung… il sung…”
Kyun
Woo mengejar il sung, tiba-tiba langit mendung dan hujan turun dengan derasnya.
Il sung berlari dengan sekuat tenaganya, ia berlari dengan menangis, karena dia
tahu sesuatu, kabar yang membuat dadanya sesak, ia tahu satu hal, yaitu kalau
dia harus pergi dari rumah itu dan ia harus berpisah dengan kakak kesayangannya
Lee Kyun Woo, bahkan yang lebih memilukan adalah dia harus tahu kenyataan kalau
dia bukan adik kandung Kyun Woo, dia adalah adik angkatnya, karena orang tua
kyun woo tak memiliki anak perempuan. Il sung tahu hal itu hari ini, dan ia tak
sanggup untuk memendam rasa sedihnya. Il sung dan Kyun woo sangat akrab dari
kecil sampai sekarang. Bahkan il sung tak bisa lepas dari kyun woo begitu juga
sebaliknya. Takdir mereka tak bisa dipidahkan, mungkin mereka berjodoh. {padahal sebenarnya mereka berdua kakak adik kandung, lalu bagaimana
dengan masa depan mereka nanti?}. Il sung basa kuyup karena hujan,
ia menangis dan kemudian duduk di tepi tebing.
“kakak, aku mencintaimu, bahkan
semenjak beberapa tahun yang lalu dan andai kau tahu, apa yang akan kau
lakukan? Apakah kau akan membenciku? Kakak aku bukan adikmu lagi, aku hanya anak
angkat, aku… aku…. Aku…. Tak bisa seperti ini, aku tak sanggup” kata il sung
yang kemudian berlari, namun kakinya terpeleset karena tanah yang licin, il
sung terjatuh dari tebing.
Sementara
kyun woo mencari-cari il sung, samapai akhirnya ia berada di tebing tadi dan ia
menemukan sebelah sepatu il sung dan antingnya. Kyun woo berteriak memanggil il
sung, namun tak mendapat jawaban.
“il sung!!!!!!!!!!! Il sung!!!!!!!!!
Dimana kau il sung?????” teriak kyun woo.
Kemudian
ia melihat bekas tanah habis diinjak
seseorang dan tanah itu menuju arah jurang, kyun woo shock, dia tak percaya
bahwa il sung jatuh kesana, ia tak bisa mengontrol emosinya dan ia berteriak
teriak seperti orang gila disana sendiri. Kyun woo mencari cari il sung
keseluruh penjuru tebing, namun ia tak menemukan il sung, sekarang ia tahu/yakin
jika il sung memang jatuh kesana (jurang), ia sangat sedih dengan semua itu. Ia
menangis histeris, kehilangan orang yang sangat kita sayangi memang
menyakitkan, bahkan lebih sakit dari pada sakit gigi, kita tak bisa makan, tak
bisa menemui siapapn karena kita tak mood, kita akan mengurung diri di kamar
tak ingin keluar, yah sakit karena kehilangan iu sangat menyakitkan, apa lagi
orang itu sangat berharga bagi kita, walau diganti dengan seseorang itu tak
akan bisa tergantikan, luka itu akan terus menganga, kita tak mudah bisa
melupakannya atau mengobati luka itu, itu membuat manusia menjadi lemah, lebih
lemah dari seekor serangga. Kemudian kyun woo pulang kerumahnya.
Sesampainya
dia di rumah, ia menceritakan semuanya pada ayah dan ibunya. Dia menceritakan bagaimana il sung mengatakan
kalau ia menemukan anting dan sebelah sepatu il sung di tepi jurang, sebelum
itu il sung berlari setelah ia mengatakan jika dia ingin pergi ke tempat dimana
satu orang pun tak mengetahuinya, tak terkecuali kyun woo. Kedua orang tuanya
terkejut, mereka bingung kenapa il sung seperti itu, apakah mungkin il sung
tahu jika ia bukan anak kandung mereka?. Kyun woo malah terkejut, apa benar il
sung anak agkat mereka?.
“ayah, ibu aku melihat anting dan
salah satu sepatu il sung di sebuah tebing, aku tak yakin jika dia jatuh
kesana, aku masih ragu dengan semua itu, aku lapor ke polisi dulu”
“apa?! Bagaimana bisa dia ada di
tebing?” kata ibu kyun woo kaget
“aku juga tak tahu bu, sebelum dia
ke tebing tersebut, aku dan dia bersama-sama di taman, kami mengobrol, dia
mengatakan dia akan pergi ke tempat dimana satu orangpun tak mengetahuinya, tak
terkecuali aku, ayah atau ibu, kira-kira kenapa dia seperti itu?” jelas kyun
woo
“jangan-jangan dia tahu tentang
riwayatnya?” kata ayah kyun woo
“ayah, ibu jadi khawatir, ibu tak
mau kehilangan il sung, kita memang mengadopsinya, memang kenapa jika dia bukan
putri kandung kita? Lagian ibu sangat sayang padanya, jangan-jangan dia bunuh
diri?” kata ibu kyun woo khawatir
“ah ibu ini, bicaranya ngawur saja,
tak mungkin dia bunuh diri kan? Benarkan
kyun woo, il sung tak bunuh dirikan? Dia anak baik, pintar walaupun dia
sedikit cuek, namun dia punya alasan tersendiri, kyun woo, kau mandi, ayah yang
akan menelpon polisi, untuk mencari il sung, atau SAR untuk mencarinya,
masalahnya adalah karena medan yang sulit dan cuaca yag cukup buruk” kata ayah
kyun woo
“aku tak perduli dengan semua itu,
yang aku mau adalah menemukan Il Sung sesegera mungkin, aku tak ingin jika il
sung terluka” kata kyun woo
“aku setuju dengan kyun woo, ayah
cari il sung, ibu mohon yah” kata ibu kyun woo
“baiklah, bagaimanapun juga il sung
putriku, aku tak mungkin tak perduli padanya, dia anakku sejak 15 tahun yang
lalu, mulai saat itulah dia menjadi anak kita, aku akan mencarinya dan
menemukannya” lanjut ayah kyun woo
“terima kasih ayah, il sung memang
putri kita sejak saat itu, semoga dia baik-baik saja” jawab ibu il sung
“iya bu, il sung adik terbaik
bagiku, dia perhatian padaku” imbuh kyun woo
“kami menyayangimu lee il sung, kau
putri ayah dan ibu, kami menyayangimu, kau anak kami sejak saat itu” kata ibu
kyun woo
“iya, kau keluarga kami sejak saat
itu dan selamanya” kata ayah kyun woo
“J kami sayang padamu,
jadi tunggu kami” kata kyun woo
Kemudian ayah
kyun woo melapor ke polisi, kyun woo menyebarkan beritanya di internet, ibu kyun woo berdoa agar il sung cepat
ketemu.
Beberapa
minggu kemudian, kepolisisan sudah hampir menyerah karena tak berhasil
menemukan il sung, kemungkinan adalah dia terpeleset karena licin, dan ia terjatuh
ke jurang itu. Polisi menemui kyun woo dan ayah ibunya, dan mengatakan jika
mereka tak dapat menemukan il sung, hanya ada bekas tanah yang terjatuh ke
jurang dan mereka menduga jika il sung
terjatuh ke jurang, dan tak ada unsur bunuh diri atau pembunuhan. Polisi juga
bilang kalau mereka akan menghentikan pencarian mereka, karena tak ada harapan
jika il sung ditemukan.
“selamat pagi pak Lee Ji Won, maaf kami tak bisa menemukan
bukti-bukti kehidupan dari il sung, kami tak menemukan unsur bunuh diri, ini
murni kecelakaan, dan maaaf kami akan menutup kasus ini, sudah seminggu namun
tak ada tanda-tanda” kata pak polisi
“tak bisakah ini dilanjutkan pak? Dia
adik saya” kata kyun woo
“bukankah dia anak angkat keluarga
ini? Tapi kenapa kalian sangat sayang padanya?” tanya seorang asisten polisi
“itu karena sejak 15 tahun yang
lalu, il sung adalah bagian dari kami dan itu akan berlanjut sampai kapanpun”
jelas ibu kyun woo
“tak bisakah dilanjutkan? Atau kami
akan mencarinya sendiri kejurang itu?” kata ayah kyun woo
“tidak bisa, karena medan yang
sulit, maka pencarian dihentikan” jelas polisi Nam
“tidak, ini tak bisa, aku sendiri
yang akan mencarinya, karena dia adikku, ayah ibu, aku tak akan pergi ke
Amerika sebelum aku menemukan il sung, setelah aku menemukan il sung maka aku
akan ke Amerika, aku janji” kata kyun wo
“tapi, kita harus menunggu berita
tentang il sung dulu, kau akan pergi ke Amerika, walaupun nantinya il sung
dinyatakan meninggal, kau harus pergi ke Amerika dan belajar disana” kata ayah
kyun woo.
“ayah….” Kata ibu kyun woo
“ini sudah keputusan keluarga kita”
kata ayah il sung.
Tiba-tiba
ponsel kyun woo berbunyi dan ia menerima telpon dari seseorang yang melihat
jasat il sung, namun saat ia akan menghampiri jasat itu air laut telah
membawanya dan membuat ia menghilang.
“haloo, apa ini lee kyun woo?” kata
pria itu
“iya, saya sendiri, maaf anda siapa
dan kenapa ya?” kata kyun woo ramah
“saya Shin Pil Ok, saya melihat
jasad il sung di pinggir pantai, dia sudah dipastikan il sung, karena saya
sudah memotretnya, namun saat saya akan menghampiri jasat itu, tiba-tiba air
laut membawanya dan menghilangkannya, maaf, karena saya tidak bisa
menyelamatkannya, saya akan mengirimi fotonya” jelas Pil Ok
“baiklah, apakah aku bisa
mempercayaimu?” kata kyun woo
“iya, tentu saja, karena saya punya
buktinya, mungkin kalian mengadakan pemakaman tanpa jasad, sekali lagi saya
minta maaf”
“yah…. Terima kasih, bisakah kau
bertemu dengan keluargaku?” tanya kyun woo
“baiklah, sampai jumpa, nanti sms
saya mengenai alamatnya” kata pil ok sambil menutup telepon.
“baiklah” kata kyun woo.
Ia tak bisa
lagi menahan air matanya, bebarapa menit kemudian Pil Ok mengirim foto tersebut
(jasad il sung), kyun woo seakan tak percaya
dengan semua itu, ia memperbesar (zoom) foto itu dan benar saja itu
tubuh il sung dengan lukan di pelipis serta memar-memar di tubuhnya. Kyun woo
shock dan terkulai jatuh dan terduduk di tanah, ia menangis tak kuasa menahan
kesedihan harus kehilangan il sung untuk selamanya. Ayah dan ibunya bertanya,
apa yang terjadi pada kyun woo, kemudian kyun woo menyodorkan ponselnya dan
memeperlihatkan foto tubuh il sung di pinggir pantai. Ayah dan Ibunya tak kuasa
menahan tangisnya, mereka sangat kehilangan dan sangat sedih karena melihat
tubuh il sung seperti itu, bahkan Pil Ok juga mengirimkan video saat ombak
menyeret tubuh il sung ke dalam lautan luas. Betapa malang nasib il sung saat
ini. Ibu kyun woo tak sanggup menahannya, sampai akhirnya ia pingsan, kyun woo
membawanya ke rumah sakit sementara ayahnya hanya bisa sedih. 2 hari kemudian
mereka mengadakan pemakaman tanpa jasad, karena jasad il sung tak mungkin bisa
ditemukan. 3 anggota keluarga sangat sedih, mata mereka sembab, karena terus menangis
selama 3 hari. Kyun woo menatap foto il sung dengan sedih, ia tak bisa
membayangkan bagaimana il sung di lautan sana, ia juga berat meninggalkan Korea
dan pergi ke Amerika. Ibu dan Ayahnya menatap foto il sung mengingat 15 tahun
lalu saat mereka membuat surat-surat bahwa il sung bukan anak kandung mereka,
padahal il sung adalah anak kandung mereka. Lalu mereka menjelaskan semuanya
pada kyun woo kalau il sung memang adik kandungnya.
“kyun woo, kami ingin memberi tahumu
jikalau il sung sebenarnya memamng adik kandungmu, kami melakukan ini semua
untuk melindungi dia, dulu ada seorang wanita ingin mengambil adikmu, jika
adikmu perempuan maka dia akan mengambilnya, namun jika anak kami meninggal
maka dia tak akan mengambilnya, jadi kami memutuskan untuk melindungi dia
dengan cara ini, maafkan kami kyun woo” jelas ayah kyun woo
“jadi il sung sebenarnya adik
kandungku? Kenapa ayah dan ibu tak pernah mengatakannya padaku?! Aku menganggap
dia adikku, hanya sebatas itu, namun sepertinya dia menyukaiku, apa yang harus
aku lakukan sekarang?! Bahkan dia meninggal karena hal ini!!!!!” kata kyun woo
dengan nada tinggi
“apa maksudmu?” tanya ibu kyun woo
bingung
“dia tahu kalau dia adik angkatku,
jadi dia lari dariku dan akhirnya dia pergi ke tebing dan dia terpeleset
kemudian jatuh dan bahkan yang lebih tragis dia dibawa ombak, betapa malangnya
nasib adikku itu ibu!!! Ayah!!! Tak pernahkan kalian sadari jika il sung sangat
sayang pada kalian berdua melebihi kasih sayang kalian berdua padanya?!!! Dia
sangat takt membuat kalian kecewa, aku… aku…
aku tak sanggup kehilangan adikku Lee Il sung” teriak kyun woo histeris.
Di
tempat lain, tepatnya di pinggir pantai, seorang gadis tendampar dengan luka
robek pada pelipis dan luka-luka pada tangan dan kakinya juga wajahnya. Seorang
pria tampan melihatnnya, kebetulan ia sedang akan memancing, namun ia malah
menemukan tubuh seorang perempuan di pantai.
Ia tentu saja merasa iba melihatnnya, ia
kemudian membawa tubuh perempuan itu ke rumah sakit. Pria itu sangat tampan dan
tinggi, kira-kira siapakah dia????? Dan tubuh itu adalah tubuh Lee Il Sung!!!
Ternyata
pria itu adalah Park Hyun Joon.
Dia adalah anak dari seorang caebol di korea, dia tinggal di apartemen mewah di
kawasan Gangnam-do. Park Hyun Joon adalah anak tunggal, karena itu dia sangat
berkelimpahan harta, berbeda dengan Kyun Woo yang hanya seorang anak dari
Direktur Utama di perusahaan kakeknya. Kemudian saaat tiba di rumah sakit, hyun
joon membawa il sung ke ruang gawat darurat. Setelah beberapa saat, dokter
bilang pada hyun joon, jika perempuan itu akan mengalami amnesia, akibat benturan
pada kepalanya, dokter juga bilang jika, wajah perempuan itu perlu sedikit di
operasi karena ada banyak sekali luka di wajahnya, namun hyun joon tak berani
mengambil keputusan, karenatubuh itu ukan miliknya. Dokter kemudian pamit. Hyun
Joon menengok il sung yang belum sadar, ia melihat banyak sekali lukan pada
tubuh dan wajah il sung, ia merasa iba melihat keadaan il sung sekarang. Tiba-tiba il sung membuka
mata dan melihat langit-langit rumah sakit, ia kemudian melihat hyun joon.
“aku ada dimana sekarang? Kau siapa? Kenapa
aku ada disini? Siapa aku?” kata il sung tibatiba
“kau ada di rumah sakit, aku Park Hyun
Joon, aku menemukanmu di pinggir pantai, aku juga tak tahu siap namamu, maaf
untuk hal itu, sebelumnya, apa kau sudah baikan?” kata hyun joon pada il sung
perhatian.
“aku sudah sedikit baikan, terima kasih”
kata il sung
“apakah kau bersedia di operasi plastik
untuk memulihkan wajahmu itu?” kata hyun joon lembut
“memangnya kenapa dengna wajahku?” tanya
il sung dan kemudian ia mengambil cermin, ia terejut melihat wajahnya begitu
mengerikan karena banyak luka dan goresan, lalu ia menangis
“jangan menangis, aku jadi merasa
bersalah, maaf, apakah kau sangat sedih? Ah aku tahu kau sedih, aku minta
maaaf, bukan maksudku” kata hyun joon
“tidak apa-apa aku baik-baik saja, maaf
aku merepotkanmu, aku lupa namaku, apa yang harus aku lakukan?” kata il sung
lirih
“aku akan mebuat identitas baru untukmu,
kau akan menjadi adikku, dan kau akan di operasi dan mendapat wajah baru,
setelah itu kau akan bersekolah dan hidup dengan baik” jelas hyun joo
“itu terlalu berlebihan untuk seorang
seperti diriku ini, aku orang yang tak berguana, aku bodoh, aku jelek, aku tak
mau merepotkanmu, setelah aku keluar dari rumah sakit, aku akan bekerja untukmu
untuk membayar sedikit-sedikit hutang-hutangku padamu” jawab il sung
“tak usah, karena aku iklas, aku pernah
mempunyai adik perempuan, namun dia menginggal saat masih bayi, jika kau butuh
bantuan aku akan memabntumu dengan senang hati, oh ia kau benar-benar tak ingat
namamu sama sekali?” kata hyun joon pada il sung
“sama sekali aku tak ingat apapun, tapi
satu hal yang aku ingat adalah sebelum aku dibawa ombak, aku sempat melihat
seorang memfoto aku bahkan mengambil video saat aku di bawa ombak, dia tak
menolongku sama sekali, malah dia hanya memandangku tanpa ada rasa kemanusiaan
sedikitpun” kata il sung dengan nada lirih
“kalau begitu, aku akan meminta
persetujuan ayah dan ibu untuk mengijinkanmu tinggal di rumah kami dan menjadi
anggota keluarga kami, ah aku sampai lupa, bagaimana jika namamu adalah Young
In? Kau setuju?” kata hyun joon
“Young In? Itu nama yang bagus, terima kasih banyak, apa yang
harus aku lakukan, kau terlalu baik padaku, padahal kita baru bertemu tadi, aku
minta maaf karena merepotkanmu tuan Park Hyun Joon, aku akan selalu mengingat
nama itu selamanya, walaupun nantinya ingatanku pulih aku akan tetap
mengingatmu, aku janji” kata il sung sambil tersenyum.
“yah baiklah, mulai sekarang aku akan
memanggilmu young in, berapa umurmu?” tanya hyun joon pada il sung
“umurku? Aku lupa umurku, bagaimana ini?
Apa yang harus aku lakukan? ‘Kakak’ hanya kata itu yang aku ingat” kata il sung
menahan tangis
“ah ia, maafkan aku, sungguh aku tak
bermaksud, aku minta maaf young in” kata hyun joon khawatir dan ia menenangkan
il sung
“tak apa, aku baik-baik saja” jawab il
sung
“baiklah, jika kau ada perlu hubungi aku
ya, ini nomor ponselku, nanti kau hanya perlu meminta pada suster untuk
menelponku jika ada perlu, aku akan pulang sebentar kerumah untuk meminta ijin
ayah dan ibu, jaga dirimu baik-baik ya Young In” kata hyun joon pada il sung
sambil tersenyum
“baiklah, sampai jumpa, hati-hati di
jalan hyun joon” jawab il sung dengan senyum termanisnya, yang membuat hyun
joon terpikat
“yah... tentu saja” jawab hyun joon
dengan senyum manisnya, yang biasanya mmebuat hati wanita luluh, namun tidak
dengan il sung/young in, ia hanya tersenyum biasa. Hyun Joon pergi dari kamar
young in aka il sung, young in menunduk terdiam kemudian menangis, dia
memandangi kartu nama beserta nomor telepon hyun joon, lalu ia meletakkannya di
atas tempat tidurnya, kemudian ia keluar ruangan, tak di sangka-sangka ia
bertemu dengan Yoon Woo, Ji Yoon Woo, seorang
remaja laki-laki yang harus duduk di
kursi roda karena mengalami kecelakaan beberapa hari lalu, ia harus
duduk di kursi roda selama 1 bulan sampai kakinya bisa sembuh. Young In duduk
di samping yoon woo yang sedang main game, sementara young in duduk lesu sambil
manyun. Yoon woo heran ada apa dengan gadis yang ada disampingnya itu, lalu ia
memberanikan diri untuk menyapanya.
“hmmm, permisi, bolehkan aku di
sampingmu?” kata yoon woo sopan
“oh iya tentu saja, tak ada yang
melarang” jawab young in
“hei ayo kita kenalan, aku Ji Yoon Woo, kalau kau siapa?”
kata yoon woo sambil tersenyum dan mengulurkan tangan persahabatan pada young
in
“iya, aku young in” jawab young in
sambil tersenyum singkat
“margamu?” tanya yoon woo
“aku tak tahu, aku mendapat nama young
in saja baru tadi, aku tak tahu asal-usulku, maaf” jawab young in sambil
tertunduk
“iya... iya tak apa, aku yang seharusnya
minta maaf, maafkan aku” kata yoon woo sambil menunduk merasa bersalah
“tidak apa, aku baik-baik saja, jadi
mulai sekarang kita berteman ya?” kata young in sambil tersenyum sumringah
“tentu saja, mulai sekarang dan
selamanya kita adalah teman” kata yoon woo sambil tersenyum
“yah, maaf sebelumnya, kenapa kamu pakai
kursi roda? Apa kamu mengalami kecelakaan? Aku minta maaf, karena menyinggung”
kata young in
“tidak masalah, aku baik-baik saja, aku
menggunakan kursi roda, karena beberapa minggu lalu aku mengalami kecelakaan
mobil dan akhirkan aku harus menggunakan kursi roda selama 1 bulan atau paing
cepat 2 minggu, itu melelahkan, lalu kamu, kenapa bisa lupa ingatan? Maaf” kata
yoon woo
“oh jadi begitu, semoga kamu cepat
sembuh ya, aku hilang ingatan karena? Aku juga tak tahu, namun tuan yang
bernama Park Hyun Joon telah menyelamatkan aku, dia menemukan aku dipinggir
pantai tadi pagi, lalu aku terbangun dan tak bisa ingat apapun, aku amnesia”
jawab young in
“lalu siapa yang memberimu nama young
in?” tanya yoon woo
“dia tuan hyun joon, aku sempat diberi
kartu namanya, namun aku meninggalkannya di kamar, aku akan mengambilnya, kau
mau ikut?” kata young in sambil beranjak dari duduknya
“baiklah ayo antar aku kesana” jawab
yoon woo
“tapi kenapa bumi rasanya berputar-putar
ya? Apa kau merasakannya? Kenapa semuanya kabur dan bumi berputar begitu cepat?
Gelap, aku tak bisa melihat dengan jelas” kata young in yang kemudian jatuh tak
sadarkan diri. Yoon woo panik dan khawatir, dia memanggil suster dan dokter,
dia sampai terjatuh dari kursi roda untuk menyelamatkan young in. Salah seorang
suster melihatnya dan menanyai yoon woo kenapa dengan gadis di sampingnya itu
dan kenapa yoon woo bisa jatuh dari kursi roda. Yoon woo tak bisa menjelaskan,
yang terpenting adalah menyelamatkan young in dulu, suster mengerti dan membawa
young in ke kamarnya, dia juga memanggil rekan-rekannya untuk membantu. Sementara
kyun woo harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan belajarnya selama 5 atau
bahkan lebih dari itu. Dia merasa tak rela meninggalkan tanah jeju dan pergi ke
incheon untuk selanjutnya berangkat ke Amerika {Los Angeles}. Sementara hyun
joon menemui ayahnya yang ternyata adalah kakak sepupu dari ibunya il sung,
hyun joon memohon pada ayahnya agar membiarkan young in tinggal di rumah mereka
dan dia janji akan mengurus young in sendiri, ayahnya tentu saja terkejut
mendengar permintaan putranya yang aneh itu, karena baru kali ini ia meminta
mengajak seorang gadis tinggal di rumah mereka, lalu hyun joon menjelaskan
kalau young in sedang lupa ingatan {amnesia}, lalu ayah hyun joon memberika 1
syarat padanya, yaitu gadis itu harus tinggal disana untuk membantu bibi
bersih-bersih rumah dan sebagainya dan ditambah konpensasi jika gadis itu baik
nantinya dia akan menjadi istri hyun joon kelak, dan jika gadis itu tak baik
maka gadis itu akan diusir dari rumah mereka bahkan dari kota itu. Yang menjadi
berita baik adalah jika gadis itu benar-benar baik bahkan pintar maka ayahnya
akan menyekolahkan dia, karena ayahnya masih merindukan putrinya yang meninggal
14 tahun yang lalu. Hyun joon sangat senang sampai-sampai dia memeluk ayahnya,
saking senangnya dia berteriak sangat kegirangan. Lalu ia pamit untuk kembail
kerumah sakit karena young in masih dirumah sakit.
Kembali kerumah sakit, young in masih
belum sadar, bahkan dokter sangat khawatir dengan keadaanya, karena benturan di
kepalanya cukup keras itu membuat dia akan kehilangan sebagian besar memory
tentang orang-orang di sekitarnya sebelum kecelakaan dan dia juga akan
kehilangan rasa {sedih, marah, bahagia, kesal dan lain-lain}. Hal yang membuat
orang-orang disana merasa iba melihatnya. Tak terkecuali yoon woo dia sangat
kasihan pada young in, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan
membahagiakan dan menjaga young in sebisanya. Hyun joon tiba di rumah sakit, ia
pergi ke kamar young in namun tak menemukan young in disana, ia hanya menemukan
kartu namanya sendiri, ia kaget lalu mencari-cari ke seluruh ruangan, namun
akhirnya dia menemukan diaman young in dirawat, dai langsung masuk dan
menemukan young in pingsan lagi.
“ada apa lagi denganya dokter?” tanya
hyun joon dengan nafas terengah-engah
“tadi suster melihatnya pingsan dan
sedang bersama remaja berkursi roda itu, suster melihat pasien pingsan di
samping pasien berkursi roda tersebut” jelas dokter pada hyun joon
“tapi young in tak apakan dokter?” tanya
hyun joon lagi
“yah, dia akan baikan dalam beberapa
hari kedepan” jawab dokter
“terima kasih dok” kata hyun joon sambil
membungkuk
“yah, saya permisi dulu dan pastikan
jika pasien tidak tertekan, dia harus dalam emosi yang baik” kata dokter dan
kemudian pergi meninggalkan hyun joon. Hyun joon kemudian melirik ke arah yoon
woo yang duduk di kursi roda, kemudian ia duduk di bangku sebelah tempa
tidur young in. Hyun joon sangat
khawatir dengan kedaan young in, lalu ia bertanya pada yoon woo ada apa dengan
young in.
“siapa namamu?” tanya hyun joon sambil
menatap yoon woo
“aku Ji Yoon Woo, sekarang aku dan young
in adalah teman” jawab yoon woo
“kenapa young in bisa pingsan?” tanya
hyun joon lagi
“dia bilang dunia ini berputar-putar dan
bumi berputar sangat kencang, juga bumi yang gelap gulita kemudian dia oleng
dan terjatuh di depanku dengan tak sadarkan diri” jelas yoon woo
“lalu kenapa kau bisa ada disana?” tanya
hyun joon lagi
“saat itu aku sedang duduk sendiri,
tiba-tiba dia duduk di bangku di dekatku dengan raut wajah manyun dan seperti
bimbang akan sesuatu, setelah itu aku menghampirinya dan menyapanya, kemudian
kami berkenalan dan menjadi teman, setelah itu dia menceritakan kalau dia
mengalami hilang ingatan karena kecelakaan, kalau boleh aku tahu siapa namamu?”
kata yoon woo
“aku Hyun Joon, Park Hyun Joon, lalu apa
saja yang ia ceritakan lagi?” tanya hyun joon lagi, seperti detektif
“dia menceritakan kalau yang
menyelamatkannya itu kau dan kau juga yang memberinya nama young in, dia sangat
berterima kasih padamu karena kau sangat baik, sebelumnya maaf aku tak sopan,
kalau boleh tahu, berapa umurmu?” kata yoon woo
“umurku 18 tahun, bagaimana denganmu?” kata hyun joon
“umurku 16 tahun” jawab yoon woo singkat
“kenapa kau bisa masuk rumah sakit dan
menggunakan kursi roda?” kata hyun joon
“aku masuk rumah sakit, karena
kecelakaan mobil dan kakiku bermasalah makanya aku harus menggunakan kursi roda
selama 2 minggu atau bahkan 1 bulan, bolehkan aku menemani young in juga?” kata
yoon woo
“tentu saja, sebelumnya terima kasih
karena sudah menemaninya” kata hyun joon tulus
“ah! Ya tentu saja, bagaimana setelah
dia sembuh? Maksudku apakah kau kakak akan merawatnya seperti adik sendiri atau
bagaimana? Maaf aku lancang” kata yoon woo agak gugup
“ya! Aku akan merawatnya dan mengangkat
dia menjadi adik angkatku, dia akan menjadi bagian dari keluargaku, karena ayah
dan ibu sudah mengijinkannya, tak apa kau menanyakannya, bagaimana denganmu? Keluargamu
tak menjengukmu?” kata hyun joon
“oh begitu, baiklah, aku mengerti,
keluargaku sedang ada di LA, jadi mereka tak bisa menjengukku, walaupun aku
anak bungsu dari 3 bersaudara, tapi aku tak ingin dimanja, aku ingin mandiri,
aku di korea ini bersama bibiku” jelas yoon woo
“oh begitu, mulai sekarang kau dan young
in akan menjadi teman dan sebentar lagi marga young in adalah park. Park Young
In” jelas hyun joon dengan nada serius
“baiklah” jawab yoon woo
“aku dimana, kenapa terasa gelap sekali?”
kata young in tiba-tiba
“ada apa denganmu young in?” tanya yoon
woo khawatir
“jangan-jangan kau mengelami kebutaan?”
kaya hyun joon khawatir
“apa?!! Aku tak bisa hidup seperti ini,
aku mau mati saja! Aku akan merepotkan kalian, jadi aku akan pergi dari hidup
kalian, kalian tenang saja” kata young in sambil menangis
“panggil dokter!!! Kata hyun joon pada
yoon woo
“dia tak bisa, dia masih menggunakan
kursi roda” kata young in
“aku bisa untukmu” jawa yoon woo
bergegas memanggil dokter
“ji yoon woo tak usah lakukan hal
seperti itu untuk seorang sepertiku ini” kata young in lirih
“tapi ini semua untukmu young in-sshi”
kata yoon woo sambil memutar-mutarkan roda dari kursi roda, agar dia bisa pergi
dari sana dan memanggil dokter
“ah yoon woo, kita baru kenal tadi, tapi
kenapa kau sebaik ini padaku?” batin young in
“kakak, maksudku kakak hyun joon, aku
tak ingin menjadi adikmu, aku akan menjalani hidupku sendiri, kau tak usah
mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja, maaf” kata young in
“kenapa kau berbicara seperti itu?”
tanya hyun joon
“karena sesungguhnya aku adalah seorang
yang dikirim dari dunia antah berantah yag hanya bisanya merepotkan saja dan
tak bisa berbuat apapun, maaf, aku selalu merepotkanmu sekama seharian ini, kau
terlalu baik untukku, aku akan pergi darimu dan aku janji suatu saat nanti aku
akan membalas semua kebaikan hatimu, sekalia lagi maaf kan aku, aku... aku...
aku... sekarang akan pergi dari sini, aku masih bisa melihat, aku hanya tadi
kehilangan sedikit tapi aku baik-baik saja, terima kasi untuk semua tuan park
hyun joon, semoga kau selalu sehat dan diberikan umur yang panjang” kata young
in sambil turun dari tempat tidur dan pergi
“hei!!! Nona Young In, aku menyukaimu,
maka dari itu aku menolongmu, aku tak perlu balas budimu, aku hanya perlu kau
selalu sehat dan bahagia” kata hyun joon. Young in tiba-tiba berhenti dan
membalikan badanya.
“aku dulu mempunyai seorang teman, dia
sangat cantik dan dia mirip sepertimu, aku menyukainya, namun sayang dia
meninggal beberapa waktu lalu, dia dikatakan mengalami kecelakaan dan meninggal”
kata hyun joon dengan tertunduk
“lalu apa kau pkir aku mirip dengan dia?
Dan kau melihat dia seperti aku? Maaf, aku bukan orang yang pantas untuk hal
itu, sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih” kata young in sambil berlari
dan menangis.
“kau harus selalu sehat dan baik-baik
saja, tunggu!!!” teriak hyun joon sambil mengejar young in. Sementara yoon woo
mencari dokter dan di tengah perjalanan mencari dokter dia bertemu young in
yang baik-baik saja lalu ia menanyai young in apa dia baik-baik saja.
“young in kau baik-baik saja?” tanya
yoon woo khawatir tapi dengan senyum di bibirnya
“yah, aku baik-baik saja, kau tak usah memanggil dokter, aku akan pergi sekrang
sebelumnya terima kasih untuk seharian ini, terima kasih kau menemaniku
bercerita, terima kasih sudah menjadi temanku seharian ini, aku akan pergi
kesuatu tempat, tolong jaga dirimu dengan baik, semoga kau selalu diberkati,
semoga kau diberi umur panjang, dan yang terpenting adalah semoga kau cepat
sembuh, aku yakin jika kau akan sembuh dengan cepat dan kau harus selalu sehat,
suatu hari nanti aku akan kembali dan menemui dirimu dan semoga aku bisa
membalas semua kebaikanmu” kata young in
“jangan pergi tinggalkan aku young in,
aku ingin aku tetap disisiku dan menemaniku sampai aku sembuh” kata yoon woo
“maaf aku tak bisa menemanimu ji yoon
woo” kata young in sambil memeluk yoon woo dengna berurai air mata
“jangan menangis young in, jangan
menangis, aku tak ingin kau menangis” kata yoon woo yang ikut menangis
“aku tak menangis, aku hanya kelilipan,
oh ia aku sebenarnya baik-baik saja, dan kalau masalah amnesia itu memang
benar, aku akan berusaha mengingat ingatanku sbelum aku mengalami kecelakaan”
kata young in sambil melepaskan pelukan yoon woo
“kau akan pergi kemana?” tanya yoon woo
“aku tak tahu, tapi tenang saja, aku
akan baik-baik saja” kata young in
“bagaimana jika kau bersamaku? Dirumah
paman dan bibiku, mereka sangat baik, ku mohon” pinta yoon woo pada young in
“tapi aku tak ingin merepotkanmu, aku
tak berguna sama sekali” kata young in
“tak apa, walaupun nantinya kau akan
mendapatkan ingatanmu, aku akan mengantarmu kerumahmu, aku ikhlas young in,
bagaimana jika margamu ‘shin’?” kata yoon woo memelas
“baiklah, dengan syarat aku akan
membantu bibimu merawat rumah membantu paman dan membantumu belajar, bagaimana?”
kata young in
“yah! Aku setuju, ya sudah, bagaimana
jika aku keluar dari rumah sakit? Kau akan merawatku kan?” tanya yoon woo
“yah, aku akan merawatmu, karena kau
temanku” jawab young in sumringah. Kemudia mereka pergi ke rumah yoon woo dan
memperkenalkan young in pada paman dan bibinya dan mengatakan ada mereka kalau
dari sekarng young in akan tinggal bersama mereka dan menajdi bagian dari
keluarga mereka, lagian ayah dan ibunya juga tak mengurusianya atau
memperhatikannya. Young in mendegarkan mereasa iba pada yoon woo yang kurang
mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan ia bertekad untuk
membahagiakan yoon woo dan membuat dia nyaman dengan keberadaaannya. Sejak saat
itu young in,y oon woo, paman beserta bibi tinggal di bawah satu atap yang
sama, mereka hidup bahagia, untung saja bibi dan paman menyayangi young in
seperti anak mereka sendiri, jadi young in bisa merasakan kasih sayang dari
orang tua. Dia sangat senang bisa bersama dengan orang-orang yang baik. Dan
dari saat itulah young in dan yoon woo menjadi dekat dan semakin dekat, mereka
sudah seperti keluarga, saling menyayangi, saling melindungi dan saling
mengasihi satu sama lain, lebih seperti berpacaran, tapi mereka lebih memilih fokus
untuk belajar dan menjadi ‘sukses’ dan memabhagiakan orang-orang yang mereka
cintai dan yang mencintai mereka.
10 TAHUN KEMUDIAN
Seorang pria tampan
sedang berjalan di bandara dengan koper besar dan dengna kacamata keren, ada
bebrapa wanita menatapnya dengan takjub,
karena dia begitu tampan. Setelah pria itu lewat, seorang gadis cantik dan pria
tampan lewat dengan saling tersenyum dan sangat bahagia, mereka adalah pasangan
kekasih yang baru pulang dari bekerja di luar negeri, mereka mengobrol.
“hari ini, ayo beri
kejutan pada paman dan bibi” ajak si wanita
“ah ya, tentu saja, oh
ia young in, kapan kita akan bertunangan? Maksudku secara resmi” kata si pria
“ah ia, minggu depan
saja ya? Bagaiman yoon woo kau setuju kan?” jawab si wanita yang ternyata young
in
“baiklah, ayo pergi ke
pasar untuk mencari bahan makanan” ajak yoon woo pada young in
“baiklah, oh ia aku
mencintaimu ji yoon woo-shhi” kata young in sambil tersenyum
“ah kau ini, aku juga
mencintaimu, shin young in-noona” balas yoon woo pada young in sambil memencet
pipi young in
“ah! Kau ini seperti
anak-anak berapa usiamu? Sekarang sudah 26 tahun tuan” kata young in meledek
yoon woo
“lalu bagaimana
denganmu? 25?! Hahaha, jangan mengejek saja” kata yoon woo
“aku cemberut ya, aku
jalan duluan, kau bawa koper-koper itu” kata young in menginggalkan yoon woo
sendiri
“hei!! Kau ini” jawab
yoon woo kesal
Sementara di tempat lain, kyun woo sedang menelpon
seseorang yang ternyata adalah temannya.
“hallo....”
kata kyun woo
“iya,
kenapa kyun woo? Kau ada dimana sekarang ini? Ah iya kau ada di bandara, apa
perlu aku jemput?” kata wanita itu
“ah
kau ini Yu Ra, tak usah menjemput aku, aku sudah sampai di bandara incheon
sekarang, aku tinggal lepas landas ke jeju sekarang” kata kyun woo
“tapi
kau tak bisa langsung ke jeju sekarang karena ada masalah engan penerbangan ke
jeju, kau mungkin akan bisa pulang besok, kau sabar ya! Aku juga tak bisa menjemputmu, maaf” kata Nam Yoo Ra pada
kyun woo
“yah,
tak apa, ayah dan ibuku baik-baik sajakan?” kata kyun woo
“tentu
saja, mereka baik-baik saja, mereka bilang sangat merindukanmu, mereka juga
sangat merindukan mendiang adikmu itu, walaupun aku hanya tahu wajahnya saat
kecil, tapi jika sekarang dia masih hidup, aku yakin dia pasti sangat cantik”
kata yu ra sambil tersenyum, membuat ingatan kyun woo tentang kejadian yang
menimpa adiknya 10 tahun lalu, hati kyun woo jadi bimbang dan galau lagi
“benar,
ya sudah, aku kebetulan memiliki seorang teman di seoul jadi aku akan ke rumah
dia dan menginap disana” kata kyun wooo
“baiklah, jaga dirimu
baik-baik ya!” peasn yoo ra
“tentu saja, sampai
jumpa besok” kata kyun woo sambil menutup telepon
“iya” jawab yoo ra.
Kyun woo kemudian teringat kejadian memilukan 10
tahun yang lalu, yang membuat dia tak pernah bisa melupakannya, adik kandung
dan satu-satunya meninggal karena kecelakaan
jatuh dari jurang dan terseret ombak, sampai sekrang tak ada yang pernah
memastikan apakah dia sudah di temukan atau tidak, tapi dia benar-benar terluka
karena hal itu, sekarang sudah 10 tahun berlalu, namun dia tak bisa
melupakannya, benar-benar tak bisa. Young in lewat di depan kyun woo, wajahnya
masih seperti 10 tahun lalu dan sekilas mirip il sung, karena dia memang il
sung yang lupa ingatan. Kyun woo tak sengaja memandangnya dan seperti melihat
il sung masih hidup dia memandang begitu lekat dan benar saja dia yakin jika
itu il sung, adiknya. Di belakang young in yoon woo membawa koper berat, karena
mereka tinggal di Wasigton DC begitu lama sekitar 5 tahun, jadinya
barang-barang mereka sangat banyak. Yoon woo mengeluh karena barang bawaannya
sangat berat dan dia sanagt lelah, sementara young in hanya membawa tasnya
sendiri.
“hei!!!
Young in!!! Tunggu, bantu aku membawa ini” kata yoon woo pada young in
“tidak mau!!! Siapa
suruh mengajak aku bertengkar, hah? Siapa suruh menyindir aku yang usiaku 25
tahun? Memang kenapa? Lagian aku ulang tahun lagi 4 bulan, sekarang belum 25
yoon woo! Aku lahir 10 oktober, bukan 9 september” kata young in
“aku tahu young in, oh
ia apa kau mengingat dimana kau lahir? Kau bahkan ingat tanggal lahirmu” kata
yoon woo
“tentu saja, aku lahir
di cheonan, tanggal 10 oktober 1999, kau
tak tahu ya???” ejek young in
“aku tahu, aku tahu dari
buku note mu, hehe” kata yoon woo tersenyum
“kau ini!!! Ji yoon
woo!!! Kalau begitu apakah kau tahu makanan faforitku? Wanra faforitku? Atau
tempat faforitku?” tanya young in pada yoon woo
“makanan faforit AYAM
GORENG, warna faforit ada tiga yaitu MERAH, PUTIH, HITAM, dan tempat faforit
itu AIR TERJUN, iya kan?” kata yoon woo
“aada yang benar dan ada
yang kurang” kata young in
“apa itu?” tanya yoon
woo penasaran
“makanan faforitku
memang ayam goreng karena enak, ada juga nasi goreng, ramyun dan banyak
lagi,warnanya udah bener, tempat faforitku itu rumah, sekolah, taman dan hatimu”
kata young in sambil tertawa
“kau ini, ini ramai kau
malah bercanda” kata yoon woo dengan pipi merah.
Mendengar tempat faforit, makanan faforit dan warna
faforit young in, kyun woo teringat il sung yang memiliki warna, makanan dan
tempat favorit yang sama seperti young in. Kyun woo kemudian mendekati young in
dan yoon woo.
“maaf permisi, apa
kalian berdua dari seoul?” kata kyun woo pada mereka berdua
“ya, kami dari seoul,
tapi kami baru saja dari amerika” kata
yoon woo
“eh yoon woo jangan
seperti itu! Maafkan dia, kami memang dari seoul, memangnya kenapa ya tuan?”
kata young in sopan
“begini, aku tak punya
tempat untuk hari ini, dan aku juga tak bisa pulang ke juju-do, apakah kalian
tahu tempat untuk menginap hanya satu malam?” kata kyun woo
“oh begitu rupanya,
sepertinya ada, tapi kami juga tak tahu dimana, ah ia! Kebetulan bibi kami
menyewakan beberapa kamar di sebelah rumah, apakah kau mau?” kata yoon woo
“ah benarkah?” tanya
kyun woo
“tentu saja benar” jawab
yoon woo
“baiklah ayo kesana”
kata kyun woo
“tunggu, sepertinya aku
lupa sesuatu” kata young in tiba-tiba
“lupa apa?” tanya yoon
woo
“aku lupa jika bibi
mengatakan kita tak bisa kerumah karena rumah penuh dan kamar-kamar juga penuh,
aku berencana untuk tinggal di apartemenku apa kalian tak keberatan tidur di
apartemenku?” kata young in
“apa!!!!” kata yoon woo
dan kyun woo bersamaan
“kenapa? Lagian, aku
sendiri yang punya apartemen itu, disana ada 5 kamar, 1 kamar mandi, 1 dapur, 1
ruang tamu dan 2 kamar tidur, lengkap, tenang saja, eh salah, setiap kamar udah
ada kamar mandinya, jadi ada 4 bukan 5, aku membelinya setahun lalu pas aku
pulang diam-diam” kata young in
“oh ternyata kau pulang
diam-diam waktu itu, pantas saja 2 hari aku tak bisa bertemu denganmu, padahal
kita tinggal satu apartemen dengan kamar kita yang bersebelahan” kata yoon woo
“sudah, aku benar-benar
lelah, sekarang kau yang bawa” lanjut yoon woo sambil meninggalkan young in
dengna koper-koper betar itu
“baiklah, ayo tuan,
tunggu siapa namamu?” kata young in pada kyun woo
“aku lee kyun woo, kalau
kau?” kata kyun woo
“ aku shin young in,
senang bertemu denganmu, ayo” kata young in sambil tersenyum
“sini aku bantu” kata
kyun woo
“ah tak usah, aku sudah
biasa membawa barang bahkan lebih berat dari ini, jadi tenang saja, bagaimana
sebelum kita ke apartemenku kita makan dulu” kata young in
“baiklah, apa kita akan
naik taxi atau menggunakan angkutan lainnya?” kata kyun woo
“aku sudah menyuruh
temanku untuk membawa mobilku, jadi tenang saja, temanku itu orang baik, dia
sangat baik, ayo” kata young in
“ya” jawab kyun woo. Kemudian
mereka bertiga keluar dari bandara dan menuju mobil putih yang di parkir di
parkiran dan di kemudikan oleh seorang pria tampan yang ternyata hyun joon. Young
in masih berhubungan dengan hyun joon. Mereka
menghapiri mobil dan menyapa hyun joon yang ada di dalam mobil.
“hei kakak!” kata young
in
“oh, hei! Kau sudah
sampai ya, lama sekali, aku sudah mengantuk tahu, oh ia kau tambah tinggi dan
tambah cantik” kata hyun joon
“ah kakak ini, oh iya,
sudah berapa jam kakak disini?” tanya young in
“baru 6 jam, dan aku
sempat tertidur 3 kali, kau lama sekali, badanku pegal-pegal tahu!” kata hyun
joon
“maaf, sebagai gantinya
aku yang akan menyetir mobilnya, ini mobilku kan? Hehe, oh ia aku membawa satu
orang teman namanya lee kyun woo, aku panggil kak kyun woo saja, dia bilang dia
ingin mencari penginapan satu malam saja, kenapa tak memilih hotel saja ya? Mungkin
dia penghematan, dan yang menyebalkan adalah yoon woo menyuruhku membawa
barang-barang ini, kakak marahi dia!” kaya young in dengan senyuman
“yoon woo kau ini!” kata
hyun joon memarahi yoon woo
“maaf” kata yoon woo
“kakak ayo masuk, ini
dingin sekali” kata young in sambil menarik tangan hyun joon, sementara yoon
woo memasukan barang-barang ke bagasi mobil. Mereka semua kemudian naik mobil,
young in mengemudi, kyun woo dan yoon woo di belakang dan hyun joon di depan. Merekapun
mengobrol-ngobrol.
“bagaimana rasanya di
wasington dc, apa kau sangat senang?” tanya hyun joon
“yah! Tentu saja, aku
belajar dan bekerja disana, sangat seru dan pemandangannya juga indah, tapi aku
lebih suka disini, di negeriku” kata young in sambil tersenyum
“dia selalu makan dan
ngemil saja disana, bermain komputer menulis dan jarang sekali belajar kak, dia
itu ya! Kalau ada maunya pasti manis banget, tapi kalau dia nggak maunya dia
galak banget, aku bisa gila menghadapinya” cerita yoon woo
“itu tidak benar kak”
sangkal young in
“sudah-sudah tak apa,
kalian seperti anak kecil. Oh ia kapan kalian tunangan?” tanya hyun joon
“2 minggu atau seminggu
lagi, kalau aku moodnya baik” jawab young in
“jika moodmu buruk?”
tanya hyun joon
“yah tidak jadi” jawab
young in singkat
“hei kau ini!” teriak
yoon woo
“apa hah!!!” young in
melolot pada yoon woo lewat kaca mobil
“sudah hentikan, kalian
sudah pacaran hampir 6 tahun kok masih bertengkar saja? Malu dilihat kyun woo”
kata hyun joon. Kemudian young in melirik kyun woo
“kenapa dari tadi kau
hanya diam kak kyun woo?” tanya young in pada kyun woo
“ah tidak apa-apa, aku
mengingat adikku yang sudah meninggal 10 tahun lalu” kata kyun woo sambil
memandang foto il sung.
“boleh aku lihat?” tanya
young in
“tentu saja ini” kata
kyun woo sambil memberikan foto il sung pada young in. Lalu hyun joon mengambil
foto itu dan meliihatnya dan terkejut karena itu sangat mirip young in saat
kecil dan saat dia menemukan young in dipinggir pantai dengan luka-luka di
wajah dan jika saja wajah young in tak terluka maka sangat tepat wajah young in
saat dan foto itu. Hyun joon memperlihatkan foto itu pada young in, young in
shock karena foto itu mirip dia saat masih muda. Tiba-tiba dia meminggirkan
mobil itu dan keluar dari mobil dengan membawa foto il sung saat masih muda,
dia berlari sambil menangis sama seperti saat masih 15 tahun dia berlari sambil
menangis, dia mendapatkan sedikit ingatannya, dia ingat saat itu dia berlari
ditengah hujan sambil menagis. Hyun joon, yoon woo dan kyun woo kaget kenapa
young in berlari dan merekapun mengejar young in. Kita flash back ke 10 tahun
lalu.
*FLASH BACK*
Il sung berlari sambil
menangis dan memegang sebuah foto yang bergambarkan dia dan keluarganya (kyun
woo, ayah dan ibunya). Dia menangis karena mengetahui jika dia bukan anak
kandung dari keluarga lee, dia sangat sedih, bahkan dia tak menyangka semua
itu. Dia tak tahu itu hanya kebohongan dan dia memang benar putri kandung
keluarga lee, kedua orang tuanya melakukan hal itu untuk melindunginya dari
orang-orang jahat yang mengincarnya, dan setelah 15 tahun orang-orang itu telah
masuk penjara dan tak akan dibebaskan dengan petisi apapun, pihak kepolisian
sudah menjamin dengan harga diri mereka sebagai polisi bahkan jaksa juga begitu.
Namun hal itu terlambat, il sung sudah terjatuh kejurang dan dinyatakan
meninggal, sebelum dinyatakan meninggal dia diseret oleh ombak pantai yang
membawanya ke tengah lautan, pastinya itu sangat menyakitkannya, orang tuanya
dan kakaknya (lee kyun woo) sangat sedih, namun kyun woo yang paling merasakan
kesedihan itu, dia benar-benar terpukul atas kepergian adik yang begitu ia sayangi, ia begitu menyayangi
il sung, meskipun kedua orang tuanya bilang jika il sung hanya adik angkatnya,
tapi dia begitu menyayangi il sung. Saat il sung dinyatakan meninggal oleh
pihak kepolisian dan SAR, kedua orang tuanya baru menceritakan pada kyun woo
kalau il sung memang adik kandungnya, mereka meminta maaf karena merahasiakan
hal itu darinya selama 15 tahun dan sekarang ini mereka sangat menyesalinya. Kyun
woo sangat sedih dia mengurung diri di kamarnya setelah penguburan il sung yang
tanpa jenazah, dia tak mau keluar kamar, tak mau makan dan minum, dia juga tak
ingin pergi ke Amerika, namun karena paksaan kedua orang tuanya dia pergi ke
Amerika untuk belajar dan bekerja di sana. Sementara kedua orang tuanya
meratapi nasib putri mereka yang malang, putri mereka harus pergi secepat itu
dan tanpa meninggalkan pesan apa-apa, hanya tangisan dan kenangan indah yang ia
sisakan untuk mereka berdua. Orang tua kyun woo juga menyesal karena tak
menceritakan jika sesungguhnya il sung adalah putri mereka, mereka meminta maaf
pada foto il sung sambil menangis. Beberapa minggu kemudian mereka memilih
untuk membuang semua kenangan il sung dan foto-foto il sung. Kyun woo yang
mengetahui hal itu tentu tak setuju dan dia rela menukarkan barang-barang il
sung dengan dia pergi ke Amerika. Kyun woo begitu sayang pada il sung.
*FLASH
BACK END*
Young
in terus berlari sampai akhirnya dia tiba di pinggir pantai, dia mulai sakit
kepala dan dia memegangi kepalanya yang sakit, tiba-tiba dia melihat
bayang-bayang seorang gadis sedang terkapar di pinggir pantai dengan beberapa luka
di wajah dan tubuhnya, itu dia waktu kecil. Young in menangis sejadi-jadinya,
dia berteriak frustasi kemudian ia terduduk di atas pasir pantai. Kemudian dia
mengingat lagi saat dia jatuh dari jurang, dia terkejut dan berteriak minta
tolong, namun tak satu orangpun yang mendengarnya. Kemudian karena terlalu
shock dia akhirnya pingsan dan tak menyadari kalau tubuhnya terkena rumput liar
yang tumbuh di sekitar jurang dan juga karena batunya yang cukup tajam, dia
mengingat itu dan kembali histeris, ia sangat sakit karena hal itu. Sementara
kyun woo, hyun joon dan yoon woo masih mengejar young in, kemudian mereka berpisah untuk mencari
keberadaan young in. Kyun woo mencari young in (il sung) ke pantai dan benar
saja dia menemukannya di pinggir pantai sedang menangis. Lalu ia mengahmpirinya
dan menepuk punggungnya.
“hei.... kenapa kau lari
tadi? Dan kenapa kamu menangis?” tanya kyun woo sembari duduk di samping young
in yang sedang menangis
“aku tak apa” kata young
in
“aku tak percaya, ini
aku lee kyun woo” kata kyun woo
“kakak, apa kau tinggal
di jeju-do?” tanya young in
“ya, aku tinggal bersama
kedua orang tuaku dan mendiang adikku di jeju-do” jawab kyun woo sambil
tertunduk mengingat adiknya
“siapa nama adikmu itu? Sekarang
dia dimana?” tanya young in
“namanya Lee Il Sung,
dia sudah meninggal 10 tahun yang lalu, namun aku belum ikhlas, karena kami tak
menemukan jasatnya bahkan kami hanya bisa mengubur barang-barangnya, tapi tak
semua, aku tak bisa melupakannya” kata kyun woo dengan mata memerah hampir
menangis
“kenapa dia bisa
meninggal?” tanya young in lagi
“dia terjatuh dari
jurang, dan setelah itu dia terseret ombak, lalu dia hilang, semua pihak angkat
tangan akan masalah itu, mereka menyerah, mereka tak sanggup menemukannya dan
memutuskan untuk il sung meninggal karena kecelakaan, aku merasa bersalah
karena aku akan pergi ke amerika dia sangat sedih dan dia tahu jika dia anak
angkat dia sedih, namun sebenarnya dia anak kandung, itu untuk melindungi dia
dari orang jahat, aku benar-benar merindukannya, adikku lee il sung bisakah kau
kirimkan aku surat dari sana? Bisakah kau hadir di mimpiku? Bisakah kau beri
aku kesempatan yang kedua? Il sung oppa kangen padamu” kata kyun woo menahan
tangisnya, namun tak bisa air mata sudah terlanjur mengalir dipipinya
“kau tak salah, itu
semua takdir, dan aku minta maaf, kakak” kata young in sambil menangis
mendengar cerita kyun woo (kakaknya)
“tidak apa” kata kyun woo
“jika sekrang adikmu
masih hidup apa yang akan kau lakukan kak?” tanya young in
“aku akan memeluknya,
aku akan meminta maaf, aku akan menjaganya 24 jam dalam 1 minggu, pokoknya aku
akan berhenti bekerja untuk menjaganya, aku sangat menyayanginya” kata kyun woo
sambil mengusap air matanya
“kakak.............. aku
amnesia, dan aku terseret ombak aku diberikan nama young in 10 tahun lalu, aku
ingat aku jatuh dari jurang dan aku jatuh di pantai sampai akhirnya aku diseret
ombak besar, aku LEE IL SUNG kakak!!! Aku juga sangat merindukanmu, kau
pelindungku kakak” kata young in dalam hati
“kenapa kau diam? Oh ia kenapa kau berlari sambil menangis?” kata kyun woo
“tidak, aku hanya ingin
menangis, kakak jangan menangis lagi, maaf tadi aku mengingatkanmu tentang mendiang
adikmu, aku akan menjadi adik yang baik untukmu” kata young in sambil menangis
dan mengelap air mata kyun woo, matanya memerah dan ia pun memeluk kyun woo
dengan erat.
“kakak, akhirnya aku
bisa memelukmu setelah 10 tahun, i miss you so much kakak, now i missing you
again kakak, aku harap ayah dan ibu baik-baik saja, kakak aku akan menjadi adik
yang baik untukmu, jika kau mau aku akan mengubur lee il sung dan menjadi shin
young in, tapi itu tak mungkin, aku tetaplah adikmu, aku tak bisa seperti ini terus,
aku harus mengingat semuanya dan kembali menjadi lee il sung, tapi aku takut,
aku tak yakin ayah dan ibu bisa menerima aku kembali. Mereka mengabaikan aku,
mereka tak sayang aku, aku hanya ingin bersamamu kakak. Tapi bagaimana dengna
yoon woo? Dia adalah kekasihku, dia cinta pertamaku, dia adalah orang yang
mencintaiku dengna tulus, dia sangat menyayangiku, dibalik sikapnya yang dingin
dia itu sangat hangat, perhatian dan baik hati. Ji yoon woo adalah pria yang
aku cintai selamanya, aku akan menjadi istinya, kakak tolong restui aku, aku
minta maaf, aku akan kembali menjadi lee il sung suatu saat nanti” kata young
in (il sung) dalam hati. Kemudian ia melepas pelukan itu dan tersenyum menatap
kyun woo. Kyun woo pun membalas senyuman il sung (young in) dengna senyuman
manis.
Mereka kemudian menuju
jalan pulang bersama-sama sambil tersenyum satu sama lain. Kemudian young in menelpon hyun joon dan yoon
woo mengatakan jika dia akan pulang dan menyuruh mereka tak khawatir dia juga
minta maaf karena sudah membuat mereka khawatir dan sekarang dia sedanang
bersama dengan kyun woo, ia akan ke seoul. Yoon woo dan hyun joon mengiyakan
dan mereka kembai ke mobil yang jaraknya sekitar 1 km dari tempat mereka
sekarang, mereka mengeluh kenapa young in seperti ini sejak 10 tahun yang lalu
ini adalah yang pertama kalianya dia seperti itu, mereka berdua walaupun
terpisah tapi kata-kata yang mereka ucapkan sedikit nyambung.
“ah!!! Anak itu kenapa
dia lari seperti ini apa dia tak lelah, astaga ini menyebalkan dia tak tahu apa
jarak dari sini menuju mobil itu 1 km, menyebakan shin young in!!!” gerutu hyun
joon
“memang dia nakal, tapi
kenapa harus berlari, aku dan dia memang suka lari, tapi sekarang kan berbeda
aku baru saja menjalani lomba lari dengan hyun joon hyung dan kyun woo hyung,
aku sekarang harus berlari lagi, astaga ini sungguh menyebalkan, 10 tahun
belakangan ini dia tak pernah berlari sambil menangis seperti itu, tapi
sekarang ada apa dengannya? Gadis itu benar-benar menyebalkan shin young in,
kalau kau bukan calon tuannganku sudah aku tinggal di apartemen saat di Amerika
tadi malam, dasar!!! Kau tidur saja kerjaannya, aku harus beres-beres, dasar
shin young in awas kau!!!” kata yoon woo dengan nada tinggi
“ah!!! Memang gadis menyebalkan, aku seharusnya menguncinya
di kamar 5 tahun lalu agar tak pergi ke Amerika, yoon woo kau juga pasti merasa
tak nyaman dengan young in yang satu ini ya?” lanjut hyun joon
“ya, aku tak nyaman
dengan gadis ini, memang dia kekasihku bahkan calon tuanganku, tapi dia
benar-benar menyebalkan dia selalu santai dan aku yang harus bersih-bersih dan
memasak, aku tahu dia tak ahli masak tapi seharusnya dia kan masak mie atau
nasi goreng atau setidaknya menyapu” kata yoon woo
“dia pintar, jadi tak
masalah jika dia tak handal masak, sesungguhnya dia bisa masak loe, masakannya
enak, tapi setelah masak dia bilang ‘aku akan memasak jika aku ingin dan aku
tak suka dipaksa’ itu yang dia katakan” kata hyun joon
“beruntung, pernah dia
masakan, aku sama sekali tak pernah dia masakan, bibi selalu memasak dan tak
menyuruh dia masak, palingan dia disuruh memanaskan air, membuat nasi goreng,
membuat mie dan yang lainnya yang mudah dilakuin, selain itu dia palingan bikin
cerita sampai jam 11 malam dan sedikit belajar, namun dia lumayan pintar dalam
bebarapa pelajaran, tapi dia benar-benar payah dalam matematika, itu sungguh
aneh, dulu waktu kecil dia yang mengajariku, namun sekarang malah terbalik”
kata yoon woo panjang lebar
“itu sedikit aneh, yoon
woo orang yang pandai matematika dan young in pandai menasihat, mereka berdua
jauh berbeda, ini aneh, tapi mereka bisa menjalani hubungan ini adalah
keajaiban, nantinya saat mereka menikah bagaimana dengan anak-anaknya ya? Jangan-jangan
anaknya mirip young in semua, bisa kacau, tapi jika mirip yoon woo itu sama
saja, mereka sama-sama suka membuat kekacauan, tapi apa sampai sekarang dia
belum mendapatkan ingatannya sedikitpun sejak 10 tahun lamanya? Aku harap dia
ingat tentang keluarganya dan asal usulnya, dan semoga itu terjadi sebelum dia
dan yoon woo menikah, agar tak ada masalah kedepannya” kata hyun joon sambil
berjalan berdekatan dengan yoon woo
“masalah apa hyung?”
tanya yoon woo tiba—tiba
“ah, mungkin aku
mengigau, tempat kami kan berjauhan jadi tak mungkin aku mendengar suaranya
disini” kata hyun joon
“hyung!!! Ini aku yoon
woo, ayo cepat lari agar tak keduluan young in dan kyun woo hyung” kata yoon
woo sembari menarik tangan hyun joon
“oh berarti aku tak
bermimpi, ok!!! Ayo kita lomba siapa yang duluan sampai di mobil maka dia yang
menang dan yang kalah harus masak untuk makan siang kita” kata hyun joon
“baiklah, eh kau tak
tahu ya kalau aku menang juara 3 lomba lari maraton” kata yoon woo yang terus
berlari
“hei tunggu, itu
bukannya young in dan kyun woo?” kata hyun joon yang tiba-tiba berhenti melihat
young in dan kyun woo berjalan bersama sambil saling menatap dan tersenyum satu
sama lain
“young in!!!” teriak
yoon woo. Young in dan kyun woo berbalik dan melihat yoon woo dan hyun joon,
mereka berdua melambaikan tangan pada yoon woo dan hyun joon dan tersenyum. Kemudian
hyun joon dan yoon woo berlari menghampiri young in dan kyun woo. Kemudian yoon
woo melirik young in tajam, hyun joon juga, mereka mungkin marah karena young
in lari tanpa sebab atau mungkin karena young berjalan berdua dengan kyun woo
dan terlihat sangat serasi. (Padahal mereka berdua kan kakak-adik, jadi ya
serasi-serasi saja, haha. Mereka berdua cemburu melihat kakak-adik ini jalan
berdua, walaupun kyun woo nggak tahu kalau young in itu sebenarnya il sung, dia
tetap yakin kalau young in ini ada hubungannnya dengan il sung, bahkan dia
berniat untuk mengorek-ngorek masa lalu young in. Dia tak tahu jika young in
mengalami amnesia, dan juga dia tak tahu jika young in mengalami kecelakaan
alam saat berusia 15 tahu, sama seperti il sung dan memang il sung itu young in
dan young in itu il sung. Semoga mereka berdua bisa bersama lagi setelah 10 tahun).
Kemudian young in
mengajak mereka bertiga untuk berlari lagi, karena mobil mereka sudah tak jauh
dari sana hanya 500 meter dari tempat mereka sekarang. Sambil berlari young in
berkata kalau dia minta maaf dan dia akan memasakkan makan malam, karena ini
sudah sore.
“karena aku membuat kalian
semua berolah raga siang-siang seperti ini, jadi aku akan memasakaan kalian
makan malam, toh nantinya kita sampai di seoul sudah sore, jadi aku masakan
makan malam saja ya! Jagan marah, tenang aku yang akan menyetir, lagian aku
yang membuat masalah, jadi aku juga yang harus mengatasinya, ayo lari lebih
cepat” kata young in sambil tersenyum sambil berlari.
“ijinkan aku yang
mengemudi, karena kalian semua pasti lelah dan tak terbiasa berlari, aku sangat
suka lari jadi tak masalah, aku akan menyetir” kata kyun woo
“wah kau dari dulu tak
berubah sukanya lari, apa kau mengikuti lomba lari maraton dan mendapatkan
juara 1 lagi? Sudah lama kita tak lari bersama kak, aku rindu saat kita berlari
bersama-sama lagi seperti dulu” batin young in
“tak usah kak, aku yang
akan menyetir, oh ia terima kasih banyak sudah menemukannku dan menenangkanku
ya! Kyun woo oppa” kata young in
“yah sama-sama” jawab
kyun woo sambil tersenyum. Hyun joon dan yoon woo saling melirik satu sama lain,
mereka cemburu, kemudian yoon woo memberanikan diri menghampiri kyun woo lalu
bicara padanya.
“hyung! Apa kau pernah
mengikuti lomba lari maraton?” tanya yoon woo
“yah! Tentu saja, bahkan
dari aku masuk SMA di Amerika aku ikut dan aku bisa, bagaimana denganmu?” kata
kyun woo dan bertanya balik pada yoon woo
“yah aku juga aku juara
3, masih jadi yang terendah” kata yoon woo
“itu sangat bagus, kau
sudah berusaha keras, aku menjadi yang terbaik, dan mendapat mendali, tapi aku
masih banyak kekurangan namun sekarang aku sudah memilih untuk tenang dan tak
lomba lagi, karena aku ingin menjadi
profesor atau setidaknya aku ingin menjadi seorang anak yang baik untuk ayah
dan ibu” kata kyun woo
“woww! Tak ada orang
sepertimu kak! Kau hebat, kau pintar dan bijak sungguh mengagumkan” puji young
in sambil tersenyum
“tidak seperti itu young
in, itu berlebihan” kata kyun woo merendah
“argh! Dia baru saja
hadir, tapi sudah menyedot perhatian lebih!!!” batin hyun joon
“kenapa hyun joon?”
tanya kyun woo tiba-tiba pada hyun joon
“tidak, kau memang hebat”
kata hyun joon
“aku tahu kau bohong”
kata kyun woo dalam hati
“kau penjilat” batin
hyun joon
“astaga kenapa dengan
orang ini?” batin kyun woo
“sudah, ayo pulang, itu
mobilnya” kata yoon woo
“oh ia, ayo!” kata
mereka bertiga
“baiklah aku tak akan
membiarkan orang itu mengganggu young in ataupun yoon woo” batin hyun joon
sambil menatap sinis kyun woo
“sabar kak” kata
seseorang tiba-tiba di samping kyun woo!!! Itu seorang anak gadis, namun hanya
kyun woo yang melihatnya, itu il sung kecil
“oh kau, kau tahu dimana
kau sekarang?” tanya kyun woo sambil berbisik
“yah! Ini tempat diriku
yang remaja ditemukan oleh seseorang yaitu orang itu, orang yang kau ajak
bertengkar tadi” jawab il sung kecil
“jadi??? Apa kau
sekarang masih hidup???” tanya kyun woo pada il sung kecil dengan nada tinggi. Young
in dan yoon woo berbalik dan menatap kyun woo dengan tatapan heran
“lalu? Apa kau hidup
sampai saat ini?” tanya kyun woo dengan nada yang begitu rendah
“kau sudah menemukan aku
kak!! Jadi kau tak usah rindu padaku, aku akan pergi, kau jaga diriku yang
dewasa dengan baik ya” kata il sung kecil
“ya tentu saja, tunggu,
bisakah kau beritahu dirimu yang sekarang jika dia harus pulang ke jeju-do
secepatnya?” jawab kyun woo
“ok!!! Lihat aku akan
memberitahu diriku yang sekarang, kakak jaga dirimu baik-baik ya! Selamat
tinggal, jaga ayah dan ibu baik-baik ya!!! Aku pergi, daa kakak sayang” kata il
sung kecil dan dia menghilang seketika, sebelum itu dia memberikan sebelah
anting miliknya saat dia hilang 10 tahun lalu, kyun woo memegangnya erat.
“baiklah, jaga dirimu
dan semoga aku menemukannmu il sung” kata kyun woo. Lalu kyun woo tersenyum dan
menghampiri young in dan yoon woo, mereka kemudian naik mobil, young in dan
hyun joon di depan sementara kyun woo dan hyun joon di belakang. Mereka
kemudian sampai di seoul jam 6 sore waktu korea selatan. Sesampainya mereka di
apartemen young in mereka mengambil barang-barang dan membawanya ke dalam
apartemen. Tiba-tiba kyun woo mendapat telpon dari Yu Ra, kalau ada kemungkinan
il sung masih hidup, karena polisi dan SAR menemukan sebelah anting il sung
yang hilang 10 tahun lalu.
“yeoboseyo, kyun woo aku
punya berita untukmu apa ini baik atau tidak tapi polisi dan tim SAR bilang
kalau mereka menemukan sebelah anting milik il sung di laut incheon beberapa
jam yang lalu, ada seseorang yang melihat sesosok gadis terdampar di pinggir
pantai 10 tahun lalu dan ada seorang pria sedang memancing membawanya pergi
dari sana, orang itu bilang akan membawa il sung yang terluka ke rumah sakit,
maaf mereka baru mengetahuinya beberapa saat lalu” cerita yoo ra
“benarkah? Il sung masih
ada kemungkinan hidup? Kenapa kasus ini dibuka kembali?” tanya kyun woo
“karena seorang asisten
polisi yaitu adikku aku mintai tolong untuk membuka kasus ini lagi, untuk
mengetahui kebenaran yang sebenarnya, aku yakin il sung masih hidup” kata yoo
ra
“yah terima kasih banyak
yoo ra, karenamu aku akan bisa menemukannya adikku lee il sung” kata kyun woo
“ya, sama-sama kita kan
sahabat baik” kata yoo ra
“aku akan pulang besok”
kata kyun woo
“ya, aku akan menunggumu”
kata yoo ra
“baiklah, sampai jumpa”
kata kyun woo
“ok” kata yoo ra sambil
menutup telepon. Tak sengaja young in mendengarnya, dia menjatuhkan tas yang
sedari tadi ia pegang, kyun woo terkejut dan mendapati young in ada di
belakangnya dan mungkin mendengar yang dia bicarakan di telepon tadi.
“ada apa young in?”
tanya kyun woo
“tidak, tanganku licin
jadi tasnya jatuh, ayo masuk kak, kau besok pulang ke jeju ya? Boleh aku ikut? Aku
tak pernah kesana sebelumnya” kata young in sambil mengambil tasnya yang
terjatuh
“ya, baiklah, aku
sebenarnya waktu kecil pindah ke jeju saat usiaku 4 tahun, karena ada masalah,
sebenarnya aku dari Cheonan dan aku juga lahir disana, adikku juga, tapi kami
pindah ke jeju-do karena ada masalah, sebelumnya terima kasih sudah
memperbolehkan aku menginap disini” kata kyun woo
“ya sama-sama, karena
kau mirip dengan seseorang sebelum aku amnesia 10 tahun yang lalu, jujur aku
tak tahu asal-usulku, dulu 10 tahun yang lalu, kak hyun joon biang dia
menemukan aku di pantai dekat Incheon, lalu dia membawaku kerumah sakit, lalu
dia memberiku nama YOUNG IN, dan keluarga yoon woo yaitu paman dan bibinya
memberi marga SHIN padaku, jadi sejak itu namaku Shin Young In, nama yang lucu
menurutku, oh ia maaf bertele-tele ayo masuk kak” kata young in dan membawa
tasnya masuk.
Sementara kyun woo masih
terdiam dengan cerita young in tadi, mungkinkah young in adiknya? Mungkinkah il
sung memang benar masih hidup? Mungkikah young in itu il sung yang amnesia? Atau
mereka hanya mirip saja, tapi kyun woo berharap yang terbaik untuk dirinya,
young in dan il sung.
“il sung I Missing You
Again, the day you went away from me, i’m really sad, i’m crying because that,
if you know i am your brother alway missing you and i miss you so much lee il
sung” kata kyun woo
“i miss you too kyun woo
oppa, i really miss you so much, when you know if i your younger sister kyun
woo oppa” batin young in
“kakak, ayo masuk!!! Aku
akan membuatkan makan malam untuk kalian semua, dan aku jamin pasti enak” kata
young in pada kyun woo
“baiklah, aku juga
pandai memasak, aku pernah bekerja di restoran untuk membuat makanan dari
berbagai negara, aku cukup pandai masak, kau mau masakan apa? Eropa? Itali? Jepang?
Spanyol? Atau yang lain?” kata kyun woo sambil tersenyum dan memakai topi
kokinya
“wah hebat!!! Kau memang
hebat kak! Ajari aku masak ya?!! Karena aku jarang masak, palingan aku hanya
msaka ramen atau mie yang lainnya, kau bisa membuat TEOBOKI? Kata orang itu
sangat enak, tapi aku belum pernah memakannya” kata young in
“baiklah” jawab kyun woo
lalu berjalan masuk menuju apartemen. Dari jendela apartemen yoon woo melihat
itu dan ia merasa sedikit cemburu, karena kekasihnya bersama dengan orang lain
dan sangat akrab, selama beberapa hari belakangan ini, young in tak pernah tersenyum sampai seperti
itu, senyuman tulus dari dalam hati. Yoon woo dalam hati sangat sedih karena
hal itu, dia yang tadinya ceria menjadi murung. Young in adalah gadis pertama
yang membuat hatinya luluh, membuat ia tertawa puas sesuka hatinya, jika ingin
menangis ia bisa menangis sekerasnya di pelukan young in, mereka sangat akrab
dan sangat dekat. Yoon woo adalah anak dari seorang presedir Julian Park Group,
dia anak bungsu dari 3 bersaudara, kakaknya yang pertama bernama Yong Woo
(pewaris utama Julian Group) dan anak tertua, yang pintar, rajin dan ulet,
sekarang dia berada di Kanada melanjutkan Studitnya sambil bekerja. Dan
kakaknya yang kedua bernama Yeon Woo seorang wanita muda yang sukses karena
usaha butiknya dan juga karir yang sukses di bidang politik, dia juga sudah
menikah dengan seorang pengusaha terkemuka di Korea, dia cantik, pintar dan
sukses. Sementara Yoon Woo adalah anak yang sering sakit-sakitan, sedikit malas
belajar dan tak terlalu menonjol, maka dari itu kedua orang tuanya
menitipkananya pada paman Shin dan bibi Ji, mereka berdua memiliki seorang
putri dan putra, namun mereka juga sayang pada yoon woo dan kasihan padanya
karena yoon woo tak terlalu disayang oleh kedua orang tuanya, karena kedua
orang tuanya juga sibuk bekerja, dan terlalu sibuk di luar rumah. Yoon woo
sudah bersama paman dan bibinya sejak usianya 10 bulan, usia yang sangat muda
bahkan masih bayi sudah dititipkan. Sejak itu dia tinggal bersama paman dan
bibinya dan mendapatkan kasih sayang yang bisa dikatakan sangat cukup, sejak
itu dia tak lagi pernah melihat secara langsung kedua orang tuanya, bahkan
mereka tak pernah menjenguknya sekalipun, setelah 2 bulan menitipkan yoon woo
kecil pada paman dan bibinya kedua orang tua yoon woo pergi ke Amerika bersama
Yong Woo dan Yeon Woo dan hanya menitipkan 10
juta won untuk merawat yoo woo sampai besar dan juga untuk biaya
sekolahnya, namun paman dan bibinya tak menerimanya karena mereka merawat yoon
woo dengan tulus tanpa meminta imbalan apapu, bahkan mereka menganggap yoon woo
putra mereka sendiri.
Dan semenjak saat itu
yoon woo tak mengenal lagi yang namanya Tn Ji dan Ny Ji, karena sudah tak
mengangapnya sebagai seorang anak. Yoon woo sangat senang bisa bertemu dengan
young in dan dia sangat mencintai young in tulus dari dalam hatinya bahkan dia
rela melakukan apa saja untuk young in, sebenarnya young in juga mencintai yoon
woo dengan segenap jiwanya, namun yoon woo sekarang sudah tak mempercayainya
lagi semenjak tadi siang mereka bertemu dengan kyun woo. Nasib yoon woo
benar-benar malang, kedua orang tuanya benar-benar tak mengingatnya sama
sekali, maka dari itu paman dan bibinya tak pernah membiarkan yoon woo bertemu
dengan kedua orang tuanya. Maka dari itu yoon woo tak pernah mengangap kalau
ada kedua orang tuanya di dunia ini, karena memang semua itu salah kedua orang
tuanya yang tak memperhatikannya sejak lahir. Orang yang bersama yoon woo
adalah Shin Mi Yoon dan Shin Jung Yoon, mereka berteman baik dan mereka saling
menyayangi satu sama lain, mereka berbagi makanan, tempat tidur dan orang tua,
mereka yang lebih akrab dengan yoon woo dari pada kedua kakaknya yoon woo. Lamunan
yoon woo buyar karena hyun joon mengagetkannya dan bilang kalau dia tak akan
membiarkan kyun woo mengambil young in dari yoon woo.
“aku tak akan membiarkan
young in direbut oleh kyun woo itu, kau tenang saja, aku akan ada di belakangmu
dan tak ‘kan membiarkan kyun woo lebih dekat lagi dengan young in, kau tenang
saja yoon woo” kata hyun joon
“iya kak, tapi tenang
saja, young in tak akan berpaling pada kyun woo karena aku yang lebih dahulu
bertemu dengannya dan bukan kyun woo itu, sebelumnya terima kasih kak” kata
yoon woo
“ya, sama-sama yoon woo”
kata hyun joon
“aku boleh minta sesuatu
kak?” kata yoon woo tiba-tiba
“ya, tentu saja,
apa yang kau minta???” kata hyun joon
“aku ingin jika nanti
aku meninggal, tolong jaga young in” kata yoon woo sambil menunduk
“kenapa tiba-tiba kau
berkata seperti itu? Apa kau menderita suatu penyakit yang parah?” kata hyun
joon meihat yoon woo, dia jadi khawatir
“tidak. Bukan begitu,
aku hanya ingin jika tiba-tiba aku meninggal agar ada yang menjaga young in
untukku” kata yoon woo sambil menatap hyun joon dan memegang tangannya
“jangan berkata seperti
itu yoon woo!!! Aku tak mau! Pokoknya kau yang harus menjaga young in, karena
kau yang lebih berhak, kau kekasihnya, 2 minggu lagi kalian akan menikah bukan
tunangan. Aku akan menyiapkan semuanya untuk kalian berdua, karena aku sayang
kalian berdua sudah seperti adikku, young in adikku, jadi aku akan usahakan
yang terbaik untuknya, aku akan menyingkirkan yang menghalangi kalian bersatu”
kata hyun joon sambil menepuk pundak yoon woo
“terima kasih kak, kau
lebih mengerti aku dari pada kedua kakak kandungku yang tak pernah menemuiku
sekalipun seumur hidupku, kau aku berterima kasih padamu” kata yoon woo sambil
tersenyum
“ya, sama-sama, karena
kau juga adikku, yoon woo, aku harap kau bahagia dengan young in” kata hyun
joon sambil membalas senyuman yoon woo dengan senyuman pula
“hyun joon hyung arigatoo goozaimasu!!!” kata yoon woo
“ne cheonmaneyo yoon woo”
balas hyun joon
“aku percaya young in
hanya mencintaiku seorang” kata yoon woo lagi
“ya, aku juga” kata hyun
joon
“ayo berpikiran positif
seperti young in” kata yoon woo
“baiklah, ayo kita
bereskan barang dan makan malam” kata hyun joon. Tak mereka sadari young in
mendengarnya dan menahan air matanya agar tak keluar, namun air matanya sudah
terlanjur keluar dan membasahi pipinya. Kyun woo melihatnya dan mengahmpirinya
dan bertanya kenapa young in menangis lagi.
“kenapa kau menangis
lagi?” tanya kyun woo
“tidak apa, aku hanya
kelilipan, karena banyak debu, aku mau bersih-bersih karena sudah lama kau tak
pulang, jadi agak kotor” kata young in
“oh begitu, sini aku
bantu” kata kyun woo
“tidak usah, kakak aku
boleh minta sesuatu padamu?” kata young in
“ya, tentu saja, memang
apa yang kau inginkan?” kata kyun woo
“bisakah kita jaga
sedikit jarak kita? Aku tahu sebenarnya kita memang ada hubungan darah, namun
yoon woo tak mengerti hal itu, aku tak ingin melukai hatinya, bisakan kak?”
kata young in
“maksudmu? Ada hubungan ‘darah’
itu maksudmu apa? Memangnya kau itu anak dari siapa? Paman atau bibiku?” tanya
kyun woo bingung
“aku tak tahu ini benar atau tidak, tapi aku rasa il sung
dan aku itu sama, aku sedikit ingat kejadian 10 tahun lalu” kata young in
“apa maksudmu kau ini
adikku lee il sung?” kata kyun woo dengan nada tinggi dan membuat yoon woo dan
hyun joon mengengok mereka berdua dan ikut mengobrol dengan mereka berdua
“ada apa young in, apa
kau ingat masa lalumu? Apa ingatanmu sudah pulih?” tanya yoon woo khawatir
“mungkin iya, namun aku
rasa aku memang il sung, karena dulu aku pernah menceritakan pada kak hyun joon
dan kau yoon woo aku ingat jika aku terdampar di pantai jeju-do lalu ada
ombak besar menyeretku dan membawaku ke
tengah kaut kareta shock aku tak sadarkan diri dan saat aku sadar aku sudah
berada di rumah sakit, namun aku tak yakin jika pantai itu di jeju-do, bisakah
kita besok ke jeju untuk memastikannya?” kata young in
“baiklah, besok aku akan
mengantarmu ke pantai itu” kata kyun woo
“baiklah aku juga ikut”
kata yoon woo
“aku juga, aku juga bisa
membantu dalam menguak siapa young in sebenarnya, tapi sebelumnya tak bisakah
kita makan? Aku sudah sangat lapar” kata hyun joon
“aku juga, cacing-cacing
dalam perutku sudah protes dari tadi” imbuh yoon woo
“oh kasihan kekasihku
ini, aku akan membuatkan makakan special untukmu yoon woo sayang, haha” kata
young in
“harus enak jika tidak,
aku akan membuangnya tepat didepanmu” kata yoon woo
“iya-iya yoon woo,
makanan apa yang kau inginkan?” kata young in
“tentu saja makanan saat
kita pertama kali memasuki rumah paman dan bibi setelah kita pulang dari rumah
sakit, buat yang enak ya!!!” kata yoon woo kemudian memencet hidung young in
“ok tuan yoon woo” kata
young in sambil tersenyum sambil memegangi hidungnya yang dipencet yoon woo
tadi
“baiklah aku akan masak,
kalian bertiga mengobrol dan duduk denga baik di ruang makan ya! Sambil
membereskan tempat duduk dan meja makan sekalian, aku butuh seorang asisten ada
yang mau membantu?” kata young in sambil memakai celemek dan membawa sendok
besar
“tidak” jawab mereka
serempak
“baiklah, aku tinggal
menelpon saja” kata young in sambil mengeluarkan ponselnya dan siap menelpon
seseorang
“haloo, bisakah kau
membantuku menjadi asistenku jam ini?” kata young in
“ya tentu saja noona,
diamana kau sekarang? Oh ia di apartemenmu kan?” kata orang yang di telepon
young in
“ya, tentu saja, aku
memasak untuk 3 orang pria dengan makanan yang lezat, jika kau gagal makan
makanan itu akan dibuang tepat di depanku, aku tak ingin malu, jadi bantu aku
untuk menjadi asistenku ya! Aku akan menaikan jabatanmu jika hasilnya bagus”
kata young in sambil tersenyum
“ok noona, tenang saja,
serahkan pada cef Seo Jung Won ini!” kata orang itu
“baik, terima kasih, aku
menunggumu 10 menit kau harus sudah sampai!” kata young in sambil menghitung 10
menit
“ok! Aku sudah sampai”
kata jung won. Tiba-tiba bel apartemen young in berbunyi lala ia melihat siapa
yang datang dan ternyata jung won!
“siapa yang menyuruhmu
datang secepat ini hah?!” kata young in sambil membuka pintu
“tentu saja kau noona,
aku rindu padamu!” kata jung won dan tiba-tiba memeluk young in
“dasar anak nakal! Siapa
yang mengijinkanmu memelukku hah?!” kata young in sambil menendang kaki jung
won
“aduh sakit noona! Kau
ini tak pernah berubah dari dulu ya! Ayo kita masak lagi, sudah lama tak
memasak bersama lagi ya noona?” kata jung won
“ya, sudah lama, ayo
masuk” kata young in sambil merangkul jung won dan berjalan masuk kedalam
apartemen. Sesampainya didalam hyun joon, yoon woo dan kyun woo terkejut karena
young in merangkul seorang namja tampan yang memakai topi koki
“hei young in siapa lagi
yang kau bawa kerumah???!!!” kata seseorang dari belakang. Mereka semua
menoleh, ternyata itu adalah Lee Ae Yu, teman young in dari kecil
“hehe, kau rupanya ae
yoo, oh ia kau ternyata ada di Korea juga apa kuliahmu sudah selesai?” kata
young in
“sudah jangan banyak
basa-basi, aku memang sudah sampai 2 hari yang lalu, kau lambat benar young in,
hei kau mau bawa kemana adikku itu?” kata ae yoo
“oh jung won? Aku akan
menjadikannya asisten untuk memasak” kata young in menjelaskan
“tidak bisa! Dia adikku,
maka aku yang akan menggantikannya, aku pandai memasak, lebih dari dia, dia
memang koki dan juga calon master cef, tapi aku masih lebih unggul dari dia”
kata ae yoo sambil tersenyum
“ah dia membual lagi”
kata jung won
“eh siapa yang kau
katakan membual hah?” kata ae yoo sambil menendang kaki jung won
“aduh sakit kak, kalian
berdua sama saja, aku tak mau masak, kalian saja yang memasak!!” kata jung won
sambil duduk disamping hyun joon, yoon woo dan kyun woo. Kyun woo, yoon woo dan
hyun joon hanya diam saja, mereka tak mengerti tapi mereka lebih memilih untuk
diam saja.
“baiklah aku Lee Ae Yoo
aku akan memasak, jadi jika rasanya enak tak usah memuji ya! Sudah biasa,
karena aku lulusan dari sebuah universitas di Italia jurusan Boga, jadi aku
sudah bisa memasak setelah 4 bulan belajar, aku juga pernah belajar di Amerika
untuk memasak dan aku berhasil menyelesaikannya dalam 5 bulan saja, eh tunggu
kau Kyun Woo kan? Kau hebat dalam memasak, aku memang kalah waktu itu, tapi aku
sudah berusaha dengan baik dan akhirnya aku lebih dahulu lulus dari pada dirimu”
kata ae yoo panjang lebar
“oh kau si burung yang
selalu berkicau itu ya? Julukanmu burung Beo” kata kyun woo. Ae Yoo terdiam,
yang lain tertawa keras dan membuat ae yoo malu
“ah sudah aku mau masak,
terserah, jika tak enak aku akan memakannya sendiri, jangan dibuang, karena
membuang-buang makanan itu tak boleh, membuat sumber daya alam menjadi
berkurang” kata ae yoo sambil berjalan ke dapur dan memakai celemek
“kakak, maaf aku tak
membantu” kata jung won pada young in
“ya, tak apa tunggu aku
dan ae yoo akan memasakan kalian masakan yang enak” kata young in sambil
berjalan ke dapur. Mereka berempat kemudian mengobrol sementara ae yoo dan
young in memasak di dapur.
“hei kak, kau kyun woo ya?” kata jung won
“ya, darimana kau tahu
namaku?” kata kyun woo
“aku tahu pasti dari ae
yoo, anak itu memang suka menceritakan apa saja pada jung won” kata yoon woo
“benar kak! Memang ae
yoo noona yang menceritakanmu kak, dia itu berpindah-pindah sekolah setiap
tahun, aku dan dia memang berbeda marga, karena kita saudara tiri, ayahnya
menikah dengan ibuku, namun kami saling menyayangi satu sama lain, jarang ada
yang seperti kami” kata jung won
“kalian memang saling
sayang satu sama lain, semua orang tahu itu, tapi ‘kan tak jarang kalian
bertengkar karena hal sepele” kata hyun joon
“iya, itu memang benar,
oh ia kyun woo hyung, noonaku bilang kau sangat pintar, kalian berteman saat di
Amerika kan?” kata jung won
“kami berteman? Astaga
itu tak mungkin kami hampir setiap kali bertemu selalu bertengkar, dia selalu
membuat gara-gara” kata kyun woo
“wajar hyung, karena dia
tak memiliki banyak teman, jadi dia sering membuat masalah, sejak ditinggal
pergi oleh ibunya dia menjadi uring-uringan, bahkan adiknya juga diajak oleh
ibunya pergi dan menikah lagi dengan seorang pria yang jauh lebih kaya dari
ayahnya, jadi jangan buat dia sedih ya hyung, aku harap kau bisa menjaga
noonaku itu, sesungguhnya dia sangat baik dan hangat, dia juga sangat pintar di
sekolah, semoga dia nanti bisa menikah dengan orang yang tepat” kata jung won
“wah kyun woo dititipi
anak oleh jung won” ledek hyun joon
“wah hyung, kau sudah
direstui oleh jung won untuk meminang ae yoo, gadis manis yang sedang memasak
itu, kalau kau mengenal dia lebih dekat pastinya kau akan tahu siapa dia
sebenarnya, dia sangat baik pada young in dan aku, dia akan jahil pada orang
yang dia sayang atau dia kenal dengan baik, atau orang yang dia suka” imbuh
yoon woo, meledek kyun woo
“apa yang kalian
bicarakan, aku tak suka pada ae yoo, kami hanya kenal sebentar dan hanya teman
dan tak lebih dari itu” kata kyun woo
“aku kecewa padamu” kata
jung won
“hei apa yang kalian
ributkan?” teriak ae yoo dari dapur
“tidak” jawab mereka
serempak
“kyun woo sudah memiliki
kekasih namanya Nam Yoo Ra, dia sekarang di jeju-do dan menunggu kyun woo
pulang kesana, lagian kekasihku nanti marah” kata ae yoo
“pacarmu yang mana
noona? Sejak kapan kau pacaran lagi setelah Jung Tae Hyun?” kata jung won
“jadi dia pernah
berpacaran?” tanya hyun joon meledek
“dia pacaran cuma 1x
saat SMP, namun aku tak ingat namanya dan beberapa tahun lalu dia pacaran
dengan Jung Tae Hyun, dia
tampan, baik, pintar, sangat menyayangi noonaku, namun sayang dia sudah
dijodohkan oleh kedua orang tuanya dan dipaksa menikah dengan gadis pilihan
kedua orang tuanya dan gadis itu teman noonaku waktu kecil, noona sangat
terluka, aku tak mau dia terluka lagi” cerita jung won
“bisakah kau diam Seo
Jung Won? Bagaimana seorang anak laki-laki bisa banyak bicara sepertimu ini?”
kata ae yoo dari dapur
“jung won kakakmu sudah
sangat marah, jadi jangan bicara lagi” imbuh young in
“oh kau masih disana,
aku pikir sudah hilang” kata jung won
“diam” kata ae yoo
“sudah lanjutkan ae yoo
masak” kata young in
“ah! Panas tahu!” kata
ae yoo
“maaf, kau tak apa?”
kata young in
“tidak apa-apa, aku akan
mengambil mangkok dan gelas” kata ae yoo
“di sana, diatas di laci
paling atas” kata young in
“baiklah, yang diluar
tolong ambilkan kursi, karena aku tak
bisa meraihnya, ah itu kursinya di samping kyun woo, jung won ambilkan itu
untukku” kata ae yoo sambil menunjuk
“ok noona” kata jung won
“biar aku yang
memberikannya pada gadis tengik itu” kata kyun woo
“hmm” mereka bertiga serempak mendehem pada kyun
woo
“sudah ayo naik, aku
pengangi” kata kyun woo
“kenapa harus kau?” kata
ae yoo
“sudah jangan protes,
cepat, aku dan semuanya sudah lapar” kata kyun woo. Kemudian ae yoo naik ke
kursi dan mengambil mangkok yang ada di laci atas, tiba-tiba mangkoknya jatuh
karena licin dan kyun woo terkejut, ia melepaskan pegangannya pada kursi, eh ae
yoo malah terjatuh.
“aduh sakit, tunggu tapi
kenapa hangat ya?” kata ae yoo tak sadar menindih tubuh kyun woo
“bangun dari atas
tubuhku!” kata kyun woo
“astaga, kenapa bisa
seperti ini?” kata ae yoo, tiba-tiba sebuah mangkok kembali jatuh dan hampir
mengenai kepala ae yoo, tapi untung kyun woo melindungi kepala ae yoo dengan
tangannya, jadinya tangan kyun woo berdarah karena melindungi kepala ae yoo,
tapi kepala ae yoo sedikit kena mangkok, jadinya berdarah. Semua orang melihat
mereka dan langsung mengerumuni mereka. Jung won khawatir pada kakaknya dan
berterima kasih pada kyun woo karena sudah melindungi noonanya.
“noona, kau tak apa?”
kata jung woo sambil membangunkan ae yoo
“tidak, kyun woo tanganmu
berdarah, tunggu aku akan mengambilkan kotak p3k” kata ae yoo berdiri dan pergi mengambil kotak p3k
“hyung terima kasih
sudah menyelamatkan noonaku yang ceroboh itu” kata jung won
“ya, sama-sama” kata
kyun woo
“kakak tanganmu, sini
kita harus mengobatinya” kata young in
“tak apa, ini luka
ringan” kata kyun woo
“apanya yang ringan?
Kalau terus dibiarkan itu bisa iritasi” kata young in
“aku kembali, dan ini
obatnya, ayo duduk dan aku akan mengobatimu” kata ae yoo
“baiklah, aku akan mengobatinya
sendiri” kata kyun woo
“jangan bandel, sini
tanganmu!” kata ae yoo sambil menarik tangan kyun woo dan mengobatinya
“pelan-pelan sakit tahu”
kata kyun woo
“dasar anak manja,
segini saja sakit, berapa umurmu sekarang?” kata ae yoo
“27! bulan desember
nanti 28, mamangnya kenapa?” kata kyun
woo
“habisnya umurmu sudah
segitu masih saja mengeluh sakit, tapi terima kasih sudah menyelamatkaku ya
tuan Lee Kyun Woo, marga kita sama” kata ae yoo
“ya, sama-sama, kalau
tak tanganku yang terluka maka kepalamu pasti yang akan terluka, aku tak mau
kau terluka karena aku, karena aku tak memegangi kursi dengan baik maksudku”
kata kyun woo
“ya, sudah, oh ia tadi
kenapa kau mengatakan aku menyebalkan? Aku memang menyebalkan dan
kekanak-kanakan tapi aku punya alasan untuk seperti itu, dan kalian tak perlu
tahu apa alasannya” kata ae yoo sambil beranjak bangun. Kyun woo mencegatnya
dengan memegang tangan ae yoo lalu ia minta maaf
“maaf, karena aku
mengatakanmu menyebalkan, tapi aku tahu sebenarnya kau anak baik” kata kyun woo
“tak usah menghiburku,
sekarang aku tahu selama ini aku hanya sepeerti anak kecil yang tak tahu
bagaimana sebenarnya kejamnya dunia ini, aku ditinggal menikah oleh kekasihku,
aku ditinggal pergi oleh ibu dan adikku dan mereka bersenang-senang, aku sekarang tahu hanya diriku sendiri yang
bisa menyelamatkan diriku, tak ada orang lain yang akan selalu ada disampingku, menemaniku, bermain dengaku, walaupun jung won
adikku, tapi tak selamanya dia akan ada disisiku, suatu saat dia pasti akan
menikah dan pergi dari sisiku, jadi mulai sekarang aku akan mencoba hidup
sendiri. Kyun woo terima kasih dan selamat tinggal” kata Ae Yoo sambil tersenyum
dan pergi meninggalkan kyun woo dan keluar aprtemen young in sendiri. Jung won
mengejar noonanya karena dia akan menjelaskan yang sebenarya dikatakan oeh kyun
woo hanya bercanda. Tapi dia sudah terlambat noonanya sudah pergi, padahal
kepalanya berdarah juga dan perlu diobati.
“noona aku akan jelaskan
jadi tunggu dulu noona, kau tak menyebalkan, kyun woo hyung hanya bercanda noona,
jangan pergi” kata jung won sambil mengejar noonanya itu
“jangan mengejarku, aku
akan pergi, jangan menghubungiku, karena aku akan mematikan ponsel, jangan
khawatirkan aku karena aku sudah besar, jangan tangisi kepergianku karena aku
belum meninggal” kata ae yu sambil berlari dan kemudian menaiki motor gedenya {....???}
“astaga noona, baiklah
kau tak membawa ponsel, kau tak ingin aku khawatir baik-baik, ku mohon jaga
dirimu baik-baik noona” teriak jung won sambil melambaikan tangannya pada
noonanya, namun dia baru ngeh jika kepala noonanya juga berdarah, dia bergegas
ke apartemen young in lagi untuk meberitahukan hal itu pada mereka semua.
“ada yang tahu biasanya
kemana noonaku pergi?” tanya jung won sambil terengah-engah
“biasanya dia akan pergi
kesuatu tempat yang dia anggap bisa menghiburnya” kata young in
“biasanya di daerah
mana? Karena ini gawat, dia tak membawa ponsel, bukan karena tak membawa
ponsel, tapi karena kepalanya berdarah, aku khawatir, tapi dia menyuruhku untuk
tidak khawatir, apa yang harus aku lakukan? Noonaku tak pernah seperti ini lagi
setelah 4 tahun yang lalu, noonaku bisa kena sindrom lagi, aku harap ada
seseorang disampingnya saat dia mengalami sindrom” kata jung won
“maaf ini semua karena
aku, karena aku terlalu jujur padanya” kata kyun woo
“kau berbohong!!! Ae Yu
bukan gadis menyebalkan! Tak bisakah kau tak melukainya lagi?” kata hyun joon
“aku setuju hyung, aku
setuju Lee Ae Yu bukan gadis menyebalkan, malah dia menyenangkan, jung won apa
dia pergi menggunakan MOGEnya lagi?” kata yoon woo
“iya” jawab jung won
“ini bisa jadi masalah
besar, 4 tahun yang lalu dia membawa mogenya dan menghilang selama 4 bulan
pula, astaga gadis itu, kakak bisakah kau mencarinya, karena kau merasa
bersalahkan?” kata young in
“baiklah aku yang akan
mencarinya, aku akan minta maaf padanya, apalagi aku pernah jahil padanya saat
di Amerika, aku menguncinya di Kamar Mandi yang gelap karena dia keterlaluan
mengolok-ngolok diriku” kata kyun woo
“lalu apa yang terjadi
setelah kau mengurungnya di kamar mandi yang gelap itu?” tanya young in
“aku tak tahu, karena
aku langsung meninggalkannya” kata kyun woo
“kapan itu?” kata jung
won
“sekitar 2 tahun yang
lalu” kata kyun woo
“tahukah kau saat itu
noonaku ditemukan pingsan disana oleh temannya yang orang Amerika dan dibawa
kerumah sakit, karena noonaku sangat takut gelap dan dia tak akan tahan dengan
yang namanya gelap, dia akan berkeringat dingin, dan bahkan dia mengidap fobia
gelap, jadi dia benar-benar takut gelap, apalagi dia paling takut yang namanya
hantu, dia tak takut pada gurunya atau preman dia lebih takut pada hantu. Seteah
kejadian itu dia dirawat dirumah sakit beberapa hari dan kamarnya selalu
disinari lampu, kalau tidak dia akan sakit lagi” cerita jung won
“astaga betapa kejamnya
dirimu kak” kata young in
“aku benar-benara tidak
tahu, astaga aku benar-benar salah, aku tak tahu hal itu, sungguh, jung won
maafkan aku” kata kyun woo sambil tertunduk
“mungkin sekarang dia ke
makam mendiang kakaknya Lee Min Ae, kakaknya itu meninggal ditempat gelap tepat disamping
noona Ae Yu, dia meninggal karena ada orang yang menembaknya, sebenarnya mereka
mengincar keduanya, tapi ae yu pingsan, jadi mereka kira sudah meninggal, tapi
Min Ae tak bisa diselamatkan dan meninggal, sebelum meninggal dia memakaikan kalungnya
pada noona ae yu. Karena hal itu noona menderita fobia gelap, aku sangat
khawatir padanya, saat menceritakan hal itu dia menangis dan memegangi fotonya
bersama kakaknya itu” kata jung won sambil menunjukan foto Min Ae dan Ae Yu.
“aku tahu gadis ini, oh
ia dia teman sekolahku saat sekolah dasar, aku pernah menyukainya, tapi
kemudian mereka bilang dia meninggal, dan semenjak itu aku mengenal Ae Yu,
sudah sangat lama, setelah kejadian itu ayah dan ibunya bercerai ae yu tinggal
bersama ayahnya yang tak sanggup melupakan min ae dan ibunya dan adiknya pergi
karena merasa sudah bisa melupakan min ae, padahal min ae keluaraga kandung
mereka. Kemudian ayahnya dan ae yu pergi ke Osaka, Jepang, aku tak bisa bertemu ae yu lagi, baru
beberapa tahun lalu aku bertemu dengannya” cerita hyun joon
“jadi begitu ya? Hmm
jung won kau tahu dimana makam abu min ae?” kata young in
“tentu saja, di dekat
seoul pokoknya, cari saja, aku akan mengantar kalian” kata jung won
“tidak. Aku yang akan pergi” kata kyun woo sambil mengambil
jaketnya
“baiklah, ini kunci
mobilku, bawa saja” kata jung won sambil memberikan kunci mobilnya
“baiklah, terima kasih”
kata kyun woo
“hei kau tak makan kak?”
tanya young in
“tidak usah, yang
penting sekarang ae yu harus ketemu setelah itu baru aku akan makan, lagian ini
masih sore kan?” kata kyun woo
“ya sudah, hati-hati
dijalan” kata young in
“ya, aku berjanji akan
membawa kembali ae yu dalam keadaan sehat tanpa kurang apapun” kata kyun woo
“terima kasih hyung”
kata jung won.
“jangan sungkan” kata
kyun woo sambil tersenyum, kemudian pergi mencari ae yu. Hyun joon, yoon woo,
jung won dan young in masuk dan mereka makan, karena mereka sangat lapar.
Sementara itu ae yu
sedang di makam abu kakaknya, Min Ae, orang yang selalu mengerti dirinya dan menjaganya,
namun hal itu lenyap seketika setelah beberapa orang datang membawa senjata api
dan menembak min ae, namun dia setengah sadar memakaikan kalungnya pada ae yu
dan menciumnya sambil berkata “maafkan aku ae yu aku tak akan bisa menjagamu
lagi, jaga dirimu baik-baik, aku akan berusaha melindungimu dari sana lee ae yu
adikku, terima kasih sudah menjadi adik yang baik untukku, dan selamat tinggal”.
Ae yu mendengarnya samar-samar saat dia sadar dia sudah berada dirumah sakit
dan ayahnya bilang kalau Min ae sudah meninggal. Ae yu shock dan dia tak mau
keluar kamar, ayahnya pun begitu, sementara ibu dan adiknya pergi dari rumah
dan menggugat cerai dengan alasan tak mau lagi hidup bersama orang yang tak
bisa melupakan anak yang sudah tak ada. Ayah ae yu dan ae yu shock berat,
mereka memutuskan untuk pergi menemui pamannya. Mengingat hal itu ae yu semakin
sedih, apalagi dia meningat yang dikatakan kyun woo tadi, hatinya sakit. Air
mata ae yu mengalir dipipinya, lalu dia berkata pada kakaknya kalau dia akan menjadi
dewasa.
“kakak, mulai sekarang
aku akan jadi gadis yang lebih mandiri dan tak akan menyusahkan ayah lagi, aku
janji kak, maaf, terima kasih dan aku merindukanmu kak, semoga kau tenang
disana, aku akan menjaga pemberian terakhirmu ini, ada seorang namja
mengingatkanku tentang masa-masa ini, dia berkata jika aku menyebalkan dan
mirip anak kecil, aku jadi sadar kak. Kakak aku sayang padamu, selamat tinggal
kak” kata ae yu sambil tersenyum menatap foto kakaknya. Tiba-tiba dari belakang
kyun woo menepuk pundak ae yu dan mengangetkan ae yu.
“si... siapa kau?” kata
ae yu terbata-bata
“hei ae yu, maafkan aku
masalah yang tadi ya, ini aku kyun woo” kata kyun woo. Lalu ae yu berbalik dan
melihat kyun woo dia jadi lebih tenang
“kau tidak apa-apakan?”
kata kyun woo
“tidak, tapi aku sedikit
sakit kepala” kata ae yu
“kepalamu berdarah, jadi
aku membawa obat, ayo obati dulu”kata kyun woo
“tunggu, aku ingin
mengenalkanmu pada kakakku, ini dia, dia cantikkan? Bahkan lebih cantik dari
aku, dia baik, namun sekarang dia sudah pergi dan berbahagia di sana,
perkenalkan kakakku Lee Min Ae” kata ae yu sambil tersenyum menatap foto min ae
“halo aku Lee Kyun Woo,
teman ae yu, maaf aku jahat padanya, aku minta maaf min ae, semoga kau bahagia
disana. Aku akan menjaga ae yu mengantikanmu, jadi kau tenang saja” kata kyun
woo membuat ae yu menoleh tak percaya apa yang dikatakan kyun woo tadi, kyun
woo menoleh dan tatapan mereka bertemu, mereka terdiam sejenak sambil saling
menatap, kemudian kyun woo duluan bicara.
“kenapa kau menatapku
seperti itu?” kata kyun woo, yang membuat ae yu mengalihkan pandangannya
“tidak, kau juga
menatapku, kenapa seperti itu? Tatapanmu kenapa seperti tatapan c.i.n.t.a? aku
tidak GR ya!!! Aku setidaknya tahu beberapa tatapan” kata ae yu, hal itu membuat
kyun woo terdiam bingung mau menjawab apa, lalu dia bilang tidak.
“tidak” kata kyun woo
“tidak apa?” kata ae yu
“tidak apa, ayo obati
dulu, sini aku kasih perban pada lukamu itu agar lebih cepat sembuh” kata kyun
woo yang kemudian mengobati luka dikepala ae yu, ae yu hanya bisa terdiam
mematung sambil memerhatikan kyun woo
“kenapa kau melihatku
seperti itu?” kata kyun woo
“kau lumaya tampan, kau
juga sepertinya nanti akan sukses, jadi rajin-rajin belajar dan bekerja ya!!!”
kata ae yu sambil tersenyum
“ah kau bisa saja, aku
biasa saja” kata kyun woo
“sungguh, eh pelan-pelan
perih tahu, ini beneran, oh ia bagaimana dengan tanganmu? Apa sudah lebih baik?”
kata ae yu
“ya tentu saja sudah
lebih baik, ah sudah selesai” kata kyun woo
“terima kasih, ayo pulang”
kata ae yu
“pulang?” kata kyun woo
“memangnnya kau tak
lapar?” kata ae yu
“tidak” kata kyun woo,
tapi terdengar suara perutya
“apa itu? Sepertinya
bukan suara perutku, kau dari pagi pasti belum makan ya?” kata ae yu
“sudah di pesawat” jawab
kyun woo
“sudah ayo kita pergi ke
restoran temanku, makanan disana enak-enak lhoe” kata ae yu sambil menarik
lengan kyun woo. Kemudian mereka berdua pergi kesebuah restoran yang pemiliknya
adalah temannya yaitu Eun Na, sesampainya mereka disana, mereka menengok dari
luar kaca restoran dan mereka berkata makannya pasti lezat.
“wow! Makanannya pasti
lezat” kata kyun woo
“itu buktinya jika kau
lapar, ayo masuk” kata ae yu kembali menarik lengan kyun woo untuk masuk
kedalam. Disana sudah ada seorang pelayan yang menanti mereka dan
mempersilahkan mereka duduk dan memilih makanan yang akan mereka pesan untuk
dijadikan santapan malam ini. Kemudian kyun woo memilih sup dan nasi putih
saja, ae yu mendenganrnya bilang kalau kyun woo itu aneh, apa hanya makan itu saja?
Tak ingin yang lain?
“aku ingin pesan soup
rumput laut dan nasi putih juga jus strowberries” kata kyun woo
“hanya itu yang kau
pesan? Kau aneh kyun woo” komentar ae yu
“itu makanan sehat ae
yu, lalu kau ingin makan apa?” kata kyun woo
“aku ingin makan hmm 1
mangkuk nasi, 1 mangkuk kimci, dan teh hangat, karena cuaca di luar dingin,
satu lagi jangan terlalu manis” kata ae yu
“kau ini makananmu hanya
itu? Astaga jangan-jangan kau hanya makan itu saja ya?” kata kyun woo meledek
“enak saja kau bilang!!!
Aku baru pulang beberapa hari yang lalu dan aku ingin makanan khas negaraku,
apa tidak boleh? Di Itali aku hanya makan pasta, sadwidch, pizza dan makanan
luar negeri lainnya, aku bosan, aku ingin makanan yang menyehatkan. Apa kau selalu
makan makanan yang sehat dan bergizi
saja?” kata ae yu
“oh begitu, ya tentu
saja, aku suka makanan yang sehat, bergizi dan tentunya enak, ngomong-ngomong
tadi apa yang kau masak?” kata kyun woo
“tadi aku masak soup dan
ramen juga menanak nasi, aku harap tak terlalu pedas karena banyak aku kasih
cabe ramennya” kata ae yu
“mereka bisa kepedasan,
kau memang usil ae yu” kata kyun woo
“usil??? Aku memang
usil, tapi itu karena aku sayang” kata ae yu sambil tersenyum
“bagaimana keadaanmu
setelah aku kunci di kamar mandi yang gelap waktu itu?” kata kyun woo
“waktu itu aku shock
berat dan akhirnya fobiaku kumat, jadinya aku tak bisa teriak karena saking
takutnya, trus aku pingsan, waktu bangun aku sudah sampai di rumah sakit
ditemani Marry temanku, dia bilang dia menemukanku tergeletak tak sadarkan diri
di kamar mandi dan penuh keringat dingin” cerita ae yu dengan wajah serius
“astaga, aku benar-benar
minta maaf ae yu, aku benar-benar tak tahu, jikalau aku tahu aku tak akan
sekejam itu padamu, aku benar-benar minta maaf” kata kyun woo sambil berlutut
di depan ae yu karena merasa bersalah
“tidak apa aku baik-baik
saja, sudah bangun, malu dilihat orang, aku sudah memaafkanmu, hanya saja
jangan mengulanginya lagi ya! Aku tak suka” kata ae yu sambil membangunkan kyun
woo
“terima kasih karena
sudah memaafkanku lee ae yu, mulai sekarang kita teman baik” kata kyun woo
sambil menjabat tangan ae yu, mereka berdua tersenyum. Tiba-tiba tae hyun
datang bersama rekan bisnis dan istinya, mereka bergandengan tangan sambil
tersenyum. Ae yu melihatnya kesal dan ingin balas dendam dengan dia memeluk
kyun woo di depan tae hyun dan mantan temannya itu, kyun woo yang terkejut
hanya bisa diam dipeluk oleh ae yu, sementara tae hyun melihatnya hanya bisa
melongo karena orang yang dicintainya berpelukan dengan pria lain yang lebih
tinggi darinya dan lebih tampan darinya. Lalu ae yu melepaskan pelukannya dan
berterima kasih karena sudah mau menjadi temannya. Istri tae hyun mengampiri
mereka berdua dan bersolek lalu dia menarik suaminya untuk menemui ae yu,
mantan kekasihnya.
“suamiku ayo kesana,
temui ae yu-mu itu” kata istri tae hyun, lalu ia menarik tae hyun kehadapan ae
yu dan kyun woo
“hei ae yu, siapa pria
tampan disampingmu ini? Apa dia kekasihmu? Atau tunanganmu? Atau bahkan
suamimu?” kata istri tae hyun
“sung in! Diamlah!!!”
kata tae hyun
“kenapa sayang? Apa kau
cemburu jika mantan kekasihmu sudah melupakannmu dan memiliki pria yang baru?”
kata sung in
“diam! Kau ini membuat
malu saja! Maaf ae yu, sung in telah menggangu acara kencanmu” kata tae hyun
sambil membungkuk
“tidak apa, kenapa kau
datang kesini? Sudah lama tak bertemu kau semakin serasi dengan istrimu ini,
selamat atas pernikahan kalian, maaf aku tak kesana karena aku harus pergi ke
Italia dan Paris” kata ae yu
“tidak apa, kalian
pacaran?” kata tae hyun
“kami hanya berteman”
kata kyun woo, ae yu langsung menjipit tangan kyun woo, kyun woo mengerti
“oh begitu, tapi kalian
seperti pasangan kekasih, kalian serasi” kata sung in
“kalau begitu selamat
malam” kata tae hyun
“kami pacaran dan kami
akan menikah bulan depan” kata kyun woo
“kau ini, jangan bongkar
rahasia kita” kata ae yu sambil senyum-senyum genit
“tidak apa, mereka kan
bisa datang ke acara pernikahan kita nanti, kalian datang ya?!” kata kyun woo
“tentu saja” kata sung
in sambil tersenyum sinis
“oh ia aku lupa
memperkenalkan diri, namaku Jung Tae Hyun dan ini istriku Min Sung In” kata tae
hyun
“aku Lee Kyun Woo, aku
berasal dari cheonan dan tinggal di Jeju-do, aku lulus dari sebuah universitas di Amerika dengan nilai A+”
kata kyun woo sambil tersenyum
“dia pandai memasak dan
kami pertama bertemu saat bersekolah dulu, kami tak menjalani kencan, kami
hanya bertemu di sekolah dan malah saling jatuh cinta” kata ae yu
memanas-manasi mantan kekasihnya itu
“wah cinta yang unik,
tak seperti cinta tae hyun dulu dan dirimu ya ae yu” kata sung in sinis
“kau ini jangan
bicarakan masa lalu, itu sudah berlalu dan sekarang kau sudah puas mendapatkan
aku ‘kan?” kata tae hyun
“tentu saja, aku puas
mendapatkanmu jung tae hyun, aku menyukaimu lebih dulu dari pada ae yu, tapi
kau malah memilih ae yu dan bukan aku, tapi sekarang aku sangat puas, karena
kedua orang tuamu lebih suka diriku dari pada ae yu” kata sung in membuat hati
ae yu sakit, kyun woo panas mendengarnya dan ia bilang jika ae yu harus makan
karena dia bisa sakit kalau tak makan
“ae yu, kau harus makan
nanti kau sakit, sudah makan saja sana, maaf
tae hyun dan sung in, kami harus makan dulu, nanti saja lanjutkan
mengobrolnya ya?!” kata kyun woo dengan senyuman
“ya baiklah, ayo suamiku”
kata sung in sambil mengajak tae hyun pergi
“sampai jumpa lee ae yu,
sekali lagi maaf” kata tae hyun menatap ae yu dalam, sepertinya dia masih
sangat cinta pada ae yu dan dia kemudian pergi. Setelah tae hyun dan sung in
pergi, ae yu duduk lemas di kursi dengna tatapan kosong, ia sangat ingat saat
tae hyun pergi meninggalkannya dan menikah dengan sung in, lukanya yang belum
lama sembuh kini ditaburi garam lagi, sangat perih.
“kau tak apa-apa?” kata
kyun woo sambil menatap ae yu
“ya, ayo makan, dimana
pesanan kita? Kenapa lama sekali?” kata ae yu dengan nada putus asa, kemudian
pelayan datang dan membawa pesanan mereka
“nah pesanan sudah
datang ayo makan, terima kasih” kata kyun woo sambil tersenyum, pelayan pergi
dan mereka menikmati makanan, dari jauh tae hyun menatap ae yu dengan rasa iba,
dia tahu ae yu belum memiliki kekasih dan yang tadi itu hanya pura-pura untuk
membuktikan jika dia memiliki kekasih dan bisa melupakan dirinya.
“aku tahu ae yu, kau
masih tak bisa melupakan aku, aku juga sama, namun apa daya kedua orang tuaku
menentangnya dan jika aku menentang mereka kau akan ada dalam bahaya, maaf aku
meninggalkanmu waktu itu maafkan aku lee ae yu, aku sangat menyesal, sampai
sekarang aku tak bisa sedikitpun menghapusmu dari dalam hatiku, dari dalam
otakku, aku mencintaimu tapi aku berusaha
menghapusmu, itu membuatku sangat sakit ae yu, sekarang walaupun aku sudah
menikah, namun sedikitpun aku tak bisa mencintainya, karena satu-satunya orang
yang aku cintai adalah dirimu Lee Ae Yu, selama 4 tahun bahkan 5 tahun yang ada
dalam hatiku hanyalah dirimu, sung in memang istriku, tapi tak pernah sekalipun
ada rasaku untuknya. Aku benar-benar mencintaimu ae yu, tak bisakah kau
membalasnya? Tak bisakah kau katakan padaku jika kau juga masih merindukanku
dan mencintaiku? Tak bisakah kau katakan jiak kau tak ingin kehilanganku?”
batin tae hyun, hatinya menangis harus mengingalkan ae yu 4 tahun lalu. Sementara
ae yu makan dengan lahap sambil menahan tangisnya, dia makan sampai habis dan
lebih dahulu dari pada kyun woo, lalu dia bercerita tentang kejadian 4 tahun
lalu, dia kehilangan seseorang yang sangat dia cintai bahkan lebih dia cintai
dari adik dan ibunya yang sudah pergi meninggalkannya.
FLASH BACK
Ae yu sedang berjalan
berdua dengan tae hyun, mereka sangat bahagia, mereka tersenyum sambil
berpegangan tangan, mereka tak terpisahkan satu sama lain, mereka saling
mencintai.
“aku sangat bahagia bisa
menjadi pacarmu jung tae hyun, bukan karena wajahmu, penampilanmu, fisikmu
ataupun harta atau imagemu, tapi karena hatiku dan cintamu. Aku mencintaimu
karena hatimu dan cintamu yang tulus kau berikan padaku, aku bukan orang yang
sempurna, aku bukan orang yang bisa membuatmu menjadi terkenal hanya cinta yang
bisa kuberikan padamu” kata ae yu sambil tersenyum
“aku juga, hanya bisa
memberimu cinta, ketulusan dan hatiku padamu, maaf, aku tak bisa membuatmu
bahagia dengna segala kekuranganku ini, lee ae yu aku sangat mencintaimu lebih
dari pada aku mencintai diriku sendiri, kau mengalihkan duniaku, membuat
jantungku berdetak kencang saat kau ada didekatku, membuat aku sesak saat kau
jauh dariku, apa kata-kataku ini terlalu berlebihan? Maukah kau menjadi
pendampingku? Aku benar-benar mencintaimu” kata tae hyun sambil memasangkan
sebuah cincin cantik di jari manis ae yu.
“apa kau sedang
melamarku?” kata ae yu
“apa ini disebut
melamar? Yah mungkin, karena aku mencintaimu dan menyayangimu nona lee ae yu”
kata tae hyun yang kemudian mengecup kening ae yu sambil tersenyum.
“aku menerimanya” kata
ae yu
“terima kasih” kata tae
hyun, yang lalu memeluk ae yu sambil tersenyum, ae yu menjawabnya dan
mengatakan
“sama-sama tuan jung tae
hyun” kata ae yu sambil tersenyum. Mereka berpelukan erat sambil tersenyum. Beberapa
hari kemudian, ae yu menelpon tae hyun, namun tidak diangkat, dia jadi khawatir
dengan tae hyun. Sementara tae hyun sedang dirias untuk pernikahan yang tak ia
ketahui sebelumnya, dengan ancaman dari kedua orang tuanya dia terpaksa menikahi
min sung in, gadis pilihan kedua orang tuanya, kalau dia tak mau menikah dengan
sung in, maka ae yu akan ada dalam bahaya, demi melindungi kekasih pujaan
hatinya, ia rela menikah dengan orang yang tak dicintainya sama sekali dan dia
rela jika dikatakan penghianat oleh ae yu, demi melindunginya dari bahaya, dia
rela melakukan apa saja. Ae yu masih mondar-mandir di kamarnya dan cemas
memikirkan tae hyun, akhirnya dia memutuskan untuk mencari tae hyun ke
rumahnya. Dengan motor dia mencari tae hyun kerumahnya, dengan gaya tomboinya
dia pergi kesana. Beberapa saat kemudian dia sampai disana, dia kaget kenapa
rumahnya dihias seperti akan ada acara, ternyata disana kosong, lalu ia
menanyakan pada pembantu disana, pembantu bilang kalau ada pernikahan tuan muda
Jung Tae Hyun di gereja tak jauh dari sana. Ae yu shock dan dia langsung pergi
ke geraja itu, sampi dia di depan gereja, banyak orang ada disana, diantara
banyak orang itu, ia masuk ke dalam kereja dan mendapati Jung Tae Hyun dan Min
Sung In, kekasih dan temannya mengikrarkan janji pernikahan, ia tak percaya
dengan semua itu, dia kemudian mencubit pipinya ternyata sakit, jadi semua itu
kenyataan.
“ini semua apa
benar-benar nyata? Baru beberapa hari lalu dia melamarku, kenapa sekarang dia
sudah ada disini bersama wanita itu? Mereka keterlaluan” gumam ae yu
“JUNG TAE HYUN!!!!!!!!!!
FUCK YOU!!!! I HATE YOU!!!” teriak ae yu, orang-orang pada ngeliat dia dan bergumam, siapa gadis tak tahu
malu yang berteriak di gereja seperti itu. Tae Hyun melihatnya dan dia tertunduk
dan memalingkan wajah dari ae yu, agar ae yu tak melihatnya menangis, tapi ae
yu menyangka jika tae hyun telah berhianat dan menghianati cinta mereka, ia
lalu pergi dengan motornya, tanpa menghiraukan apa yang terjadi, sambil menagis
dia mengendarai motornya, ia sangat sedih, setelah ditinggal kakak yang dia
sanyangi untuk selamanya, sekarang dia harus kehilangan orang yang sangat dia
cintai, kekasihnya, Jung Tae Hyun, dia sangat sedih.
“Tae Hyun!!! Kenapa kau
jahat seperti ini? Aku kecewa padamu tae hyun, kau melamarku tapi kau menikah
dengan sung in!!!! Kau jahat tae hyun!!! Aku membencimu selamanya, tapi aku tak
bisa tae hyun, di hatiku hanya ada dirimu, yang ku cintai hanya dirimu tae
hyun, aku hanya mencintaimu, tak bisakah kau panggil aku tadi? Tak bisakah kau
jelaskan semuanya? Tak bisakah kau melarikan diri dari sana? Tak bisakah kau
menemuiku sebelumnya? Why? Why? Why? Tae Hyun, keapa kau harus seperti ini? Kenapa
kau menghianatiku? Orang yang mencintamu, aku Lee Ae Yu” kata ae yu sambil
menangis sesegukan, lalu dia pergi ke sebuah rumah dipinggir pantai dan
menghabiskan waktu disana selama 4 bulan. Sementara Tae Hyun harus hidup
bersama dengan orang yang sama sekali tak ia cintai Min Sung In, gadis
menyebalkan, manja, malu-maluin, egois, tak tahu malu, pokonya tae hyun sangat
tak nyaman karena sung in, tapi demi ae yu dia rela, bahkan harus menikah dengan
orang seperti itu dia rela, karena cintanya yang besar pada ae yu.
FLASH
BACK END
Mengingat semua itu
membuat air mata tae hyun dan ae yu tak tertahankan, mereka menangis, dan
mengatakan pada teman makannya, jika mareka ingin ke kamar mandi. Mereka ke
kamar mandi untuk mencuci muka, ae yu menangis sesegukan di kamar mandi, ia tak
bisa menahannya lagi. Sementara tae hyun hanya bisa mendengarkan tangisan ae yu
sambil menangis dia minta maaf, tapi dia melakukan itu semua untuk melindungi
ae yu.
“aku melakukan semua itu
untuk melindungimu, kau tak mau kau terluka, aku tak mau mereka mengusikmu, aku
lebih baik menderita dari pada kau yang menderita lee ae yu, aku mencintaimu,
aku tak sanggup melihatmu menderita, lebih baik aku mati dari pada melihatmu menderita,
aku jung tae hyun, orang yang paling mencintamu di dunia lebih dari
siapapun juga, maaf kan aku lee ae yu”
kata tae hyun, ae yu mendengarnya tambah sedih dan menangis lagi.
Tae hyun tak tahan
mendengar ae yu menangis, dia menghampiri ae yu dan memeluknya erat, mereka
sama-sama menangis saling merindukan, betapa menderita mereka berdua dipisahkan
dan harus menerima semua ini dengan lapang dada, mereka sangat menderita karena
tak bisa bersama lagi, di satu sisi tae hyun sangat mencintai ae yu dan sangat
menyanyanginya, tapi disisi lain dia tak ingin ae yu menderita, jadi dia harus memilih salah satu, dan dia memilih
untuk melindungi ae yu dan rela menderita batin demi wanita yang sangat dia
cintai.
“maaf, aku memilih untuk
melindungimu, aku memilih berpisah denganmu, aku memilih untuk melupakan
semuanya, walaupun itu sulit, tapi ini semua demi dirimu, jangan salahkan
takdir, jangan salahkan siapa-siapa ini semua sudah takdir kita, aku yakin kau
pasti akan menemukan orang yang lebih baik dari diriku untuk menggantikan aku
di sisimu, aku mohon jangan ingat-ingat aku lagi, aku mencintaimu tapi aku
berusaha menghapusmu ae yu, itu memang menyakitkan, namun itu semua harus kita
terima, untuk yang terakhir kalinya aku ingin memelukmu seerat ini ae yu, aku merindukanmu lagi ae yu” kata tae
hyun
“aku juga sangat
merindukanmu, aku tak bisa melupakanmu jung tae hyun, aku sangat mencintaimu,
aku juga harus menghapusmu, kau bukan untukku, aku juga bukan untukmu, aku
mengerti sekarang, kita tidak ditakdirkan untuk bersama, karena kau sudah
menikah dan aku sekarang iklas tae hyun, hapus
aku dari ingatanmu, tapi jangan benci aku, aku harap kau bahagia” kata ae
yu
“aku juga, aku
mencintaimu” kata tae hyun
“saranghaeyo” kata ae
yu. Kemudian mereka berdua berciuman melepas kerinduan dan melepas hubungan mereka,
mereka sekarang putus setelah 4 tahun dan hampir 5 tahun, sangat disayangkan
padahal mereka saling mencintai, memang kejam memisahkan mereka, tapi apa yang
bisa dikata, memang sudah takdir. Mereka melepas ciuman itu dan tersenyum lalu
berpisah.
“selamat tinggal jung
tae hyun, sekarang jalani hidupmu dengan baik, aku baik-baik saja tanpa dirimu,
kau tenang saja” kata ae yu sambil tersenyum
“ya, selamat tinggal Lee
Ae Yu, semoga kau bahagia dan mendapatkan yang terbaik dan lebih baik dari aku,
aku yakin kau akan selalu baik-baik saja, jaga dirimu, aku akan selalu
mengenangmu, lepaskan saja cincin itu, yang kau pakai, sekarang kita sudah
berakhir, selamat tinggal, terima kasih, maaf dan aku mencintamu” kata tae hyun
sambil tersenyum dan pergi meninggalkan ae yu
“yah, baiklah, selamat
tinggal, jaga kesehatanmu dan dirimu baik-baik, terima kasih, maaf aku
mencintaimu dan selamat tinggal” kata ae yu sambil tersenyum dan melepaskan
cincin itu dan kemudian ia pergi menemui kyun woo yang selesai makan.
“kau sudah baikkan?”
kata kyun woo
“tentu saja, aku sudah
merelakan semuanya dan ayo pergi, kau sudah kenyang?” kata ae yu
“bagus kalau begitu, aku
sudah kenyang dan aku sudah membayarnya, ayo pergi, besok harus ke Jeju-do”
kata kyun woo sambil beranjak dari
tempat duduk, dari kejauhan tae hyun tersenyum pada kyun woo dan ae yu, ae yu
dan kyun woo membalasnya dan tersenyum
“kalian sudah selesai
ya?” kata kyun woo
“sudah selesai dan kami
sudah berakhir, aku baik-baik saja” kata ae yu sambil tersenyum dan meraih
lengan kyun woo kemudian menariknya keluar dari restoran sambil tersenyum.
Sementara di apartemen
young in, young in dan yang lainnya makan dengan lahap dan mereka memuji
masakan young in, namun young in mengatakan jika yang memasak itu Ae Yu, dia
hanya membantu saja.
“wah masakanmu enak”
puji hyun joon
“iya, enak” imbuh yoon
woo
“woww kau mendapat
banyak pujian hari ini” kata jung won
“terima kasih sebelumnya,
tapi makanannya bukan aku yang masak tapi Ae Yu, dia pandai memasak, aku hanya
membantu sedikit, menyiapakan dan menghidangkan saja, sementara dia yang
memasaknya, kenapa jam segini mereka belum pulang ya?” kata young in
“mungkin mereka dalam
perjalanan, mereka sudah makan katanya, kyun woo hyung tadi mengirimi aku pesan
dengan menggunakan ponsel ae yu noona, karena dia tak tahu nomorku atau nomor
kalian” jelas jung won
“oh begitu, ya sudah,
lalu apa yang kita lakukan sekarang? Sudah selesai makan, nonton tv saja” usul
young in
“ok!! Aku setuju” kata
mereka bertiga serempak. Lalu mereka menghidupkan tv, ada berita tentang
pernikahan antara pengusaha terkemuka Jung Tae Hyun dan Lee Ae Yu yang batal 4
tahun lalu, kabarnya mereka berpisah karena kedua orang tua tae hyun
membatalkannya dan mengganti pengantin wanitanya dengan Min Sung In, hal ini
diceritakan langsung oleh orang tua tae hyun yang menyesal memisahkan putranya
dengan orang yang dia cintai, mereka menyesal karena sudah memisahkan putranya
dengan Ae Yu, gadis yang mereka anggap tak pantas untuk tae hyun, namun
ternyata dia jauh lebih baik dari pada Min Sung In, wanita itu hanya mengincar
kekayaan dan tak mau mengurus rumah, dia manja, tak padai memasak, hanya
memiliki wajah cantik namun tak bisa masak, itu yang membuat kedua orang tua
tae hyun menyesal dan meminta maaf pada Lee Ae Yu yang sudah mereka hina dan
ingin dia bersama dengan Jung Tae Hyun putra mereka. Tak mereka ketahui kalau
ae yu dan kyun woo mendengarnya dan mereka langsung mengambil remot dan
mematiakn tvnya
“aku sudah berpisah
dengan dia, jadi tak ada yang harus dipermasalahkan, sekarang kita hanya perlu
berpikir positif, aku tak akan mengaharapkan jung tae hyun lagi, dan aku tak
mau menyakiti perasaan sung in, karena dia sudah lama hidup dengan tae hyun,
aku sudah mengatakan padanya, ‘aku baik-baik saja walaupun tak berasamanya’
jadi aku akan hidup sendiri, aku tak yakin akan mendapatkan orang yang
mencintaku sama seperti dia, huh ini melelahkan” kata ae yu
“jadi kau sebenarnya
selama ini belum putus dengannya?” kata jung won
“tentu saja belum,
karena satupun diantara kami belum mengatakan berpisah atau putus, jadi kami
masih terikat, tapi tadi aku sudah berpisah dengannya dan mengatakan selamat
tinggal dan memilih jalan masing-masing, aku akan mencoba menghapusnya walau
itu sulit” jelas ae yu
“kau hebat ae yu, andai
saja aku bisa sehebat dirimu” kata young in
“il sung, kau jauh lebih
hebat dan lebih beruntung dari diriku ini, kau pintar, kau cantik kau berbakat
dan memiliki kakak seperti kyun woo, sedangkan aku? Tak pintar, hanya bisa
menyusahkan, aku bukan orang yang pantas untuk bersanding dengan tae hyun,
walau kami saling mencintai, tapi takdir berkata lain, kami harus berpisah nama
kami tidak ditulis dikertas yang sama, dan kami berpisah baik-baik, aku harus
jadi lebih baik” kata ae yu sambil tersenyum
“kau bijak ae yu, aku
ingin kau berbahagia dan tak menderita lagi, aku ingin kau bahagia” kata young
in sambil memeluk ae yu
“lee il sung, aku
sebenarnya sangat tahu siapa sesungguhnya dirimu, aku seorang yang mengenalmu,
kita pernah bertemu dan menjadi teman, namun kau tak terlalu ingat, aku tahu
bagaimana dirimu, aku tahu apa yang terjadi denganmu, Shim Pil Ok, sengaja membiarkanmu
terseret ombak, dia orang jahat dan berpura-pura baik, jangan pernah percaya
padanya, aku tahu dia adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas
meninggalnya kakakku Min Ae, aku akan menangkapnya dengan tanganku sendiri, aku
janji” kata ae yu sambil tersenyum dan melepaskan pelukan young in
“bagaimana bisa kau
tahu?” kata kyun woo
“aku punya banyak
koneksi, jadi aku banyak tahu tentang kalian semua, termasuk kau yoon woo, maaf
aku mencari asal-usulmu” kata ae yu lagi
“ya, tidak apa-apa, jadi
young in ini benar-benar Lee Il Sung?” kata yoon woo
“ya! Aku berani menjamin
100%, hyun joon tak tahu hal itu, dia hanya tahu jika il sung itu lupa ingatan
dan ia tak tahu nama young in yang sebenarnya, aku mengetahuinya kemarin dari
temanku yang seorang detektif” jelas ae yu
“wah kau lebih canggih
dari aku” puji hyun joon
“ah kau bisa saja, aku
hanya lebih banyak memiliki teman yang pekerjaannya sebagai polisi, tentara,
dokter, relawan, reporter, suster, detectif, ceff, dan lain-lainnya” kata ae yu
sambil tersenyum
“apa kau sudah ingat
untuk meminum obatmu?” kata jung won tiba-tiba
“oh nanti akan aku
minum, lagian aku baik-baik saja, ayah malah mengirimuku obat herbal untuk otak”
kata ae yu sambil tertawa
“memangnya kenapa dengan
otaknya?” tanya hyun joon
“dia sedikit lupa” kata
jung won
“kau??? Pikun???” kata
hyun joon sambil menunjuk ae yu
“bukan begitu, aku harus
menjaganya, kalau tidak aku bisa lupa” kata ae yu
“dia tidak pikun,
buktinya dia ingat cara memasak” kata young in
“dia pintar, kenapa bisa
seperti itu?” kata yoon woo
“karena dia terlalu
sering di depan komputer dan katanya karena sering belajar dan malas olah raga”
jelas jung won
“memang seperti itulah
noonamu itu” kata hyun joon
“aku mau pulang, aku mau
menelpon kak Joon Gi atau kak Seung Gi, aku mau nanya tentang Shin Min Ah” kata
ae yu sambil keluar apartemen young in dan menuju apartemennya
“kenapa lagi dengan dia?
Apa dia ada hubungan dengan Lee Joon Ki atau Lee Seung Gi?” kata yoon woo
“dia memang ada-ada
saja, memang seperti itu” kata young in
“anak itu, selalu
membuat gara-gara, pasti nanti 2 orang itu datang dan mencarinya, tunggu 15
menit, pasti ada yang datang dari mereka berdua” kata jung won
“15 menit sudah berlalu”
kata kyun woo. Tiba-tiba terdengar suara bel apartemen Ae Yu di pencet
“nah itu dia” kata jung
won, kemudian mereka semua melihat siapa yang datang dan ternyata benar Lee
Joon Ki datang.
“jadi benar ada hubungan
ya?” kata yoon woo
“tidak ada, itu hanya
permainannya noona” kata jung won
“tapi kenapa dia mau
datang kesini?” imbuh hyun joon
“itu aneh” imbuh young
in
“benar” kata kyun woo
“ayo kita kesana” kata
jung won
“jangan” kata mereka
serempak. Kemudian ae yu berteriak
“aku tak mau!!!” kata ae
yu
“ayo!!!” kata joon ki
“kakak!!! Aku tak mau
makan itu!!!” kata ae yu
“ayo makan ini enak”
kata joon ki
“bohong!!! Itu rasanya
tak akan enak” kata ae yu. Mereka kemudian menguping, eh jung won malah buka
pintu jadi mereka semua terjatuh kedalam apartemen ae yu dan mereka hanya bisa
diam karena malu pada tamu.
“kenapa kalian disini?”
tanya ae yu bingung
“mereka siapa?” kata
joon ki
“mereka temanku, hmm
kakak, kasih mereka saja, aku lagi tak ingin makan, aku sudah makan tadi” kata
ae yu
“ok, aku membawa ini
untukmu, rasanya cocok” kata joon ki sambil memberikan ae yu helm dan jaket
“waduh...........” keluh
jung won
“kenapa?” kata young in
“itu rasanya tidak enak”
kata jung won sambil menunjuk pada makanan yang di bawa joon ki
“jung won ini untukmu
dan teman-temanmu, rasanya enak” joon ki. Jung won mengambilnya
“wow brokoli!!!” kata
yoon woo dan kyun woo
“kalian berdua suka???”
kata jung won
“tentu saja” kata yoon
woo dan kyun woo
“kalian yang makan” kata
jung won sambil memberikan brokoli itu pada yoon woo dan kyun woo
“kakak kenapa kau datang
begitu cepat? Lihat rumah berantakan” kata ae yu
“memangnya ada yang
melarangku datang kesini? Ini juga rumahku tahu” kata joon ki
“iya sih, tapi kan aku
sudah menjadi pemiliknya seutuhnya, kau hanya boleh menginap saja, aku akan ke
rumahmu” kata ae yu
“jangan, nanti rumahku
bisa menjadi kapal pecah, aku tak mau” kata joon ki
“tidak, aku hanya
bercanda, oh ia, ini sangat bagus, terima kasih” kata ae yu
“ya tentu saja,
sama-sama, oh ia, aku melihat berita di tv kau sudah direstui oleh kedua orang
tua tae hyun” kata joon ki
“tidak perduli dengan
semua itu aku dan dia baru saja putus tadi, jadi it so late...” kata ae yu
“kau ini, ya sudah,
sekarang aku pulang, jaga dirimu baik-baik, aku hanya mampir sebentar saja”
kata joon ki lalu berdiri
“kau mau kemana kak? Pulang?
Jangan kabur dari rumah ya!!! Titip salam untuk paman dan bibi juga ayah dan
ibu ya!” kata ae yu sambil tersenyum
“ok, selamat malam” kata
joon ki sambil beranjak pergi
“terima kasih banyak kak”
kata ae yu
“sama-sama, kau harus
mendapat yang lebih baik dan menikah” kata joon ki lagi, ae yu melemparnya
dengan timun
“bye ae yu!!!” teriak
joon ki sambil kabur
“kau kenapa seperti itu
padanya, kenapa aku tidak minta tanda tangannnya saja ya?” kata young in
“kau ini, sudah ayo
tidur, aku mau tidur, young in bersamaku, sementara yoon woo, kyun woo, hyun
joon dan jung won di apartemen young in” kata ae yu
“tapi....” keluh mereka
“tidak ada tapi-tapian,
besok pagi kita harus ke Jeju-do” kata ae yu
“baiklah” jawab mereka
semua. Kemudian mereka semua ke kamar masing-masing.
Ae yu dan young in tidur
sekamar. Dan mereka sepertinya sangat akrab. Sementara di dalam apartemen young
in, yoon woo ingin tidur bersama jung won, sementara jung won ingin tidur
dengan kyun woo, dan kyun woo ingin tidur dengan yoon woo, hyun joon lalu mengusulkan
untuk suit, atau gunting batu kertas, siapa yang sama makan akan tidur sekamar,
mereka setuju dan melakukan hal itu.
“gunting batu kertas!!!”
kata mereka dan tak ada yang sama, sampai mereka lelah, akhirnya yoon woo tidur
dengan kyun woo dan jung won tidur dengan hyun joon.
“yang kuharapkan malam
ini hanyalah tenangmu, yang kuinginkan kini hanyalah damaimu, yang kupinta
detik ini adalah bahagiamu, selamat malam young in” isi sms yoon woo yang
membuat young in senyum-senyum sendiri, ae yu
yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala, lalu young in
membalasnya
“good night baby, have nice dream” balas young in sambil
senyum-senyum. Tiba-tiba ponsel ae yu berdering, ada pesan dari tae hyun
“ada seribu alasan yang dapat membuat aku berfikir untuk
meninggalkanmu, akan tetapi ada satu kata yang membuatku ingin tetap disini. Aku
Mencintai Kamu, Saranghaeyo, Aishitteru, wo ai ni, I love you” isi pesan tae
hyun yang sampai pada ae yu, yang membuat ia terkaget-kaget sampai-sampai dia
beranjak dari tempat tidurnya dan berdiri
“asataga kenapa lagi dengan dia? Sudah berpisah masih saja
seperti ini!” gerutu ae yu
“kenapa ae yu?” kata young in
“ada sesuatu, ini lihat, apakah kau percaya?” kata ae yu
sambil menunjukan pesan tae hyun padanya
“wowowowow! Dia masih mencintamu! Ae yu selamat!!!” kata
young in sambil berdiri dan memegang tangan ae yu
“ah tidak mungkin! Tadi jelas-jelas kami sudah berpisah. Aku
tak mau dibilang PHO alias penggangu hubungan orang, aku bisa kena denda nanti,
karena dibilang merusak rumah tangga orang lain, aku tidak mau” kata ae yu
sambil terduduk di kasur
“tidak akan, oh ia apa yang kau lakukan tadi diluar bersama
kak kyun woo? Kalian tidak berkencankan?” kata young in
“tentu saja tidak, aku masih waras, bayang-bayang namja itu
masih ada di benakku, aku masih tak bisa melupakannya, benar-benar menyebalkan,
di dunia ini masih banyak orang, tapi kenapa harus dia yang nyangkut di hatiku?
Dia bukan untukmu lee ae yu, dia untuk min sung in, kau harus bisa
melupakannya, ayo lupakan dia!” kata ae yu sambil menpuk-nepuk dahinya
“hei jangan menyiksa diri seperti itu! Kau mau lupa lagi
gara-gara hal ini? Kau tak ingat dulu kau bernyanyi untuk melumpuhkan ingatanmu
dan akhirnya kau benar-benar lupa dia, tapi bukan hanya itu kau lupa semuanya
ae yu! Jadi jangan lakukan itu, ingat dia dan kenang dia” kata young in
“baiklah, aku lee ae yu akan tetap mengingatmu tuan jung tae
hyun, mantan terindahku, selamat tinggal” kata ae yu
“kau tidak kencan dengan kakakku ‘kan?” kata young in lagi
“tidak. Memangnnya kenapa? Aku sibuk memikirkan diriku
sendiri jadi aku tak ada waktu untuk kencan segala, lagian kan sudah ada nam yu
ra, kekasihnya di jeju-do” kata ae yu
“benarkah? Nam yu ra? Wanita
itu? Wanita yang menelpon kakakku di tengah malam? Astaga dia memang
baik, tapi aku kurang setuju, dia tipe orang yang setia, tapi aku benar-benar
tak yakin dengan semua itu, aku mau kakakku dapat yang terbaik” kata young in
“lalu? Apa hubungannya denganku?” kata ae yu sambil menulis
pesan untuk tae hyun
“kau harus menjadi kakak iparku” kata young in
“hah! Apa kau bilang??? Aku??? Tidak... tidak,,,, aku tidak
bisa, aku tak mungkin dengan kyun woo, dia memang baik, tampan pintar dan perhatian,
tapi aku tak ada perasaan apa-apa dengan dia, aku dan dia hanya berteman saja”
kata ae yu
“selamat malam tuan, kenapa kau mengirimi aku pesan seperti
itu? Kita sudah berpisah, jadi tolong jaga dirimu baik-baik, makan tepat waktu
dan jangan suka bergadang” kata ae yu sambil menulis pesan dan mengirimkannya
pada tae hyun
“ae yu!!! Aku maunya dirimu, aku tak mau nam yu ra itu,
kumohon, jebal ae yu” kata young in lagi
“apa?” kata ae yu sambil memegang ponselnya menunggu balasan
dari tae hyun. Di rumah tae hyun, sung in sedang ada dirumah kedua orang
tuanya, jadi tae hyun hanya sendiri di rumah, dia memanfaaatkannya sebaik
mungkin, lalu ia menerima pesan dari ae yu, dia sangat senang, lalu ia
membalasnya
“terima kasih karena masih memperhatikan aku, semoga kau juga
mimpi indah ya! Kau apa kabar?” tulis tae hyun
“aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?” balas ae yu
“aku juga baik-baik saja, wanita itu sedang keluar dan
menginap di tempat orang tuanya, jadi aku bisa aman, karena bisa tidur dengan
lega sekarang” kata tae hyun
“selamat! Sekarang aku sedang tidur di kamarku yang nyaman
dan dengan lampu menyala seperti dulu bersama young in, sahabatku, karena rumahnya
penuh” cerita ae yu
“oh begitu, kenapa kau tadi tak mengatakan apapun lagi
setelah aku pergi?” balas tae hyun
“aku harus bilang apa memangnya? Apa aku harus berkata ‘aku
akan menelponmu jika aku ingin’? atau ‘telpon aku jika kau ingin’? kau kira aku
tak suka menelpon apa? Aku suka, tapi aku sedang lelah, oh ia tadi perbanku tak
lepaskan?” balas ae yu
“ia tadi, kenapa dengan kepalamu? Kenapa di perban segala? Kau
terluka? Apa sakit? Apa sudah diobati dengan baik? Kau tidak apa-apakan?” balas
tae hyun
“astaga tak usah sampai seperti itu, aku baik-baik saja, kyun
woo sudah mengobatinya, aku tadi memasak
bersama young in dan saat akan mengambil mangkuk, mangkuknya jatuh aku juga
terjatuh dari kursi dan hampir saja kepalaku yang kena, tapi kyun woo menyelamatkanku
dengan tangannya, jadi tangannya yang terluka” cerita ae yu
“baguslah kalau kau tak apa, oh ia besok aku akan ke jeju-do,
ada pekerjaan disana, aku tak akan mengejak wanita itu, tenang saja, apa kau
mau ikut?” tulis tae hyun
“kebetulan aku juga besok akan ke jeju-do, aku akan membuka
sebuah kasus, kayak polisi atau jaksa atau detektif saja buka kasus J” tulis
ae yu
“ok besok kita bertemu di bandara” tulis tae hyun
“tidak bisa, karena aku kesana mungkin naik kapal, tapi aku
sedikit mabuk jika naik kapal. Ya sudah besok jam 7 pagi sudah di bandara, aku
beramai-ramai, sekitar enam orang, tambah kau jadi 7 orang, aku naik kelas
ekonomi saja, biar lebih murah” tulis ae yu
“ok, eh jangan, kelas bisnis saja, duduk denganku” tulis tae
hyun
“tidak bisa, karena aku mengajak jung won, young in, yoon
woo, hyun joon dan kyun woo” jelas ae yu. Melihat nama Kyun Woo membuat tae
hyun cemburu {ya iyalah orang pada masih cinta dan sayang jadi apa
salahnya cemburu? Mereka berdua serasi banget, tapi sayang janur kuning sudah
melengkung, apa mau dikata?} lalu ia membalas lagi
“ok kalau begitu, selamat malam” balas tae hyun
“selamat malam juga. Jalja chingu” balas ae yu
“ne, chagi” balas tae hyun
“chagi? Chingu tae hyun, selamat malam” balas ae yu
“yah” balas tae hyun. Ae yu termenung, sementara young in
sudah tidur duluan. Ae yu melihat sebuah
foto, foto dimana ia dan tae hyun masih bersama dan itu 4 tahun yang lalu,
mereka berfoto di Nami-do, mereka sangat gembira, pada saat itu musim dingin,
mereka berpelukan dan berfoto bersama. Di kamarnya tae hyun mengambil sebuah
foto, foto yang sama seperti yang dimiliki ae yu, lalu ia tersenyum dan
membaringkan tubuhnya di kasur, dia mencium foto itu lalu memeluknya, sampai
akhirnya dia terlelap tidur. Sementara ae yu masih terjaga dia mendengarkan
lagu melalui headset, lagu yang membuat dia semakin galau ‘Love Really Hurt’
milik Yesung, lalu ia memutuskan untuk melupakan hari-hari sedihnya dan hanya
akan mengingat hari-hari saat dia bahagia. Iapun tertidur sambil memeluk
fotonya bersama sahabatnya Marry.
Pagi menjelang, ae yu bagun dan dia menyiapkan barang-barang
yang akan dia bawa, yaitu snack, kamera, ponsel, kaca mata, pakaian, sepatu,
sandal, tak lupa obatnya, sementara young in kembali ke apartemennya dan
mendapati kalau belum ada satu orangpun yang bangun, dia kemudian membangunkan
kyun woo, hyun joon, jung won dengan meneriaki mereka, tapi saat membangunkan
yoon woo dia membangunkannya dengan lembut, kalau yoon woo tak mau bangun maka
dia akan memeluknya atau menciumnya. Mereka semua sudah bangun dan
bersiap-siap. Mereka keluar dari apartemen, ae yu membawa barang cukup banyak,
karena dia akan membutuhkan barang-barang itu,
“seperti akan camping 3 hari, ae yu kenapa sangat banyak?”
kata hyun joon
“aku membutuhkan ini” kata ae yu
“obatnya sudah?” kata jung won
“tentu saja, obat sesak, obat flu, obat batuk, obat gatal,
obat alergi, dan obat khusus untukku, minyak ikan dan susu” kata ae yu sambil
tersenyum
“p3knya sudah?” kata yoon woo
“tentu saja sudah” kata ae yu
“berapa lama kau mengepacnya?” kata kyun woo
“hanya 15 menit, cepatkan?” kata ae yu sambil tersenyum
“yah, kakak memang hebat, oh ia kak, nanti apa kita akan
mengunjungi paman?” kata jung won
“mungkin ya, mungkin tidak, oh ia hyun joon, kau ada hubungan
dengan tuan Lee Ji Won kan? Kau itu keponakan jauh darinya” kata ae yu
“benarkah? Aku tak tahu itu, ayah dan ibu tak pernah
menceritakannya padaku” kata hyun joon
“oh begitu, ya sudah, ada yang ketinggalan” kata ae yu sambil
berlari
“apa?” kata mereka
“jamku! Tidak bukan, tapi sebuah foto” kata ae yu sambil
bergegas ke apartemennya
“astaga dia selalu melupakan hal seperti itu” keluh jung won
“memang sejak kapan?” kata kyun woo
“sejak usianya 14 tahun, mungkin karena ada sesuatu, tapi itu
karena dia malas berolah raga” kata jung won
“pantas saja, dia tak suka brokoli” imbuh yoon woo
“memangnnya ada hubungannya ya sayang?” kata young in
“brokoli itu sehat, dia malah tak suka, jadi begitu jadinya”
jelas yoon woo
“wow, pacarku sekarang sudah pintar ya, sayang kamu pintar
sekali” kata young in sambil mencubit pipi yoon woo
“aduh sakit! Kau ini, memangnya aku anak kecil apa?” kata
yoon woo
“bukan begitu, aku itu memang imut dan lucu” kata young in. Ae
yu datang dan ternyata membawa sebuah foto keluarga besar Lee.
“nanti aku jelaskan, sekarang ayo berangkat, ini sudah jam
enam lewat 30 menit, aku tak mau naik kapal, aku akan mabuk, jadi naik pesawat
saja” kata ae yu sambil masuk mobilnya, mereka melongo mendengarnya
“kenapa lagi? Ayo masuk, kita bisa terlambat, aku sudah
memesan enam tiket pesawat kelas ekonomi tapi, karena aku sedang kurang dana”
jelas ae yu sambil tersenyum
“baiklah tidak apa-apa” kata young in sambil masuk kedalam
mobil
“jangan-jangan setiap pergi dengan pesawat kau selalu naik
yang kelas ekonomi lagi?” kata kyun woo
“memang, kalau dengan ayah sih, jarang-jarang naik yang kelas
bisnis, palingan kelas menengah, aku hanya ingin hemat sedikit saja” kata ae yu
“bagaimana denganmu apa kau suka baik kelas bisnis?” kata
yoon woo pada kyun woo
“karena nyaman, ya aku suka, tapi itu jarang, saat berpergian
jauh aku baru naik yang kelas bisnis” kata kyun woo
“sudah-sudah, ayo masuk, hmm tunggu, ada yang tak akan
mendapatkan tempat duduk” kata ae yu
“ya 2 orang” kata hyun joon
“aku akan naik motorku, kalian naik mobil saja, siap yang
akan ikut denganku?” kata ae yu sambil keluar dari mobil dan mengambil helmnya,
mereka tak ada yang mau maju, akhirnya kyun woo yang maju dan bersedia ikut
bersama ae yu
“cie kak kyun woo” kata young in
“tak ada yang mau jadi, terpaksa aku yang ikut” kata kyun woo
“baiklah, mari kita taruhan, siap yang belakangan sampai di
bandara, maka akan mentraktir makan nanti di Jeju-do, setuju?” kata ae yu
“setuju” kata hyun joon, karena dia yang akan mngemudikan
mobilnya
“baiklah, kyun woo, maaf, kau harus di bonceng” kata ae yu
sambil menyerahkan helm
“hah? Aku dibonceng? Tidak bisa, kau yang harus dibonceng,
kau ini kan wanita, aku kecepatan tempuhku adalah 120km/jam, bagaimana
denganmu?” kata kyun woo
“baiklah, awas sampai kalah, kau akan ku tendang, aku beri
tahu kecepatan penuhku adalah 130km/jam tapi itu jika jalanan sepi” kata ae yu
sambil memakai helm
“kenapa ada wanita sepertimu?” kata kyun woo
“aku suka balapan, kau tak tahu ya? Aku pernah menjadi ketua,
karena apa? Karena aku bisa mengalahkan mereka dan mereka mau mendengarkan
kata-kataku dan nasihatku, dan aku satu-satunya perempuan di kelompok itu”
jelas ae yu
“baiklah, kau yang membawanya, tapi jangan bilang siapa-siapa
ya” kata kyun woo
“rupanya kau menyerah? Kau tahu aku hanya bercanda, palingan kecepatanku
hanya 125km/jam, sudah ayo, hyun joon sudah jauh di depan” kata ae yu
“ayo naik dan pegangan” kata kyun woo
“ok baiklah” kata ae yu sambil menaiki motornya dan
berpegangan pada pundak kyun woo
“hati-hati dengan peganganmu itu, kau harus berpengangan
dengan benar” kata kyun woo
“aku harus memelukmu begitu?” kata ae yu
“terserah kau saja” kata kyun woo. Lalu ae yu menurut dengan
memeluk kyun woo
“ayo jalan” kata ae yu, jantung kyun woo berdegup kencang
saat ae yu memeluknya, mereka pun pergi kebandara. Sementara tae hyun sudah ada
dibandara dan ia menunggu kedatangan ae yu dengan sabar. Beberapa saat kemudian
kyun woo tiba dibandara, mobil hyun joon masih jauh di belakang mereka. Ae yu
sangat senang dan dia turun dari motornya dan berterima kasih pada kyun woo
“terima kasih, karena kita tidak terlambat” kata ae yu
“sama-sama dan kita menang” kata kyun woo
“tentu saja, oh ia kau lumayan, kapan-kapan kita balapan
bersama ya” kata ae yu
“apa? Kita balapan? Aku tak mau hidupku bukan untuk itu” kata
kyun woo
“tidak, bukan begitu maksudku, maksudku balapan untuk menjadi
orang terbaik” kata ae yu
“oh begitu, baiklah” kata kyun woo sambil tersenyum. Dari
jauh tae hyun melihat mereka, hatinya terbakar cemburu, dia tak tahan melihat
ae yu bersama laki-laki lain. Lalu ia menghampiri ae yu dan kyun woo
“ae yu, kau sedikit terlambat” kata tae hyun
“benarkah? Sekarang baru jam enam lewat 50 menit, jadi belum
terlambat, kau datangnya pagi sekali, apakah kau rindu aku? Haha” kata ae yu
sambil tertawa
“ti... tidak bukan karena itu, aku hanya ingin datang pagi”
bantah tae hyun
“kyun woo, bisakah kau menelpon yu ra dan mengatakan jika kau
akan berangkat ke juju-do sekarang?” pinta ae yu pada kyun woo
“baiklah” kata kyun woo, lalu kyun woo sedikit menjauh untuk
menelpon yu ra. Tae hyun memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara dengan ae
yu, dia memegang tangan ae yu
“ae yu, aku sebenarnya merindukanmu” kata tae hyun
“aku tak pernah bohong menebak apa yang terjadi denganmu dan
pikiranmu juga hatimu tae hyun” kata ae yu sambil tersenyum dan melepaskan
tangannya dari tangan tae hyun
“kenapa kau melepaskannya?” kata tae hyun
“maaf, kita sudah putus dan aku sudah memutuskan untuk
sendiri” kata ae yu sambil berjalan pergi. Mobil yang dikendarai hyun joon
sampai dan mereka keluar dari mobil, hyun joon tak senganja menabrak ae yu,
lalu ia minta maaf
“maaf, kau tidak apa-apakan ae yu? Kau sangat cepat, siapa
yang mengendarainya? Kau atau kyun woo?” kata hyun joon
“bukan aku, tapi Kyun Woo, dia menggunakan 2/3 kemampuannya
untuk sampai disini” kata ae yu
“wah dia hebat, tapi kau lebih hebat, kau mengalahkan semua
laki-laki di grup itu dan kau menang, aku tahu cerita itu” kata hyun joon
“benarkah? Oh ya sudah, ayo kita tak boleh terlambat” kata ae
yu pada hyun joon sambil berlalu, tiba-tiba hyun joon memeluk ae yu dan dia
bilang kalau dia menyukai ae yu
“ae yu, aku menyukaimu, dari dulu, sebelum kau dan tae hyun
kenal, aku mengagumimu, lee ae yu kau sangat mirip mendiang kakakmu, lee min ae”
kata hyun joon
“aku bukan kakakku, aku ini lee ae yu bukan lee min ae, aku
tak bisa maaf, kakak” kata ae yu sambil melepaskan pelukan hyun joon.
“ae yu, aku hanya bercanda, aku ingin mengetesmu” kata hyun
joon sambil tersenyum
“ah kau ini, ayo cepat dan kau kalah, kami yang menang” kata
ae yu
“kami? Siapa? Kau dan kyun woo??? Wah kalian sudah baikkan
rupanya, apa jangan-jangan kau sudah mulai melupakan tae hyun dan berpaling
pada kyun woo??” kata hyun joon
“apa-apaan kau ini!!! Aku tidak menyukai kyun woo, kami hanya
berteman, aku tak tertarik padanya, lagian ada seseorang yang sudah menungguku
disana” kata ae yu sambil berjalan pergi dan mengambil tasnya di dalam bagasi. Sementara
young in dan yoon woo mengeluarkan tas-tas dari bagasi mobil sambil ngobrol
“kalau seandainya kau memang benar lee il sung, apa kau akan
pergi meninggalkan aku?” kata yoon woo
“tentu saja tidak, cintaku hanya padamu, aku tak akan
meninggalkanmu, tenang saja, oh ia nanti kita mau mengadakan resepsi pernikahan
dimana?” kata young in
“pertuanangan young in bukan pernikahan, apa kau ingin
sesegera mungkin menikah denganku?” kata yoon woo sambil tersenyum
“bukan begitu, apa kau tak ingin menikah denganku?” kata
young in
“bukan seperti itu, aku hanya ingin mengenalmu lebih banyak
lagi dan mengenal keluargamu, maaf aku tak memperkenalkanmu pada keluargamu”
kata yoon woo
“tidak apa-apa, aku mengerti kok, ya sudah jangan seperti
itu, aku mencintaimu” kata young in sambil mencium pipi yoon woo
“kau menciumku?” kata yoon woo
“iya, sekarang kau cium aku!” pinta young in, lalu yoon woo
mengecup bibir young in, young in terbelalak, selama ini yoon woo hanya
memeluknya dan belum pernah menciumnya,
apa lagi di bibir. Ae yu datang dan melihat semua itu, lalu dia menebak kalau
young in belum pernah dicium sebelumnya
“hei... haha young in belum pernah berciuman sebelumnya ya? Maaf
aku menggangu kalian, sudah lanjutkan, aku hanya akan mengambil ransel dan tas
ku saja” kata ae yu sambil mengambil tas dan ranselnya, namun karena berat dia
tak bisa mengangkatnya
“astaga, tadi ringan, tapi kenapa sekrang jadi berat ya???”
gerutu ae yu sambil menarik ranselnya
“makanya, jangan mengintip” ledek yoon woo
“karena kau pria, seharusnya kau bisa menurunkannya, tolong
turunkan ya? Young in bolehkan?”kata ae yu
“tentu saja boleh, yoon woo tolong turunkan tasnya ae yu”
pinta young in pada yoon woo, yoon woo mengangguk dan mencoba menurunkannya,
dan dia juga tak bisa menurunkannya, ae yu meledek yoon woo
“kau laki-laki atau bukan sih? Benar-benar berat ya? Ya
sudah, hyun joon!!!” kata ae yu sambil memanggil hyun joon. Hyun joon
menghampiri mereka dan dia disuruh menurunkan ransel itu, dia juga tak bisa
“huh... payah” kata ae yu
“kyun woo dia kemana?” lanjut ae yu
“aku disini” kata kyun woo muncul di samping hyun joon
“tolong turunkan ransel itu ya?” kata ae yu
“baiklah” kata kyun woo, dia mencobanya dan juga tak bisa,
karena berat.
“apa isinya ya? Jangan-jangan jung won lagi, dimana anak
itu?? SEO JUNG WON!!!” Teriak ae yu. Jung won pun datang dan dia ternyata tidak
ada di ransel itu
“lalu apa isinya???” kata ae yu bingung
“kita buka saja” usul jung won
“jangan mungkin itu berbahaya” kata yoon woo
“iya, nanti bahaya” imbuh young in
“kalian takut sekali, sini biar aku yang buka” kata hyun joon
“silahkan” kata ae yu
“tidak jadi, kyun woo saja” ralat hyun joon
“dasar penakut” ledek ae yu sambil menatap hyun joon. Tae
hyun kemudian datang dan memberi salam
“halo, kenapa dengan kalian?” kata tae hyun ramah
“itu ransel ae yu berat dan tidak ada yang bisa
menurunkannya, bisa bantu kami?” kata young in
“tentu saja, apa benar-benar seberat itu?” kata tae hyun
sambil mencoba mendekat dan menurunkan ransel ae yu,
“ae yu, karena kau pemiliknya, kau harus menurunkannya, aku
akan membantumu” kata tae hyun, yang lain melirik tae hyun dengan tatapan asam
“kau ini! Laki-laki apa perempuan hah?!” kata ae yu
“baiklah, aku akan menurunkannya” kata tae hyun, kemudian
pelan-pelan dia menurunkannya
“sudah, apa yang akan kau berikan padaku?” kata tae hyun
sambil berdiri menatap ae yu
“apa yang kau minta?” kata ae yu
“hatimu, aku ingin hatimu” kata tae hyun
“aku tak bisa memberikannya, karena kau adalah masa laluku,
aku sesungguhnya sudah menemukan penggantimu, maaf” kata ae yu
“siapa dia?” kata tae hyun sambil menatap ae yu lekat-lekat
“dia seseorang yang sudah menungguku selama 5 tahun, dia tak
ada disini, dia sekarang sedang ada di Jeju-do, dia orang yang pendiam, aku
sudah berjanji untuk kembali padanya” kata ae yu memalingkan wajah dari tae
hyun, sambil menahan tangisnya, kyun woo melihat itu semua dan ia merasa iba
pada ae yu, ia merasa tahu orang yang dimaksud oleh ae yu, dan orang itu adalah
tae hyun sendiri. Ae yu merasa frustasi dia mengambil ranselnya dan menyuruh
tae hyun dan yang lainnya pergi duluan, mereka mengerti dan meninggalkan ae yu
sendiri, hanya tae hyun dan kyun woo yang masih disana, tae hyun minta maaf karena sudah menggangunya selama 4 tahun lalu
“ae yu, aku minta maaf karena telah menggangumu 4 tahun lalu
dan melukaimu” kata tae hyun sambil bersimpuh di depan ae yu, ae yu membalikkan
tubuhnya, matanya memerah dan tak kuasa menahan tangisnya
“jangan menangis bodoh” batin ae yu
“ae yu, jujur aku memang benar-benar mencintaimu, aku tak
ingin kau terluka lagi, aku tak ingin kau ada dalam bahaya, aku menikah dengan
sung in, untuk melindungimu dari kedua orang tuaku, mereka mengancamku jika
tidak menikah dengan sung in, maka nyawamu adalah taruhannya, aku sudah
mengatakan hal ini, kumohon percayalah kepadaku ae yu. Hatiku, nyawaku, cintaku
dan pikiranku semuanya hanya untukmu, hatiku selalu bersamamu lee ae yu, ku
mohon maafkan aku” lanjut tae hyun, mair mata ae yu mengalir deras di pipinya,
ia sudah tak sanggup lagi, dia ingin bicara yang sesungguhnya tapi itu tak
mungkin, ia kemudian menyuruh tae hyun diam
“tae hyun bisakah kau diam?!” kata ae yu cukup kasar
“sekarang pergi dari hadapanku, aku tak mau lagi melihatmu,
mendengar penjelasanmu atau mendengar namamu, pergi sekarang! Pergi!!! Jangan
temui aku lagi!!! Jangan telpon aku! Jangan sms aku! Jangan cari-cari aku, jika
aku mati jangan kerumah duka atau ke acara pemakamanku, aku tak mau melihat
wajahmu itu. Aku benci kau. Pergi!! Jika kau sayang aku tolong pergi dari sini
sekarang juga!!!” teriak ae yu dengna air mata mengalir deras dipipinya, namun
dia tak mau membalikkan tubuhnya
“tapi....” kata tae hyun
“ tapi apa???!!! Ini untuk kebaikanku kan? Ini juga untuk
kebaikanmu. Jaga dirimu baik-baik, aku akan baik-baik saja. Sekarang silahkan
pergi. Aku sudah 100% melupakanmu jung tae hyun, maaf dan selamat tinggal” kata
ae yu
“baiklah, jaga dirimu baik-baik, aku tak akan mengganggumu
lagi, maaf, aku mencintaimu, terima kasih dan selamat tinggal” kata tae hyun
sambil berdiri kemudian pergi dari hadapan ae yu. Setelah tae hyun pergi, ae yu
langsung terkulai lemas dan jatuh ke lantai, dia menangis sesegukan, kyun woo
yang melihatnya tak tega dan akhirnya memeluk ae yu dan menenangkannya
“ae yu, sabar, kau jangan menagis lagi, aku akan selalu ada
disini” kata kyun woo
“aku tak sanggup lagi, aku sakit, aku sakit, aku tak bisa,
aku tak bisa, aku berbohong, aku tak bisa melupakannya, aku sangat
mencintainya, aku tak ingin dia pergi, aku berbohong mengatakan aku
membencinya, malah aku sangat mencintainya Jung Tae Hyun, aku mencintainya dan
tak sanggup untuk kehilangannya lagi, ku mohon, ini semua untukmu tae hyun, aku
rela kau membenciku, aku tak apa, tapi tolong jangan lakukan hal-hal gila” kata
ae yu sambil menangis
“sudahi tangismu itu ae yu, aku akan menjagamu menggantikan
tae hyun dan aku akan membahagiakanmu” kata kyun woo sambil mengelus rambut ae
yu
“tidak bisa, aku tidak bisa, cintaku sudah untuknya, maaf”
kata ae yu
“sekarang aku baru menyadarinya, rasa ini adalah rasa cinta,
bukan rasa kasihan atau rasa iba, aku menyukaimu lee ae yu, jangan menangis
lagi” kata kyun woo
“bohong!!! Kau tak mungkin menyukaiku dari hatimu, kau hanya
merasa kasihan padaku, jangan seperti itu, aku tak bisa, masih tak bisa
melupakannya bahkan jika dia mati, aku tak bisa melupakannya” kata ae yu
“jangan
lupakan dia, kenanglah dia, anggap dia itu adalah bintang di langit malam dan
dia matahari di siang hari, maka kau akan selalu merasa bersama dia, kau tahu, walau
tak bisa saling memiliki itu tidak masalah, dari pada memiliki tapi tak saling
mencintai, itu berbahaya” kata kyun woo
“kakak, aku merindukanmu, min ae, aku ingin curhat denganmu,
hiks... hiks” kata ae yu
“jangan panggil dia, kasihan dia sudah tenang disana” kata
kyun woo
“lalu aku harus curhat dengan siapa? Young in? Tidak” kata ae
yu sambil menangis
“i knew i love you today, and i’ll be always for you and the
day you went away i’m very sad, i’m crying, but i know i really love you and i
don’t wont if you went away from me, so Ae yu plesae don’t be sad, don’t
crying, because i still here” kata kyun woo
“apa yang kau katakan itu bohong, i know you lie, tapi aku
tahu kau tulus, aku berterima kasih untuk itu” kata ae yu sambil tersenyum
“ya, sama-sama” kata kyun woo
“kau seperti pelangi setelah hujan reda, kau begitu indah
dan membuatku tersenyum” kata ae yu
“kau bisa saja, kau tahu, jika sebenarnya saat kau menangis
kau sangat rapuh, saat kau tersenyum kau terlihat sangat kokoh, jadi jangan
menangis lagi, aku tak ingin melihat kau menangis, kau lebih cantik jika
tersenyum” kata kyun woo
“benarkah? Kau tahu, kau itu seperti air yang diam tapi
menghanyutkan, kau pintar, kau juga baik, aku prediksi jika nanti kau akan
menjadi sukses, karena kau orang yang pandai dan baik hati” puji ae yu
“terima kasih, ayo bangun dan ayo kita ke jeju-do aku akan
memperkenalkanmu pada kedua orang tuaku” kata kyun woo
“untuk apa? Aku dan kau baru kenal” kata ae yu
“baru kenal? Kita sudah kenal 3 tahun” kata kyun woo
“baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada kedua orang
tuamu, tentang young in dan il sung juga tentang aku” kata ae yu sambil meraih
ranselnya
“sungguh aku jatuh cinta kepadamu, jadilah teman hidupku dan teman hatiku” kata
kyun woo sambil mendekatkan wajahnya pada ae yu
“maksudmu? Aku mungkin tak semudah itu untuk menghapusnya
dari hatiku dan otakku” kata ae yu
“aku akan menghapusnya” kata kyun woo setelah itu dia mengecup bibir
ae yu, ae yu hanya bisa terdiam, tak sengaja jung won melihat itu dan
memotretnya diam-diam, kemudian dia menelpon kakaknya itu dan mengatakan jika
mereka harus berangkat sekarang. Mendengar suara ponsel ae yu, kyun woo langsug
melepaskan bibirnya dari bibir ae yu, mereka langsung kikuk. Ae yu mengangkat
telpon, dan ternyata itu telpon dari jung won yang mengatakan jika mereka harus
berangkat sekarang, ae yu mengerti dan dia langsung mengambil ranselnya yang
berat dan langsung berdiri.
“siapa yang menelpon?” kata kyun woo
“adikku, jung won, ya sudah ayo cepat, kita bisa terlambat,
jangan ceritakan kejadian tabrakan mulut kita ini pada siapa-siapa ya!” kata ae
yu sambil mengangkat tasnya dan memakai ranselnya. Mereka berduapun pergi dari
sana dan menuju tempat masuknya ke dalam pesawat, mereka sampai di dalam pesawat dan mereka
dipandangi dengan pandangan aneh oleh young in, yoon woo, hyun joon dan jung
won. Mereka berdua akhirnya duduk bersebelahan dan mereka jadi canggung. Sementara
tae hyun duduk tepat di samping mereka, jadinya situasi sangat kaku dan ae yu
jadi kikuk sendiri.
“mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu, engkau
disana aku disini, meski hatiku memilihmu, andai ku bisa ingin aku memelukmu
lagi, oh dihati ini hanya engkau mantan terindah yang selalu kurindukan”
nyanyian tae hyun
“engkau meminta padaku untuk mengatakan bila kuberubah, jangan
pernah kau ragukan engkau akan selalu dihati, yang kau buat sungguhlah indah,
buat diriku susah lupa. Mantan terindah” lajutnya
“tae hyun, kau sepertinya sangat terluka memang ada apa?”
kata temannya
“tidak apa-apa” dusta tae hyun
“nanti, kau akan bertemu dengan tuan Lee Ji Won itu kan?”
kata temannya lagi
“ya, aku ada pekerjaan yang harus dikerjakan bersamanya, ada
bisnis, kami sudah bekerja sama” kata tae hyun
“oh begitu, baiklah” kata temannya. Kyun woo yang mendengar nama ayahnya di sebut
jadi bingung, kenapa ayahnya bisa kenal dengan tae hyun. Ae yu memilih untuk
diam dan tidur, kyun woo melihatnya kemudian memegang tangan ae yu erat. Tae
hyun yang melihatnya terlihat cemburu dan ingin sekali memukul kyun woo. Sementara
young in dan yoon woo duduk berdampingan dan saling berpegangan tangan sambil
tersenyum, hyun joon dan jung won hanya diam saja. Beberapa saat kemudian
mereka sampai di jeju-do, mereka turun dari pesawat dan mereka memasuki
bandara, mereka berjalan bersama-sama, jung won dan hyun joon, young in dan
yoon woo bergandengan tangan, ae yu dan
kyun woo berjalan berdampingan, lalu kyun woo merangkul ae yu sambil tersenyum
“selamat datang di Jeju-do, kita akan bertemu ayah dan ibuku,
kau harus siap” kata kyun woo
“apa yang harus aku persiapkan? Lagian hanya bertemu dan tak
lebih dari itu” kata ae yu
“cie, kau akan memperkenalkan ae yu sebagai kekasihmu ya kak?”
kata young in menyeletuk
“dia kan naksir berat pada ae yu, jadi mungkin saja. Bahkan
kalau dia berani, dia akan minta dinikahkan dengan ae yu” imbuh hyun joon
“benar” kata jung won dan yoon woo
“eh apa yang kalian bicarakan hah? Kami hanya berteman saja,
aku sudah bilang sebelumnya kyun woo tahu alasanku” kata ae yu sambil menatap kyun woo
“ya, aku mengerti, itu yu ra sudah menjemput kita” kata kyun
woo sambil menunjuk yu ra, yu ra mengalihkan pandangannnya pada kyun woo dan
langsung berlari memeluk kyun woo sambil tersenyum
“aku merindukanmu kyun woo, aku sudah menunggumu selama 10
tahun ini” kata yu ra
“oh, aku juga merindukanmu” kata kyun woo, kemudian yu ra
melepaskan pelukannya dari kyun woo, kyun woo merasa canggung jadinya,
sementara young in merasa yu ra itu naksir kakaknya.
“perkenalkan teman-teman ini Nam Yu Ra, yu ra ini
teman-temanku” kata kyun woo sambil memperkenalkan yu ra pada young in dan yang
lainnya, kemudian yu ra menyalami young in terlebih dahulu
“halo aku nam yu ra” kata yu ra sambil tersenyum
“aku il... maksudku Shin Young In” kata young in, kemudian
yoon woo
“halo aku nam yura, kalau kau?” kata yu ra sambil tersenyum
“aku Ji Yoon Woo, ini Seo Jung Woon, itu Park Hyun Joon dan
itu Lee Ae Yu” kata yoon woo yang langsung memperkenalkan semua temannya pada
yu ra, mereka tersenyum manis pada yu ra. Kemudian kyun woo mengajak mereka
kerumahnya, tapi ae yu bilang kalau dia ingin ke suatu tempat dulu, dia
menyuruh semuanya kerumah kyun woo, sementara dia harus pergi ke suatu tempat.
“kalian duluan saja, aku harus pergi ke suatu tempat, aku
harus menemui seseorang, ada hal penting, jangan khawatir aku akan baik-baik
saja” kata ae yu sambil membawa ransel dan tasnya
“ransel dan tasmu biar kami yang bawa” kata young in
“tidak usah, ini berguna untukku, jadi aku akan membawanya”
kata ae yu
“noona apa itu tidak berat?” kata jung won
“menurutku tidak, tolong jaga jung won ya? Aku pergi dulu”
kata ae yu, kemudian ada mobil yang menjemputnya
“nah jemputanku sudah datang, aku pergi dulu, daaa” kata ae
yu sambil melambaikan tangannya dan memasuki mobil itu
“mau kemana dia?” kata yoon woo
“tenang dia tidak akan lari, dia akan baik-baik saja” kata
hyun joon
“tapi noonaku, dia...” kata jung won
“dia kenapa?” kata kyun woo dengan nada khawatir
“dia pernah tersesat dan pulang dengan penampilan
acak-acakan, dia gemetaran, karena dia tersesat pas malam hari, tapi ini masih
pagi, jadi tidak masalah,tenang aku sudah menyadapnya” kata jung won sambil
menunjukan lokasi ae yu sekarang dengan tabletnya
“wah anak jenius” puji yu ra
“memang” kata jung won singkat
“ya sudah ayo kerumahku” kata kyun woo. Mereka tak tahu jika
ae yu pergi kerumah kyun woo lebih dulu dari pada mereka, dan mobil yang
menjemputnya itu adalah mobil dari keluarga kyun woo. Ae yu sudah sampai di
depan rumah kyun woo dan dia disambut oleh ayah dan ibu kyun woo
“selamat datang ae yu, kau apa kabar? Aku rindu padamu” kata
ibu kyun woo sambil memeluk ae yu
“aku juga merindukanmu bibi, aku baik-baik saja, bagaimana
dengan kalian berdua? Kalia sehat-sehat sajakan?” kata ae yu
“tentu saja, pamanmu ini tentu baik-baik saja, bagaimana
kabar ayahmu? Apa dia baik-baik saja?” kata ayah kyun woo
“ya, ayah baik-baik saja, sekarang dia sedang ada di China,
dia bilang mau belajar bahasa Mandarin, padahal dia sudah bisa, mungkin saja
dia mau bekerja sama lagi dengan pengusaha disana, ya walaupun tak terlalu
kaya, tapi ayah selalu berusaha yang terbaik untukku dan untuk keluarga, oh ia
paman bibi, aku membawa kabar yang begitu baik, bolehkah aku masuk?” kata ae yu
sambil tersenyum
“tentu saja ayo masuk, kabar baik apa?” kata ibu kyun woo
“nanti aku kasih tahu deh bibi, pokoknya kalian pasti akan
sangat gembira, jadi bersabarlah dan aku juga membawa hadiah untuk bibi, hadiah
itu belakangan datangnya bersama kyun woo” kata ae yu
“sudah ayo masuk” kata ayah kyun woo. Kemudian mereka masuk
ke dalam rumah, sampai di dalam rumah ae yu duduk di sofa bersama paman dan
bibi, kemudian dia menyerahkan sebuah dokumen, dokumen yang berisikan tes DNA
kalau young in memang lee il sung yang dikatakan meninggal 10 tahun yang lalu.
“apa ini?” kata ayah kyun woo
“buka saja paman, itu hadiah dariku hari ini ulang
tahunmukan? Jadi aku menyiapkannya” kata ae yu
“aku ingin tahu, apa itu, coba buka ayah” kata ibu kyun woo,
kemudian ayah kyun woo membukanya, disana tertulis bahwa Shin Young In dan Lee
Il Sung memiliki kesamaan 100% dan foto masa kecil lee il sung dan shin young
in sama, tes itu dilakukan ae yu diam-diam dan sudah pasti kebenarannya
“apa maksunya ini semua?” kata ayah kyun woo
“putrimu Lee Il Sung masih hidup, dia diselamatkan oleh Park
Hyun Joon, dan ia hilang ingatan atau biasa disebut amnesia, jadi dia tak ingat
siapa dirinya kemudian namanya berubah
menjadi Shin Young In, dia tinggal si seoul 5 tahun dan di Amerika 5 tahun
bersama kekasihnya Ji Yoon Woo, sesungguhnya dia sudah ingat, namun dia tak mau
mengatakannya, Lee Il Sung masih hidup, dia belum mati, jadi kalian harus
berterima kasih kepada Tuhan” kata ae yu
“jadi putri kita masih hidup? Il sung-ku masih hidup?” kata
ibu kyun woo dengan mata berkaca-kaca
“kau tidak sedang bercandakan? Ae yu” kata ayah kyun woo
“tentu saja aku tidak bercanda paman, bibi, aku serius 100%
malah” kata ae yu sambil tersenyum. Tiba-tiba mobil yu ra sampai di depan rumah
dan ia membunyikan klakson mobilnya. Ayah dan ibu kyun woo keluar, namun ae yu
memilih untuk diam di dalam. Mereka keluar dari mobil dan melihat rumah kyun
woo yang besar. Ayah dan ibu kyun woo menyambut mereka, young in sangat rindu
pada ayah dan ibunya, dia langsung memeluk mereka
“ayah ibu, aku merindukan kalian” katanya
“kami juga merindukanmu il sung” kata ayah dan ibu kyun woo
“dari mana kalian tahu?” katanya
“dari seorang peri cantik, dia temanmu” kata ibu kyun woo
“jadi dia sudah datang duluan?” kata il sung
“ya, dia sudah datang
lebih dulu dan menceritakan semuanya, sekarang jangan pergi lagi dari
kami, kami sangat menyanyangimu” kata ayah kyun woo
“ayah ibu” kata il sung
“ya, il sung” kata mereka
“hari yang indah” kata ae yu yang keluar dari rumah kyun woo
“kau? Kenapa kau ada disini?” kata kyun woo
“jangan-jangan tadi kau mau pergi itu, pergi kesini?” kata
jung won curiga, lalu melihat tabletnya dan benar
“ternyata peri itu kau ya?” kata hyun joon
“peri??? Peri apa??? Aku tak mengerti” kata ae yu
“tadi aku bilang kau peri yang cantik” kata ibu kyun woo
“bibi bisa saja” kata ae yu
“jadi kalian saling mengenal?” kata kyun woo
“tentu saja, ayahnya teman ayahmu” kata ibu kyun woo
“pantas saja, tadi kau bicara seperti itu, ternyata ada ae yu
dibalik batu” kata kyun woo
“apa maksudmu aku ada di balik batu? Aku tidak bersembunyi,
oh ia aku sekarang sudah mengantarkan hadiahnya ya paman dan bibi, jadi aku
akan pergi dulu, aku ada urusan” kata ae yu sambil mengambil ransel dan tasnya
“mau kemana kau? Makan dulu, nanti baru pergi” kata ayah kyun
woo
“tidak usah, aku sekarang akan makan ditempat temanku, aku
pergi dulu. Oh ia paman, tadi ada kue, aku ambil satu, hehe, terima kasih, aku pergi
dulu, sampai jumpa” kata ae yu sambil berjalan pergi
“astaga, dia tak pernah berubah dari kecil sampai sekarang
masih saja seperti itu ae yu ae yu” kata ibu kyun woo
“ibu sejak kapan mengenalnya?” kata kyun woo
“sejak usianya 3 tahun, bahkan saat kau pergi ke Amerika 10
tahun yang lalu dia pernah kesini dan menginap, dia juga temannya il sung waktu
kecil, kau tak pernah tahu hal itu” kata ibu kyun woo
“oh begitu, ngomong-ngomong kado apa yang dia bawa?” lanjut
kyun woo
“adikmu ini, dia bawa kado ulang tahun ayahmu ya, adikmu ini,
dia menguak semua misteri untuk kita, ibu menyukai sikapnya itu, dia
kekanak-kanakan tapi dia bisa menyelesaikan masalah dengan tepat” kata ibu il
sung
“oh ia apa kau sudah ingat tentang dirimu il sung?” kata yoon
woo
“aku ingat kemarin, saat aku lari, ingatanku kembali, namun
aku tetap tak akan meninggalkanmu yoon woo” kata ae yu
“siapa dia? Apa dia kekasihmu?” kata ayah kyun woo
“ya, aku kekasihnya il sung, aku mencintainya, kami
berpacaran 5 tahun lalu, eh 6 tahun lalu, tolong restui kami paman” kata yoon
woo kemudian membungkuk
“ya, tentu saja, semoga kalian berbahagia” kata ayah kyun woo
“paman, bolehkah kami menginap malam ini?” kata jung won
tiba-tiba
“tentu saja boleh, kalian bisa menginap sesuka kalian, aku
tahu kalian orang baik” kata ayah kyun woo
“kalau begitu, terima kasih banyak paman, aku akan memasak
untuk paman dan bibi, karena sudah memberikan aku menginap” kata jung won
“tidak usah” kata ibu kyun woo
“dia pandai memasak bu” kata il sung
“kalau begitu bagus, ya sudah, terima kasih, ayo masuk, oh ia
Yu Ra terima kasih sudah menjemput kyun woo” kata ibu kyun woo sambil tersenyum
pada yu ra
“ya, sama-sama bibi, kalau begitu aku pulang dulu” kata yu ra
“ayo masuk dulu dan kita minum teh dulu” kata ibu kyun woo
“tidak usah bi, aku pulang saja” kata yu ra
“ayo masuk” kata kyun woo pada yu ra
“baiklah” jawab yu ra
“kalau kyun woo mengajakmu baru kau mau, yu ra, kau naksir
kyun woo ya?” kata ibu kyun woo
“ah bibi” kata yu ra sambil tersipu malu
“baiklah semuanya ayo masuk” kata ayah kyun woo. Mereka semua
masuk rumah dan mereka duduk di sofa ruang tamu, ternyata ae yu menulis pesan
untuk mereka.
“selamat berbahagia, aku ikut bahagia karena kalian bahagia,
paman selamat ulang tahun, aku hanya bisa memberimu ini, aku harus pergi, bibi
jaga kesehatanmu ya? Paman juga jaga kesehatan, kyun woo maaf dan terima kasih,
il sung semoga kau berbahagia. Dan aku ucapkan selamat untuk kalian semua,
selamat tinggal, tertanda Lee Ae Yu” pesan ae yu, hal itu membuat mereka panik
dengan keadaan ae yu. Sementara ae yu pergi ke pantai dan melihat pemandangan
yang begitu indah, dia tersenyum, tiba-tiba ada seorang yang memanggilnya
“Lee Ae Yu,,,,” panggil seseorang. Ae yu menoleh dan
tersenyum.
“hei kau apa kabar? Sudah lama tak bertemu ya?” kata ae yu
“ya, sudah lama, kau semakin dewasa saja, bagaimana kabarmu?”
kata orang itu
“aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?” kata ae yu
“aku juga baik-baik saja, oh ia kau tumben kesini, dengan
siapa kau kesini? Tidak dengan kekasihmu
ya? Itu terlihat dari wajahmu” kata orang itu
“kakak, aku memang tak bersama kekasihku, aku tak memiliki
kekasih, oh ia, apa yoon sun baik-baik saja?” kata ae yu
“dia baik-baik saja, ayo kerumah” kata orang itu
“baik, ayo, aku berharap dia tak marah karena aku baru datang
sekarang” kata ae yu
“tentu tidak, karena dia sangat merindukanmu” kata orang itu
“apa yang harus ku lakukan sekarang Yoon Hyun?” kata ae yu
“kenapa lagi denganmu? Apa ada masalah kagi?” kata yoon hyun
“aku sakit, aku sakit karena dia Tae Hyun, aku tak sanggup
melupakannya” kata ae yu
“sudah, jangan khawatir, aku kan slalu ada untukmu? Jadi
jangan khawatir, jangan bersedih” kata yoon hyun sambil mengelus rambut ae yu
“terima kasih untuk semua bantuanmu kak, sekarang, ayo temui
anak itu (yoon sung), dimana ibunya kak?” kata ae yu
“ibunya juga ada dirumah” kata yoon hyun
“ya sudah, aku juga merindukannya” kata ae yu, mereka berdua
pergi ke rumah yoon hyun yang tak jauh dari pantai itu.
Kembali ke rumah kyun woo, mereka kemudian menanyakan
bagaimana bisa ae yu mengenal kyun woo.
“kyun woo, bagaimana kau bisa kenal dengan ae yu?” kata ayah
kyun woo
“kami bertemu di Amerika 3 tahun lalu, awalnya kami hanya
teman kuliah dan kami sering sekali bertengkar, setelah 5 bulan dia pergi entah
kemana dan tidak memberi kabar sama sekali” kata kyun woo
“apa kau tahu jika ae yu itu teman il sung?” kata ibu kyun
woo
“tidak, baru kemarin aku tahu, dan aku baru tahu kalau dia
itu adalah ketua dari kelompok komunitas motor gede di kawasan Cheonan, dia
juga satu-satunya wanita di kelompok itu, dia juga pandai memasak, bahkan lebih
pintar dari aku, dia juga salah satu anggota sukarelawati tidak tetap, karena
dia cukup sibuk, dia bilang dia pulang 2 minggu yang lalu ke Korea setelah dari
Itali dan Paris” kata kyun woo
“sepertinya kau begitu menyukainya, sampai seditel itu kau
tahu” kata il sung
“sepertinya kau sudah bisa melupakan Jung Yi ya?” kata yu ra
“ya, aku sudah bisa meupakan dia dan merelakan dia, sekarang
aku akan mencoba membuka lembaran baru dan membuka hatiku untuk perempuan baru”
kata kyun woo
“kami megajukan Lee Ae Yu” kata il sung dan yoon woo kompak
“kenapa harus dia?” kata kyun woo
“aku tahu kak, kau menyukainya kan? Sejak kemarin kau selalu
ingin tahu tentang dia” kata il sung
“aku bahkan punya sesuatu yang mengejutkan tentang kyun woo
hyung dan ae yu noona, ini sangat surprise, tapi sayang noona tak ada disini”
kata jung won sambil mengambil ponselnya
“apa itu?” kata hyun joon penasaran
“sesuatu, aku baru tahu kyun woo hyung seberani itu pada
noonaku, mantan kekasihnya yang lama berpacaran dengannya saja tak seberani itu
padanya” kata jung won sambil tersenyum
“perlihatkan apa yang kau temukan” kata il sung
“jangan kaget ya!” kata jung won
“ya” jawab mereka
“ini dia, fotonya mesum sekali, anak kecil tak boleh lihat”
kata jung won sambil memperlihatkan foto kyun woo mengecup bibir ae yu saat di
parkiran bandara
“astaga kakak!!! Apa yang kau lakukan pada ae yu,
jangan-jangan karena hal itu dia tak mau tinggal lebih lama disini” kata il
sung
“kyun woo kau berani sekali padanya! Kalau ayahnya tahu kau
bisa mati!” kata ayah kyun woo
“kyun woo putraku ini, apa kau sangat ingin memiliki ae yu? Aku
akan membantumu” kata ibu kyun woo
“jung won kau hebat” kata yoon woo
“jung won kau memang handal” imbuh hyun joon
“kyun woo apa yang kau lakukan?” kata yu ra dengan mata
memerah
“bukan begitu, itu hanya,,,,, hanya,,,,,,,,, argh, jung won! Kau
ini!” kata kyun woo yang kemudian beranjak dari duduknya dan pergi keluar rumah
“kau mau kemana?” kata ibu kyun woo
“aku ingin menghirup udara segar di pantai, lagian dekat dari
sini” kata kyun woo sambil berjalan pergi
“hati-hati dijalan” kata il sung
“iya, kau jangan kabur ya?” kata kyun woo
“tentu saja kak” kata il sung. Kyun woo pergi, tak jauh dari
rumahnya, ae yu sedang bersama yoon hyun dan yoon sun, ae yu menggendong yoon
sun sambil tersenyum
“yoon sun, aku merindukanmu sayang, kau juga merindukanmu ya?”
kata ae yu
“tentu saja, ‘ibu’, aku merindukanmu” kata yoon sun
“ibumu dimana?” kata ae yu
“dia sedang pergi, dia bilang mau ke pasar” kata yoon sun
“ae yu, kapan kau datang?” kata nae ra tiba-tiba
“ah kakak, aku baru saja datang, oh ia kenapa yoon sun
memanggilku ‘ibu’?” kata ae yu
“itu karena dia sangat sayang padamu, oh ia, kau makin cantik
saja” kata nae ra
“ah kakak bisa saja” kata ae yu
“bagaimana keadaanmu? Aku dengar kau sudah berakhir dengan
adikku Tae Hyun” kata nae ra
“ya, kami memang sudah berakhir, karena dia sudah menikah
dengan Sung In, sudah 4 tahun yang lalu” kata ae yu
“aku tahu, tapi aku tidak setuju dengan semua itu, kau
membawa ransel dan tas seberat ini untuk apa?” kata nae ra
“palingan dia mau mencari masalah lagi, atau jangan-jangan
kau mau camping ya? Memangnnya kau berani?” kata yoon hyun
“aku tak mau camping sendiri, aku bukan mau camping, aku
hanya membawa barang-barang sedikit dan ada juga oleh-oleh dari Itali dan
Prancis, hehe” kata ae yu sambil membuka tasnya dan mengambil 5 tas untuk kakak
dan kakak iparnya juga untuk yoon sun
“aku hanya bisa memberikan kalian ini” kata ae yu sambil
menyerahkan tas itu pada nae ra dan yoon hyun
“astaga banyak sekali, kau ini, kenapa menghabiskan banyak
uang untuk membelikan kami oleh-oleh??” kata nae ra
“itu hanya sedikit, hanya ada pakaian musim dingin, dan
beberapa pernak-pernik khas itali dan prancis” kata ae yu
“terima kasih banyak ae yu, oh ia bagaimana keadaan ayah dan
ibu? Jung won apa dia makin dewasa atau makin nakal?” kata yoon hyun
“ayah dan ibu ada di China, jung won ada di jeju-do sekarang,
tapi dia tak tahu aku kesini, dia ada di rumah kyun woo, dekat dari sini ‘kan?”
kata ae yu
“baguslah, iya, rumahnya dekat dengan rumah ini, il sung apa
dia sudah ketemu?” kata nae ra
“dia itu ternyata young in temanku dan dia sekarang sudah
ingat semuanya, oh iya kak aku dan tae hyun sudah berakhir baru kemarin dan
maaf karena hal itu” kata ae yu
“kakak, aku merindukanmu” kata tae hyun tiba-tiba, ternyata
dia juga datang kesana
“oh kau tae hyun, kau juga datang kesini?” kata nae ra
“iya kak, oh yoon sun kau makin manis” kata tae hyun sambil
mencubit pipi yoon sun
“paman, kau makin tampan, gendong” kata yoon sun
“sini, paman gendong, oh ae yu kau juga ada disini?” kata tae
hyun
“ya, aku menengok kak yoon hyun” kata ae yu sambil
menyerahkan yoon sun pada tae hyun
“paman tampan dan ibu, eh bibi cantik, kalian serasi, kenapa
kalian tidak menikah saja? Seperti ayah dan ibu?” kata yoon sun, membuat mereka
tertawa
“yoon sun, itu tidak mungkin paman sudah menikah, dan bibi
sekarang sedang tak ingin pacaran” kata ae yu sambil tersenyum dan mencubit
pipi yoon sun
“benar yang dikatakan bibi ae yu, paman sudah menikah dan dia
sedang menjomblo” kata tae hyun
“kau ini! Single bukan jomblo” kata ae yu sambil menjitak
dahi tae hyun, mereka tertawa. Tak mereka sadari kyun woo melihat itu semua dan
mukanya langsung manyun karena melihat ae yu tersenyum bersama tae hyun. Kemudian
ae yu pamit, dia bilang dia harus pergi ke suatu tempat
“kakak, aku harus pergi kesuatu tempat sekarang, yoon sun
bibi pergi dulu” kata ae yu sambil mengambil ransel dan tasnya
“bibi tunggu, cium dulu” kata yoon sun. Ae yu kemudian
mencium yoon sun, wajahnya jadi dekat dengan tae hyun, jantung ae yu dan tae
hyun berdetak kencang, kemudian ae yu mendongakan kepalanya dan terjadi ‘tabrakan
bibir’, mereka terkejut, untung yoon sun tak melihatnya
“maaf” kata ae yu sambil menunduk
“aku juga minta maaf” kata tae hyun
“tidak masalah” kata nae ra sambil tersenyum
“jangan sampai ada yang tahu ya, ssttt” kata yoon hyun
“yoon sun tak melihatnya kan?” kata ae yu
“tidak kalian tenang saja” kata nae ra
“sangat disayangkan kalian harus berpisah, padahal kalian itu
sangat serasi” kata yoon hyun
“pendapat kita sama sayang, kalian tahu, jika kalian berjalan
berdampingan kalian sangat serasi, sudahlah, itu sudah terlambat, semoga ae yu
mendapatkan kekasih yang lebih baik darimu tae hyun” kata nae ra
“iya, semoga kak, aku juga mengharapkan hal yang sama” kata
tae hyun
“jaga dirimu baik-baik, dan jangan sampai penyakitmu itu
kumat lagi, bahaya” kata yoon hyun
“tenang saja kak, aku akan jaga diri, kau akan juga jaga
dirimu, kak nae ra dan yoon sun, aku pergi dulu, nanti aku akan datang lagi,
sampai jumpa” kata ae yu sambil berjalan pergi
“hati-hati dijalan” kata yoon hyun dan nae ra
“iya, daaa” kata ae yu sambil melambaikan tangannya
“sampai jumpa lee ae yu” gumam tae hyun
“kau ini! Kenapa tak bicara apapun dengannya? Kau masih
mencintainyakan? Tapi kenapa kau tak bicara apappun? Dasar bodoh!” kata nae ra
“sudah, jangan seperti itu, dia sudah berusaha menjaga diri,
dia tak ingin ae yu bahaya, kau juga ‘kan?” kata yoon hyun
“ya sudah, ayo masuk” kata nae ra, mereka masuk ke dalam
rumah yoon hyun. Sementara ae yu berjalan sambil mendengarkan musik rock,
sambil senyum-senyum dia berjingkrak-jingkrak dan bernyanyi.
“hatiku sudah terbuka untuk orang baru sekarang, jadi aku
sudah sehat dan tidak akan kambuh lagi” kata ae yu sambil tersenyum.
“ae yu tunggu!” kata kyun woo tiba-tiba ada di belakang ae yu
dan menepuk pundaknya, ae yu terkejut dan menyiapkan gerakan kuda-kuda, lalu
dia berbalik dan siap memukul orang yang ada di belakangnya
“siapa kau?!” kata ae yu sambil mengepalkan tangannya dan
siap memukul
“ae yu, kenapa denganmu? Ini aku kyun woo” kata kyun woo
“maaf” kata ae yu sambil menurunkan tangannya.
“kenapa kau ada disini?” kata ae yu
“aku hanya ingin menghirup udara segar, bagaimana denganmu?”
kata kyun woo
“oh, aku baru saja dari rumah kakaknya jung won, kak seo yoon
hyun dan istrinya jung nae ra, kakaknya tae hyun dan juga putra mereka seo yoon
sun” kata ae yu
“oh begitu, ayo jalan-jalan ke pantai yuk?” kata kyun woo
“aku sudah kesana tadi, aku sekarang ingin ke rumahku, kau
mau ikut?” kata ae yu
“kau memiliki rumah di jeju-do? Apa kau mau kembali ke seoul?”
kata kyun woo
“tentu saja di sini, tapi sekarang aku harus kembali ke
seoul, katakan pada jung won aku harus kembali, aku ada urusan di seoul, karena
temanku menelponku dan mengajakku kembali ke Amerika, aku harus pulang” kata ae
yu
“kenapa harus secepat itu? Tidak bisakah kau tinggal lebih
lama disini?” kata kyun woo
“maaf kyun woo aku harus pulang, salam untuk paman dan bibi,
juga pada il sung, aku akan kesini kapan-kapan, selamat tinggal” kata ae yu
sambil berjabat tangan dengan kyun woo
“tapi, aku ingin kau tetap disini” kata kyun woo sambil
memgang tangan ae yu
“tidak bisa kyun woo, aku harus kembali, sekarang yang harus
kau jaga adalah il sung, adikmu, aku bukan orang yang pantas denganmu, maaf,
aku tak mau melukaimu, seperti aku melukai tae hyun sekarang” kata ae yu sambil
melepaskan tangan kyun woo
“ae yu jangan bicara seperti itu, aku tak yakin jika kau akan
melukaiku, jadi tinggallah disisiku” kata kyun woo
“maaf kyun woon, aku sungguh tidak bisa, aku tak bisa, maaf
dan selamat tinggal, aku akan datang bulan desember” kata ae yu sambil pergi
meninggalkan kyun woo
“ae yu jangan pergi!!!!” kata kyun woo sambil mengejar ae yu
“jangan kejar aku, aku tak pantas untukmu, aku dan kau ada
hubungan” kata ae yu
“hubungan apa?” kata kyun woo
“leluhur kita bersaudara dan ada hubungan darah” kata ae yu
“jadi karena itu? Itu tidak masalah, anak kita akan lebih
mudah memberi nama nanti, marga kita sama, jadi tidak masalah jika dia
memilihmu atau aku” kata kyun woo
“kenapa pikiranmu sejauh itu? Aku tak ada kepikiran kesana,
maaf dan selamat tinggal, tolong jaga jung won” kata ae yu sambil berlari
sekencang mungkin
“baiklah aku akan menjaga jung won untukmu dan tolong jaga
dirimu, i will wait for you lee ae yu because i love you” kata kyun woo
“good bye kyun woo, thank you, and i’m sorry” kata ae yu
sambil melambaikan tanganya
“yeah, you’re welcome” kata kyun woo sambil tersenyum.
Sementara itu di rumah kyun woo, yu ra menyampaikan isi
hatinya kalau dia sebenarnya menyukai kyun woo dari dulu, dan dia ingin dekat
dengan ayah dan ibu kyun woo, dia ingin menjadi istri kyun woo kelak dan
membahagiakannya
“paman bibi, aku ingin mengatakan jika aku sangat menyukai
kyun woo, malah dari dulu aku mneyukainya, semasih kami kanak-kanak dan saat
dia pergi ke Amerika aku memutuskan untuk menunggunya sampai dia pulang dan
akhirnya dia pulang aku sangat bahagia, aku ingin dia menjadi pasanganku” kata
yu ra
“jadi kau menyukai putra kami? Kami bisa mengerti itu yu ra, tapi
kami akan menyerahkan semuanya pada putra kami kyun woo, kau harus menerima
semua keputusan yang diambil kyun woo” jelas ayah kyun woo
“benar yu ra, yang berpacaran bukan kami tapi kyun woo, kami
menyukaimu, tapi tetap saja, yang nanti menjalaninya adalah kyun woo bukan kami”
kata ibu kyun woo
“benar yu ra, aku juga setuju dengan semua itu, kak kyun woo
memang berteman denganmu, tapi ‘kan belum pasti mencintaimu” kata il sung
“yu ra sebaiknya kau mengatakan hal ini pada kyun woo
langsung” kata hyun joon
“sebaiknya aku telpon kyun woo dulu” kata yoon woo
“biar aku saja hyung, aku sekalian menanyakan noonaku” kata
jung won sambil mengambil ponselnya dan bersiap menekan tombol, tapi tiba-tiba
kyun woo datang
“kau sudah datang kyun woo hyung, dimana noonaku?” kata jung
won
“ae yu sudah pergi, dia bilang kalau dia pergi ke seoul dan
akan ke Amerika, dia akan kembali pada bulan desember” kata kyun woo
“kyun woo aku menyukaimu” kata yu ra
“maaf yu ra, aku menyukaimu sebagai sahabat dan tak lebih
dari itu” kata kyun woo
“baiklah, mari kita berteman” kata yu ra
“ya” kata kyun woo
“ae yu aku akan menunggumu sampai tahun depan, jangan pernah
kau ragukan, engkau kan selalu di hatiku, aku mencintaimu ae yu” batin kyun woo
“mari kita makan” kata
ibu kyun woo
“ayo” kata mereka semua. Il sung dan yoon woo tersenyum
sambil bergandengan tangan.
Beberapa bulan kemudian
Il sung dan yoon woo sudah bertunangan dan mereka akan
berlibur ke sebuah tempat wisata di kawasan jeju-do selatan, di tengah jalan
mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami kecelakaan, mereka luka parah,
il sung menangis dan menanyakan bagaimana keadaan yoon woo. Mobil mereka
terbalik
“yoon kau tidak apa-apa ‘kan? Bangun!” kata ae yu
“aku baik-baik saja il sung, kau harus keluar, ayo cepat,
sebelum mobil ini meledak” kata yoon woo
“tidak, mari kita keluar bersama” kata il sung sam bil
menangis
“aku sangat mencintaimu il sung, tolong keluarlah” kata yoon
woo
“aku mencintaimu lebih dari aku mencintaim diriku sendiri,
jadi tolong jangan katakan hal macam-macam, aku yakin kita pasti selamat” kata
il sung sambil mencoba melepaskan sabuk pengamannya, dia juga berusaha
melepaskan sabuk pengaman yoon woo, mereka menangis bersama, mereka takut
kehilangan orang yang paling mereka cintai.
“sudah, keluarlah lebih dahulu il sung, aku bisa belakangan”
kata yoon woo
“tidak, kau juga harus keluar” kata il sung
“aku akan keluar setelah kau, ku mohon keluarlah dulu, aku
tak mau terjadi apa-apa dengan orang yang sangat aku cintai, satu-satunya orang
yang aku cintai adalah dirimu lee il sung, walaupun kau bukan orang yang
sempurna, tapi aku sangat mencintaimu, jadi tolong jangan terluka” kata yoon
woo sambil menangis
“aku tak mau orang yang aku cintai terluka yoon woo, aku
mohon jangan bicara seperti itu” kata il sung sambil menangis
“jika aku pergi, tolong jaga dirimu baik-baik, ada orang yang
lebih baik dari diriku ini, ku mohon jangan khawatirkan aku” kata yoon woo
“tidak yoon woo” kata il sung
“ku mohon, jika kau sayang aku, maka kau harus keluar
terlebih dahulu” kata yoon woo sambil mendorong il sung keluar dari dalam mobil
“baiklah, ku mohon keluarlah setelah diriku” kata il sung
sambil keluar dari mobil dengan jalan gontai dan terhuyung-huyung, tiba-tiba
mobil meledakdan terbakar, il sung menjerit
“yoon woo!!!!! Jangan pergi, hiks... hiks,,,, hiks, yoon woo,
jangan pergi, jangan mati, yoon woo aku mencintaimu, jadi jangan pergi, aku tak
sanggup sendirian di dunia ini, yoon woo kau bohong, jika kau mencintaiku
kenapa kau pergi seperti ini?!!! Yoon woo!!!” kata il sung sambil menangis. Beberapa
saat kemudian il sung sadar dan dia sudah ada di rumah sakit, orang pertama
yang dia lihat adalah kyun woo
“il sung kau baik-baik saja???” kata kyun woo
“kakak, yoon woo!!! Dimana yoon woo???? Dia baik-baik saja ‘kan???
Katakan padaku jika dia baik-baik saja kak!!! Dia selamat ‘kan? Kak jawab
aku!!!” kata il sung dengan nada tinggi sambil menangis
“yoon woo sudah meninggal di tempat kejadian, maaf aku tak
bisa berbuat apa-apa il sung maaf” kata kyun woo sambil terrtunduk
“tidak kak!!! Ji Yoon Woo masih hidupkan? 2 hari lalu kami
bertunangan jadi sekarang dia ada di luar ya? Kakak aku tak bisa kehilangan dia
begitu saja kak!!! JI YOON WOO tak munggkin meninggalkan aku sendiri kak!!”
kata il sung sambil menjerit
“il sung sadar! Yoon woo memang sudah meninggal” kata kyun
woo sambil memeluk il sung.
“kakak, aku tak bisa” kata il sung
“aku akan menjagamu, dan aku sudah berjanji padanya kalau kau
akan baik-baik saja, jangan menangis, kau tak ingin melihat dia sedih ‘kan? Jadi
jangan menangis” kata kyun woo
“kak, yoon woo kekasihku, bagaimana bisa aku tidak menangisi
kepergiannya?” kata il sung
“sudah il sung, iklhaskan dia, ini sudah takdir, seperti tae
hyun dan ae yu mereka harus berpisah karena itu sudah takdir, mereka juga tersiksa”
kata kyun woo
“tapi mereka masih bisa bertemu” kata il sung
“kalau begitu seperti aku dan jung yi, jung yi meninggal sama
seperti yoon woo dan aku juga sangat sedih dan menyesal dengan semua itu,
aku juga sangat sedih, tapi aku berusaha
untuk tegar, aku tak mau dia sedih disana, aku berharap dia tenang di alam
sana” kata kyun woo sambil menitihkan air mata
“maaf kak. Aku meningatkanmu dengan luka itu lagi, aku minta
maaf, mulai sekarang ayo tegar menjalani hidup ini dan tak boleh menangis,
yakini bahwa mereka akan tenang disana” kata il sung sambil berusaha tersenyum
“ya, ayo kita buka lembaran baru” kata kyun woo
“baiklah, aku akan membuka lembaran baru dengan keluarga kita
dan juga harus selalu sehat” kata il sung. Kemudian mereka berdua tersenyum. Hari
pemakaman yoon woo, il sung tak kuasa menahan tangisnya, dia menangis lagi
namun dia berusaha tegar. Ayah ibu dan kedua kakak yoon woo datang, paman dan
bibinya melihat itu dan menyuruh mereka pergi, karena mereka tak pantas untuk
datang kesana
“pergi dari sini! Kalian tak pantas ada disini, kalian tak
memerhatikannya selama ini, lalu untuk apa sekarang kalian baru datang kesini
hah!!! Kalian puas melihat dia seperti ini?!!” kata paman shin
“sebaiknya kalian pergi, atau kami panggil satpam” kata bibi
ji
“kalian ada hak apa? Yoon woo putra kami” kata ayah kyun woo
“putra???!!!!!!!” kata bibi ji
“memang dia putra kami” imbuh ibu yoon woo
“lalu kemana kalian selama 26 tahun ini hah?!!!!! Saat dia
buuth kalian dimana? Saat dia sakit kalian dimana??? Apa ini yang disebut orang
tua? Mungkin ini bisa disebut tetangga, bahkan tetangga lebih baik dari pada
ini” kata bibi ji
“adik! Jangan bicara seperti itu!” kata ayah yoon woo
“maaf paman, tolong jangan ribut, karena kami sedang berduka”
kata hyun joon
“siapa anak muda ini berani sekali” kata ayah yoon woo
“aku Park Hyun Joon, sahabat yoon woo, maaf sebelumnya, apa kalian keluarga yoon
woo?” kata hyun joon
“ya, kami keluarganya” kata Yong Woo
“mari ikut aku” kata hyun joon
“hyun joon!!!”teriak paman shin
“bagaimanapun mereka keluarga kandungnya paman, maaf” kata
hyun joon
“tunggu, aku yang akan memutuskan apakah mereka boleh masuk
atau tidak” kata il sung
“siapa gadis ini?” kata Yeon Woo
“perkenalkan aku Lee Il Sung, aku tuangan mendiang ji yoon
woo, kalian orang tuanya ya? Dan ini 2 kakaknya” kata il sung sambil membungkuk
“ya, aku kakaknya Ji Yong Woo dan ini adikku Ji Yeon Woon ini
kedua orang tua kami” kata yong woo
“baiklah, apa alasan kalian untuk datang setelah 26 tahun???”
tanya il sung
“untuk apa!!! Kami ini keluarganya” kata ayah yoon woo
“lalu? Kenapa kalian meninggalkannya 26 tahun yang lalu? Menitipkannya
pada paman shin dan bibi ji, tak pernah menjenguknya, tak pernah
menghubunginya. Tahukah kalian jika yoon woo sangat terluka karena hal itu?!! Tahukan
kalian yoon woo sangat merindukan kalian!!! Tahukan kalian yoon woo sangat
ingin bertemu kalian!!! Tapi dimana kalian saat dia butuh?!! Dimana kalian saat
dia rindu? Dimana kalian!!! Kalian harus sadar!!! Jika yoon woo sangat terluka
karena kalian!!!” teriak il sung histeris
“bisakah kau menutup mulutmu itu gadis lancang!” kata ibu
yoon woo
“kalian tak pantas bicara seperti itu padanya! Dia itu
tunangannya dan kalian hanya keluarga jauh untuk yoon woo, jadi siapa yang akan
menyalahkan gadis ini kecuali orang bodoh” kata hyun joon sambil tersenyum
sinis
“lancang sekali kau!” kata yong woo sambil mengepalkan tangan
dan hampir memukul hyun joon
“kau ingin memukulku? Silahkan saja, tapi itu semakin
membuktikan jika kalian orang jahat, benar bukan?” kata hyun joon sambil
memandang para pelayat, mereka mengangguk
“tuh lihat, kalian kalah dan jika ingin mengakui dosa
silahkan datang ke gereja dan minta maaf disana lalu datang lagi ke makam abu
yoon woo nanti” kata hyun joon
“baiklah, kami akan ke gereja, kami tahu kami salah, ayo
kakak, ayah dan ibu” kata yeon woo sambil pamit dan menyeret anggota
keluarganya
“baiklah, kami akan pergi, tapi tak usah menyeret kami
seperti ini!” kata yong woo
“minta maaf dulu kepada mereka” kata yeon woo
“maaf semuanya kami minta maaf karena sudah membuat keributan”
kata ayah yoon woo. Kemudian mereka pergi. Il sung tersenyum pada hyun joon,
hyun joon balik tersenyum padanya. Pemakaman pun selesai, il sung kembali ke
tempat makam abu yoon woo, dia membawa sebuah foto dan menaruhnya disana. Lalu
dia pulang di jemput kyun woo. Kyun woo mengatakan il sung sangat hebat, dia
sangat tegar dan harus selalu sehat.
“wah kau hebat, kau ini wanita paling tegar yang pernah aku
temui setelah ae yu dan ibu” kata kyun woo
“aku hanya jadi yang ke-3? Hmm oppa, kau merindukan ae yu ‘kan?
Sekarang dia ada di seoul atau di Amerika?” kata il sung
“aku juga tak tahu, tapi jung won yang sudah ada di seoul
bilang kalau kakaknya ada di Amerika, dia sudah berjanji dan aku percaya” kata
kyun woo sambil tersenyum
“bagus, aku percaya padanya, aku harap kalian bisa married
secepatnya, oppa aku ingin tinggal bersama ibu dan ayah nanti ya? Walaupun kau
sudah menikah dengan ae yu, aku akan tinggal di rumah, kau jangan pindah” kata
il sung
“iya, tenang saja” kata kyun woo.
Bulan Desember
Hari ini adalah hari ulang tahun kyun woo yang ke 28 tahun,
dia sangat berharap kalau ae yu datang dan memeluknya, maka dia akan langsung
melamarnya. Kyun woo diam merenung dikamarnya sambil manyun, kemudian il sung
datang dan mengajaknya keruang tamu, dia ada hadiah untuk kyun woo
“kyun woo oppa, ayo keruang tamu, aku punya kado special
untukmu” kata il sung
“baiklah, ayo” kata kyun woo bersemangat, dia mengira jika
hadiahnya itu adalah Ae Yu, padahal tak mungkin, karena ae yu masih di Amerika
dan dia sedang tidur. Di Amerika Ae Yu sedang tidur nyenyak, kemudian alarm
berbunyi dan juga pengingatnya “Kyun Woo 28th” ae yu
bergegas bangun dan ia langsung mandi, kemudian berkemas dan mengambil hadiah
yang telah ia siapkan utnuk kyun woo, dia menyiapkan topi natal dan hadiah
natal, padahal ulang tahun kyun woo berbeda dengan natal, kemudian dia
menyiapkan kue ulang tahun untuk kyun
woo, dia memasukkan semuanya dan pergi ke bandara. Beberapa jam kemudian ia
sampai di bandara di Jeju-do, ternyata bisa dari amerika menuju jeju-do dengan
1x penerbangan.
Ae yu langsung datang kerumah kyun woo, dia memanggil kyun
woo namun tak ada orang. Datanglah kedua orang tua kyun woo dan mengajak ae yu
menyiapkan pesta kejutan untuk kyun woo, ae yu mengiayakan. Kemudian kyun woo
datang bersama il sung, namun lampunya mati,
“surprise!!!” kata mereka bertiga
“happy birthday to
you, happy birthday to you, happy birth day, happy birthday kyun woo selamat
ulang tahun lee kyun woo” kata ae yu sambil menyodorkan kue yang berisi angka
28
“lee ae yu kau datang?” kata kyun woo
“ya tentu saja, aku hampir terlambat, tapi aku memilih
pesawat paling cepat untuk datang kesini, untungnya aku tidak terlambat” kata
ae yu sambil tersenyum
“terima kasih” kata kyun woo
“tiup lilinnya” kata ayah, ibu, il sung dan ae yu. Kemudian
kyun woo meniup lilinnya dan mereka tersenyum.
“sekarang potong kue kak” kata il sung
“bagaimana caraku membaginya nanti?” kata kyun woo
“pertama berikan pada ibu, kemudian ayah dan il sung” kata ae
yu
“baiklah” kata kyun woo, kemudian dia memotong kuenya, yang
pertama pada ibu, kemudian ayah, kemudian il sung, mereka tersenyum, kyun woo
kemudian menaruh kuenya dan dia memeluk ae yu, lalu bersimpuh di depan ae yu
sambil membuka sebuah kotak berisi cincin
“ae yu, maukah kau menikah denganku?” kata kyun woo
“menikah denganmu?” kata ae yu tak percaya
“ya, menikah denganku” kata kyun woo
“tentu saja, aku mau” kata ae yu sambil tersenyum
“terima kasih, aku sangat mencintaimu” kata kyun woo
“aku juga” kata ae yu
“akhirnya, putraku berani menyampaikan isi hatinya pada orang
yang dia cintai” kata ibunya
“putra siapa dulu? Putraku” kata ayah kyun woo
“kakak selamat, semoga kalian bahagia” kata il sung
“terima kasih il sung” kata mereka kompak. Keesokan harinya,
hari natal, mereka datang ke gereja, il
sung dengan ayah dan ibu, kyun woo dan ae yu, jung won dan kakak juga kakak
ipar dan keponakannya, hyun joon dan nam yu ra, mereka tersenyum bahagia.
“selamat natal, semoga tuhan memberkati kita” kata il sung
“semoga kita semua selalu dalam perlindungan Tuhan yang maha
kuasa” kata kyun woo
“happy natal day” kata ae yu sambil tersenyum. Mereka
berkumpul dan berfoto bersama dengan tersenyum cerita. Akhirnya mereka bisa
berbahagia setelah kesulitan dan kesedihan yang mereka alami.
“Selamat Natal dan Tahun Baru, semoga esok lebih baik dari
pada hari ini” kata il sung
“semoga, dan semoga kita semua selalu sehat dan bahagia” kata
hyun joon
“aku mencintaimu lee ae yu” kata kyun woo
“aku juga mencintaimu lee kyun woo” kata ae yu sambil
tersenyum. Kemudian mereka berpegangan tangan sambil tersenyum
“menikahlah lebih cepat” kata ayah dan ibu kyun woo
“baiklah, kami akan menikah” kata kyun woo
“selamat bahagia” kata jung won
“senyum”
kata yu ra kemudian mereka berfoto. Mereka
berbahagia dan menjalani hidup dengan baik. Malam harinya di Seoul, kyun woo
dan ae yu berdua diatas apartemen sambil saling memeluk dan tersenyum, mereka
sangat bahagia dan menatap langit malam yang indah karena banyak ada kembang
api di langit malam seoul karena merayakan Hari Raya Natal. Il Sung tersenyum
bahagia.
Dan.....
*THE END*